Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

3 Manfaat Hidup dalam Naungan Al-Qur’an

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Juni 2017 08:48 8:48 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 Juni 2017 08:48
Bagikan
Ramadhan adalah bulan al-Quran. Jangan sia-siakan waktu tanpa al-Quran
Bagikan

Di antara nama lain bulan Ramadhan adalah Syahrul Qur’an (Bulan Al-Qur’an). Hal ini bukan semata karena Al-Qur’an diturunkan pertama kali pada Ramadhan, tetapi juga meningatkan umat Islam agar menjadikan Ramadhan sebagai bulan dimana intentsitas dan kulitas interaksi dengan Al-Qur’an senantiasa diperhatikan.

Dalam Fi Zhilalil Qur’an, Sayyid Quthb menjelaskan bahwa hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah kenikmatan yang tidak dapat dirasakan, melainkan oleh orang yang menghayatinya, kenikmatan yang dapat mengangkat derajat manusia, memberikan berkah dan membersihkan kehidupan ini dari segala bentuk kekotoran.

Ramadhan, adalah momentum emas untuk melakukan tadarus dan tadabbur Al-Qur’an. Oleh karena itu kita perlu benar-benar memperhatikan interaksi diri dan keluarga dengan Al-Qur’an. Sebab, Al-Qur’an memberikan banyak manfaat dalam kehidupan diri dan keluarga.

Pertama, kehidupan menjadi terarah

Dengan setiap hari membaca Al-Qur’an, maka kehidupan diri dan keluarga akan kian terarah, dari membaca Al-Qur’an kita akan mengetahui mana yang haq dan bathil, benar dan salah. Dan, kemampuan membedakan hal tersebut adalah hal mendasar yang harus dimiliki oleh setiap Muslim.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Dengan demikian, diri tidak akan mudah tertipu. Menduga banyak harta sebagai capaian kebahagiaan, lantas korupsi. Mengira kebahagiaan dengan menyingkirkan orang lain, lantas hasad, dengki dan sehari-hari diliputi kebingungan bagaimana membuat celaka orang lain.

Baca:  Begini Akrabnya Ulama dengan Al-Qur’an Saat Ramadhan, Lha Kita?

Lebih dari itu, hidup dalam bimbingan Al-Qur’an akan mendorong diri memiliki akhlak,, adab, dan sopan santun dalam kehidupan, sehingga perilakunya benar-benar dijaga agar jangan sampai dirinya menjadi pelaku kezaliman.

Dalam bahasa lebih umumnya, orang yang hidup dalam naungan Al-Qur’an akan terarah hidupnya dan mendapatkan petunjuk dan pembeda dari Allah Ta’ala.

Pada akhirnya, hidupnya akan terangkat derajatnya, teratur hidupnya, mulika kepribadiannya dan insya Allah akan sampai pada kebahagiaan hakiki dunia-akhirat.

Kedua, memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai persoalan hidup

Jamak dipahami bahwa hidup ini adalah medan persoalan. Tidak seorang pun yang hidup di dunia ini melewati 24 jam sepanjang tahun tanpa permasalahan.

Orang yang tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai naungan akan menghadapi kebingungan dalam menghadapi persoalan hidup, hingga mengalami kekalutan, dan terdorong untuk melakukan tindakan-tindakan yang di luar kendali sampai akhirnya semua mengarah pada kerugian diri dan orng lain, lebih buruk lagi kerugian yang bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat.

Sebaliknya, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai naungan dalam kehidupan, hatinya akan diliputi ketenangan meski kala menghadapi beragam kesulitan dan permaslaahan hidup. Karena ia yakin dengan janji Allah.

ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ‌ۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan, barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 2 – 3).

Baca:  Berharap Ramadhan jadi Momentum Muslim Baca Qur’an

Pada saat yang lama, Al-Qur’an adalah obat dan rahmat, sehingga mustahil orang yang hidupnya dalam naungan Al-Qur’an akan dilanda kebingungan apalagi kekalutan.

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ۬ وَرَحۡمَةٌ۬ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ‌ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارً۬ا (٨٢)

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa [17]: 82).

Ketiga, hidup menjadi kian bersih

Bersih dari noda-noda batin, yang menjadikan cara berpikir gelap dan gemar melakukan kesalahan demi kesalahan, sehingga tidak lagi sadar bahwa diri telah bergelimang dosa.

Al-Qur’an mendorong diri untuk selalu melakukan proses pembersihan diri (tazkiyatun nafs), sehingga perilaku buruk seperti riya, hadad, iri hati, sombong terhadap orang lain bisa disingkirkan.

Baca: Di Mesir, Orang Baca al-Quran di Mana-mana selama Ramadhan .

Dirinya sadar bahwa perbuatan atau amal yang kotor mengakibat peradaban manusia menjadi sangat rendah, bahkan lebih buruk dari kehidupan binatang ternak. Secara fisi, kekotoran manusia mewujud dalam tingkah laku telah mengakibatkan malapetaka yang tidak ringan.

Perhatikanlah bagaimana perzinahan, homo seksual, dan lesbi mendatangkan penyakit AIDS, termasuk aborsi yang semakin meningkat tajam, dimana tak satu pun induk binatang membunuh janin apalagi anaknya sendiri.

Di dalam naungan Al-Qur’an, hidup akan menjadi bersih, jiwa terdorong untuk mengutamakan keikhlasan, prasangka baik, tawadhu, jujur, tawakkal dan bergantung hanya kepada Allah.

Pikirannya pun menjadi jernih, sehingga yang di kepalanya adalah bagaimana menghasilkan manfaat bagi seluas-luas kehidupan umat manusia dengan dasar iman. Prinsipnya hati yang bersih akan terus mendorong seseorang gemar melakukan amal-amal sholeh.

Semoga di bulan Ramadhan 1438 H ini, kita dapat merasakan nikmatnya hidup di dalam naungan Al-Qur’an. Sebuah kehidupan yang sangat luar biasa akan memastikan diri dan keluarga kita dalam ridha dan jannah-Nya. Aamiin.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranbulan Al-Qur'anFi Zhilalil Qur'anNaungan Al-Qur'anPuasa RamadhanRamadhanSayyid Quthbsyahrul quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 7 Teroris Assad Tewas di Pegunungan al-Akrad
Tulisan selanjutnya Mengalahkan Budaya Geng di Afsel dengan Merajut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?