Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Dahsyatnya Doa Orang Berpuasa

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 26 April 2020 06:04 6:04 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 26 April 2020 09:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | BERTEMU Ramadhan adalah karunia yang tak ternilai. Sayangnya, kenikmatan yang begitu berharga ini tidak diberikan kepada semua orang. Banyak orang mengidamkan bisa bersua dengan Ramadhan, tapi Allah tak memberikannya. Allah mewafatkannya sebelum Ramadhan tiba. Ada juga yang diuji oleh Allah dengan penyakit sehingga tak sanggup menjalankan ibadah di bulan yang mulia ini.

Bersyukur, hal inilah yang mesti dilakukan setiap orang yang dipertemukan dengan Ramadhan dalam keadaaan sehat. Mensyukuri nikmat Ramadhan tentu tidak cukup hanya dengan gembira dan suka cita. Ramadhan menuntut kita untuk memanfaatkannya. Ketika Ramadhan bisa dimaksimalkan, maka itulah hakikat syukur kita pada kenikmatan yang mulia ini.

Satu hal yang membuat kita miris, Ramadhan yang sangat spesial ini kerap menerima perlakukan yang tidak sebagaimana mestinya. Sadar atau tidak, terkadang detik penuh makna dibulan ini terlewatkan tanpa diisi dengan ibadah.

Fenomena ini tentu saja sangat ironis. Sebab Allah menghadirkan Ramadhan untuk diisi dengan ketaatan. Ramadhan bukan sekedar puasa dari makan dan minum. Dalam Ramadhan banyak ibadah yang mesti kita hadirkan. Salah satunya adalah banyak berdoa dan bermunajat kepada Allah.

Doa Orang yang Berpuasa

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ثلاث لا تُردّ دعوتهم: الصائم حتى يُفطر، والإمام العادل، ودعوة المظلوم

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak ditolak doanya,  orang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang dizalimi.” (Riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sejenak mari kita menoleh ke belakang. Mengingat dan merenungi perjalanan hidup kita sebelas bulan yang telah lewat. Jika kita jujur maka kesimpulannya relatif akan sama. Banyak dosa yang telah kita buat. Tapi istighfar dan taubat yang kita berikan bisa dihitung dengan jari.

Di bulan ini kita berkesampatan menambal dan menutupi kelalaian itu. Dosa yang kita lakukan bisa kita lebur di bulan ini. Tapi tentunya tidak dengan kesantaian atau tidur-tiduran. Yang harus kita lakukan adalah banyak berdoa kepada Allah. Berzikir dan mendekatkan diri kepadanya.

Perintah banyak berdoa di bulan Ramadhan juga sebenarnya sudah disebutkan secara tersirat dalam al-Qur`an. Ketika Allah menyebutkan ayat-ayat tentang puasa, ditengah-tengahnya diselipkan ayat tentang doa. Syaikh Khalid al-Mushlih berkata, di dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa doa orang yang berpuasa itu (sangat) layak diharap untuk dikabulkan doanya.

Kenapa secara khusus Allah memerintahkan berdoa di sela-sela ayat puasa? Sebab berdasarkan Hadits di atas, doa orang yang berpuasa itu tidak akan ditolak. Allah akan mengabulkan dengan tiga cara. Dari Abu Said, Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang Muslim berdoa kecuali Allah akan memberikan salah satu di antara tiga perkara ini: bisa dengan disegerakan mewujudkan permintaannya. Atau bisa juga ditabungkan di akhirat atau Allah memalingkan dia dari musibah yang sepadan dengan doa yang ia minta.” (Riwayat Ahmad)

Ada beberapa alasan kenapa doa orang sedang berpuasa mustajab. Salah satunya, karena orang yang berpuasa sedang menjalankan kewajibannya. Allah sangat suka dan mencintai didekati hamba-Nya melalui ibadah-ibadah yang wajib. Ibnu Mas’ud berkata, “Bawalah kebutuhan-kebutuhanmu dalam ibadah wajib.” (Riwayat Abdurrazzaq dalam al-Musannaf)

Penuhi Syarat dan Ketentuannya

Hadits di atas semakin menguatkan betapa berharganya Ramadhan itu. Saat kita butuh ampunan dan kasih sayang Allah, Allah membuka dan memastikan setiap permohonan akan diterima. Tentunya doa ini akan dikabulkan jika kita memenuhi syarat dan ketentuannya.

