Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

10 Persiapan Menjelang Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2021 11:12 11:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2021 11:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | BEBERAPA hari lagi Ramadhan 1442 H akan segera tiba. Sudahkah kita siap untuk menyambutnya? Jika 10 hal berikut sebagian besarnya atau bahkan semuanya  sudah dimiliki, maka itu sebagai tanda bahwa kita sudah siap menyongsong kedatangan Ramadhan; utamanya di era digital dan masa pandemi yang belum  juga usai.

Pada tulisan ini, akan difokuskan pada 5 persiapan rūhiyah  (spiritual) dan 5 persiapan fisik.

Persiapan Rūhiyah

Sebelum persiapan fisik, hal utama yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan adalah persiapan rūhiyah  (spiritual). Kalau kita kaitkan dengan ibadah puasa misalnya, sebelum berbicara masalah syariat ibadahnya, yang tidak kalah penting adalah sisi spiritualnya.

Kita tidak mungkin bisa menjalankan ibadah puasa sesuai hakikatnya, jika sisi spiritual dalam kondisi lemah tak berdaya. Dengan bahasa lain, sebelum persiapan fisik, maka agar sisi spiritual penuh stamina dan dalam kondisi prima, maka perlu tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Setidaknya, ada beberapa poin yang bisa dijadikan bekal untuk mencemerlangkang sisi spiritual ini sehingga kita bisa siap secara spiritual dalam menyambut Ramadhan.

Baca: Hal-hal yang Membatalkan Puasa, yang Perlu Anda Ketahui

Pertama, taubat kepada Allah . Dari Ramadhan tahun lalu hingga Ramadhan sekarang, tentunya kita tidak pernah lepas dari salah dan dosa. Maka, untuk menyiapkan persiapan spiritual yang prima, kita perlu bertaubat kepada Allah . Dalam hadits Nabi ﷺ dijelaskan: “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam dan apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan dan apabila ia kembali maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutup hatinya.” (HR. Tirmidzi).

Kaitannya dengan hadits ini, Ramadhan adalah bulan suci dan berisi banyak keistimewaan dan kemuliaan, maka untuk menyambutnya adalah dengan mempersiapkan kesucian atau kebersihan hati dari kesalahan dan dosa. Salah satu caranya adalah dengan mengakui kesalahan, memohon ampun dan bertaubat kepada Allah . Bagaimana mungkin kita akan bisa menyambut Ramadhan, jika hati kita kotor dan penuh dengan dosa? Bagaimana mungkin kita akan menghadapi bulan puasa yang mulia dengan hati yang kotor bahkan mati?

Kedua, melatih kesadaran diri untuk merasa diawasi oleh Allah . Bahasa agamanya adalah murāqabatullāh. Puasa adalah ibadah yang sangat privat. Hanya hamba dan Allah yang tahu betul kesungguhannya. Di dalam nilai inti puasa juga mengandung kesadaran ini. Orang yang benar-benar berpuasa, dirinya akan tetap menjalankannya baik ketika sendiri atau di hadapan manusia. Dan ini erat kaitannya dengan kesadaran bahwa kita selalu diawasi oleh Allah . Tanpa, hal ini bisa jadi puasa di bulan Ramadhan akan tercemar nilainya.

Ketiga, instrospeksi atau evaluasi diri. Di dalam Islam, istilahnya adalah al-muhāsabah. Dalam Surah Al-Hasyr ayat 18, orang beriman diperintah untuk mengevaluasi diri dengan memperhatikan apa saja yang dilakukan di masa lalu untuk masa akan datang yang lebih baik. Di samping itu, yang tak kalah penting, meminjam bahasa Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu, “Evaluasilah dirimu, sebelum kamu dievaluasi (di akhirat).” Dengan melakukan evaluasi diri, maka kita akan mudah memperbaiki kekurangan-kekurangan pada Ramadhan tahun lalu.

Baca: Shaum, Kekuatan dan Kebangkitan Peradaban

Keempat, menanamkan kesungguhan. Dalam sejarah para salafus shālih, didapati bahwa mereka sangat serius dan sungguh-sungguh dalam menghadapi Ramadhan. Dalam kitab “Lathāifu al-Ma’ārif” karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, disebutkan bahwa sejak enam bulan sebelum puasa mereka sudah meminta kepada Allah untuk disampaikan pada bulan Ramadhan. Saat Ramadhan usai, mereka juga sangat serius meminta agar amal mereka diterima. Jadi, kalau kita memasuki Ramadhan dengan kesungguhan spiritual seperti itu, niscaya akan siap menyambut bulan suci Ramadhan.

Kelima, menghayati hakikat puasa atau ilmu tentang subtansi puasa. Kalau meminjam istilah imam Ghazali adalah bukan puasa pada level awam, yang ditunaikan sebatas tidak makan, minum dan berhubungan intim dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Orang demikian tentu tidak akan sampai pada hakikat puasa. Padahal, ibadah puasa di bulan suci ini tujuannya adalah agar orang-orang bisa sampai pada level takwa yang berkesinambungan, dengan pemahaman puasa yang hanya pada tataran kulit, maka mana bisa sampai ke level takwa?

Untuk makin memperkuat pentingnya menghayati hakikat puasa, kata-kata Jabir Radhiyallahu ‘anhu  berikut bisa direnungi:

إذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُك وَبَصَرُك وَلِسَانُك عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ، ولْيَكُنْ عَلَيْك وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلاَ تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً.

“Jika kamu berpuasa, maka puasakan juga pendengaran, pengelihatan dan lisanmu dari dusta dan berbagai hal haram. Jangan menyakiti tetangga, serta kondisikan diri untuk berwibawa dan tenang pada saat puasa, dan jangan sampai kondisi puasa hari raya sama saja.” Sebagaimana ungkapan Jabir Radhiyallahu ‘anhu, jika puasa adalah mengendalikan diri, maka pengendalian diri itu hakikatnya bukan sekadar tak makan dan minum, tapi juga segenap jiwa dan raga juga perlu dikendalikan.

Baca: Boikot Kurma Israel adalah Panggilan Keimanan

Persiapan Fisik

Adapun persiapan-persiapan fisik, kalau dilihat dari hayat para orang saleh terdahulu –sebagaimana keterangan Ibnu Rajab al-Hanbali– maka bisa dirangkum dalam poin-poin berikut:

Pertama, berdoa kepada Allah  dengan setulus hati agar disampaikan di bulan Ramadhan. Kedua, membayar tanggungan puasa yang belum dikerjakan di masa lalu karena alasan yang dibenarkan syariat. Ketiga, memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Keempat, meningkatkan intensitas membaca al-Qur`an di bulan Sya’ban yang disebut syahru al-Qurrā. Kelima, mengeluarkan zakat mal atau meningkatkan kepedulian kepada orang yang butuh bantuan.

Bila dirangkum, ada 10 persiapan untuk menyambut Ramadhan: taubat, meningkatkan perasaan merasa diawasi Allah, instrospeksi diri, sungguh-sungguh, mengetahui hakikat puasa, memperbanyak doa, membayar tanggungan tahun lalu, memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, banyak membaca al-Qur`an serta mengeluarkan kewajiban harta sebagai bentuk kepedulian kepada orang yang membutuhkan. Wallahu A’lam bish Shawaab. */Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Puasa RamadhanRamadhanRamadhan 2021
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Septi Ciptakan Metode Keren Belajar Online
Tulisan selanjutnya India Berupaya Deportasi Pengungsi Rohingya dari Kashmir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?