Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Ramadhan; Sangkala Kematian Posmodernisme [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Juni 2016 16:41 4:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juni 2016 16:41
Bagikan
Suasana menjelang buka puasa Muslim New Delhi-India
Bagikan

Oleh: Andika Saputra

 

Sebagai sistem budaya yang sedang mendominasi, kerusakan demi kerusakan yang diakibatkan Posmodernisme hampir tidak dapat dihindari oleh manusia di berbagai belahan dunia. Di antaranya ialah umat Islam yang tidak dapat menghindar dari dampak buruk Posmodernisme sebab sifatnya yang hegemonik dan bertentangan dengan asas-asas keyakinan Islam.

Kerusakan terbesar yang diakibatkan sistem budaya Posmodernisme, dengan demikian turut dirasakan umat Islam, ialah krisis kemanusiaan akibat menggeser hakikat manusia dari manusia-religius menjadi manusia-hasrat. Inilah akar dari berbagai kerusakan lain yang diakibatkan Posmodernisme.

Gilles Deleuze dan Felix Guattari, sepasang filosof asal Prancis mengandaikan sistem budaya Posmodernisme bagaikan mesin hasrat. Sebuah mesin yang terus memompa hasrat manusia untuk mencapai kenikmatan yang bersifat permukaan. Posmodernisme hanya mampu menawarkan kenikmatan-permukaan karena perhatiannya pada tubuh yang merupakan muara bagi aliran hasrat. Agar tubuh menjadi pusat bagi manusia, maka jiwa yang merupakan hakikat manusia terus menerus disibukkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh hingga terjerat pada tubuh dan tunduk pada kendali hasrat untuk mengurusi tubuh. Jiwa kehilangan kendalinya terhadap tubuh dan beralih pada hasrat sebagai pemegang kendali penuh bagi tubuh dan jiwa manusia.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Untuk mencapainya segala penghambat saluran hasrat harus disingkirkan. Penghambat paling tangguh bagi hasrat tentu saja Tuhan, sehingga tidak ada cara selain pengakuan terhadap-Nya dibungkam dan otoritas-Nya digugat. Otoritas Tuhan dialihkan kepada hasrat. Pengalihan otoritas Tuhan kepada hasrat memuluskan Posmodernisme untuk meneguhkan kedudukan hasrat sebagai penentu benar dan salah, baik dan buruk, indah dan tidak indah. Singkatnya dalam sistem budaya Posmodernisme, hasrat adalah timbangan bagi segala sesuatu.

Padahal, menyingkirkan Tuhan berarti menyingkirkan batas-batas yang seharusnya tidak boleh dilalui manusia. Posmodernisme memang tidak menghendaki batas karena batas adalah hambatan bagi kebebasan dan tentu saja bagi aliran-bebas hasrat. Pelepasan hasrat secara berterusan mensyaratkan sebuah kondisi kebebasan-mutlak yang dicapai dengan cara peluruhan seluruh dinding-dinding batas. Dengan begitu, ciri khas wajah budaya yang diproduksi mesin hasrat Posmodernisme adalah budaya nir-batas di mana segala sesuatunya diperbolehkan dan disahkan untuk tujuan mencapai kenikmatan-permukaan.

Posmodernisme terus bergulir mencapai titik ekstrimnya hingga memunculkan Nihilisme dan Fatalisme sebagaimana dialami Jean Baudrillard, seorang sosiolog dan ahli Posmodernisme asal Prancis yang berucap, “Hanya kematian yang dapat mengeluarkan kita dari Posmodernisme”.

Pernyataan Baudrillard tersebut menandakan ketidak-mampuan kalangan Barat menemukan jalan keluar dan menyelamatkan manusia dari kehancuran yang diakibatkan Posmodernisme.

Lalu bagaimana dengan Islam? Mampukah Islam menghadapi dan mengakhiri Posmodernisme? Dapatkan Islam menyelamatkan manusia dengan mengembalikannya kepada fitrah sebagai makhluk-religius?

Kematian Posmodernisme

Islam mengambil posisi yang berseberangan dengan Posmodernisme. Dengan kata lain, Posmodernisme bertentangan dengan Islam. Konsep manusia-hasrat yang diusung dan berupaya diwujudkan Posmodernisme tidak mendapatkan ruang di dalam Islam, bahkan Allah mengecam manusia yang memperturutkan hasratnya apalagi menuhankan hasratnya. Di dalam al-Qur’an, Allah menyandingkan pengikut hasrat (hawa nafsu) dengan kesesatan, kedzaliman, mengingkari kebenaran, ketiadaan ilmu. Perbedaan pandangan antara Islam dan Posmodernisme mengenai kedudukan dan nilai hasrat menjadikan keduanya tidak memiliki titik-temu, sehingga tidak mungkin dicapai rumusan damai apalagi sinergi antara keduanya.

Islam memiliki bulan Ramadhan untuk membebaskan manusia dari hegemoni sistem budaya Posmodernisme.

Masuknya waktu bulan Ramadhan adalah petanda tabuhan genderang perang melawan Posmodernisme. Ramadhan selama sebulan penuh merupakan masa peperangan yang dahsyat, jihadul akbar umat Islam melawan hasrat yang dipuja dalam alam budaya Posmodernisme.

Bagi para pemenangnya; para pemenang Ramadhan, yakni orang-orang yang telah berhasil merebut kembali hakikat kediriannya sebagai manusia-religus, yang berarti berhasil menghentikan kerja mesin hasrat Posmodernisme, berhak memasuki pintu kemenangan dan merayakannya dalam suasana Idhul Fithri.

Selama sebulan penuh Ramadhan mendidik tubuh dan jiwa manusia dalam tiga tingkatan pendidikan. Pendidikan pertama, Ramadhan menghendaki berpuasanya tubuh dari kegiatan konsumsi berupa makan, minum dan hubungan suami-istri. Berpuasanya tubuh dari kegiatan konsumsi merupakan jalan bagi manusia untuk melepaskan jerat tubuh dan keterpesonaannya kepada tubuh dengan cara menutup saluran hasrat. Inilah tahap pertama pendidikan Ramadhan di mana manusia mengalami perlawanan sengit untuk merebut kembali kendali terhadap tubuhnya yang dikuasai hasrat.* (Bersambung)

Penulis tinggal  di Kartasura

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:postmodernismePuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Mencegah Masuknya Makanan Sahur ke Masjid Al Aqsha
Tulisan selanjutnya Pendiri HI Bantah Ajarkan Paham Menyimpang dari Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?