Syaikh Assyinqiti menyebutkan, “Allah jelaskan pula di ayat yang lain bahwa Allah mengabulkannya bagi mereka yang di kehendaki. Dalam al-Qur`an Allah berfirman, “(Tidak) hanya kepada-Nya kamu minta tolong (berdoa), jika Dia menghendaki Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya)” (al-An’am {6}: 41)

Siapakah yang dikehendaki untuk dikabulkan doanya? Mereka adalah orang yang memenuhi syarat-syarat terkabulnya doa. Di antara syaratnya adalah yakin, sungguh-sungguh dan tidak terburu-buru. Dalam Hadits disebutkan, “Doa seorang hamba akan tetap dikabulkan selama tidak berdoa untuk hal yang dilarang (berdosa) atau untuk memutus tali silaturahmi dan selama tidak terburu-buru.”

Dikatakan, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud terburu-buru (dalam doa)?” Beliau menjawab,  “Yaitu perkataan  ‘Aku telah berdoa akan tetapi aku tidak melihat akan dikabulkan.’ Maka dia akan merasa letih kemudian akan meninggalkan doa.” (Riwayat Muslim)

Jangan Bosan Berdoa

Kita sering mendengar bahwa dibulan Ramadhan setan dibelenggu. Betul, tapi yang dibelenggu adalah setan dari kalangan jin. Adapun setan berwujud manusia tetap bebas berkeliaran di bulan Ramadhan. Bahkan kerja mereka di bulan ini jauh lebih ekstra.

Setan apapun bentuknya tetap tidak berubah statusnya. Ia adalah musuh kita yang nyata. Maka kitapun memperlakukannya sebagai musuh. Dalam konteks Ramadhan, misi setan adalah agar kita lalai dan tidak maksimal di bulan ini.

Bagaimana melawan mereka? Caranya adalah dengan berusaha dan berdoa. Agar kita maksimal dalam beribadah maka kita harus memintanya kepada Allah.  Syaikh Al-Utsaimin berkata dalam tasfsirnya, “(hanya kepada Engkau kami beribadah dan dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan)“ dan tidak mungkin seseorang bisa menegakkan ibadah kecuali dengan pertolongan dari Allah.” Itulah salah satu hikmahnya kenapa Allah menggandengakan ibadah dan isti’anah (memohon pertolongan).

Bulan Ramadhan adalah bulan ibadah. Kita semua tentu ingin Ramadhan ini memang bisa kita penuhi dengan ibadah. Namun sekali lagi mengandalkan diri sendiri tanpa keterlibatan Allah tidaklah mungkin. Kita selalu butuh pertolongan Allah dalam segala hal.

Meminta kepada Allah bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan kita. Doa adalah ibadah. Karenanya Allah senang kepada hamba-Nya yang banyak meminta. Berapapun yang kita minta Allah akan memberikannya. Sebalikanya, Allah akan murka kepada hamba-Nya yang malas berdoa. Bahkan keengganan berdoa telah ditetapkan oleh Allah sebagai tanda ketakaburan seseorang.  Karenanya kita jangan pernah bosan meminta pada Allah. Waliyyadzu Billahi Min Dzalik!!* Ahmad Rifai

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berpuasaDahsyatDahsyatnyadoaPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya IMS Gencarkan “Ramadhan Sehat”, Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19
Tulisan selanjutnya muhyiddin malaysia Perekonomian Malaysia Kehilangan RM2,4 Miliar Sehari Sejak Pembatasan Covid-19 Diberlakukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?