Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan Di Tanah Suci

Buka Puasa Pertama di Nabawi, Panitia Berebut Hati Pengunjung

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Juni 2014 06:59 6:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Juni 2014 06:56
Bagikan
Masyarakat berbagai negara sedang berbuka di bawah tenda Masjid Nabawi
Bagikan

Hidayatullah.com- Waktu masih menunjukkan pukul 16.40 waktu Madinah, baru selesai sholat Asar tepatnya, tapi kesibukan persiapan buka puasa sudah terlihat di penjuru Masjid Nabawi.

Pemandangan paling mencolok adalah berlombanya ratusan “panitia sukarela” mem-booking tempat berbuka di dalam masjid.

Tanda booking mereka adalah digelarnya Sufroh (plastik) panjang yang membentang 10-15 meter setiap panitia.

Ramadhan_Madinah2

Ratusan gerobak hilir mudik membawa menu berbuka yang rata-rata terdiri dari Ruthob (kurma muda), roti dan yoghurt. Qohwah (kopi) Arab, teh merah dan hijau menjadi minuman berbuka dari panitia sukarela, air Zam-zam sudah tersedia di dalam masjid, tinggal dibagikan kepada jamaah yang akan berbuka.

Baca Juga

Masjid Nabawi air zamzam
Masjidil Haram dan Nabawi Meningkatkan Persiapan Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadhan
200 Ribu Botol Air Zamzam Dibagikan Setiap Hari di Masjidil Haram
Jama’ah yang Telah Divaksinasi Melaksanakan Umrah Pada Hari Pertama Ramadhan
Jama’ah Masjid Nabawi Lakukan Shalat Tarawih Dengan Jaga Jarak Fisik
Tiga Juta Jamaah Shalat Tarawih di Masjidil Haram & Masjid Nabawi

Pukul 17.30 nampak persiapan berbuka sudah siap 70% hampir di seluruh sufroh. Panitia dadakan dari Muhsinin (orang-orang yang berderma) masih saja berdatangan, membentangkan sufroh-sufroh mereka di tempat yang masih bisa dibentangkan. Sesekali terlihat debat kecil diantara Muhsinin mengenai tempat yang mereka inginkan.

Hidayatullah.com mencoba untuk memantau persiapan buka puasa di halaman luar masjid, di luar pintu utama King Fahd nomer 21 tepatnya. Kondisi yang tidak jauh berbeda dengan di dalam masjid, para penyedia buka puasa sudah memboking tempat di bawah payung-payung raksasa Masjid Nabawi.

Sedikit berbeda dengan di dalam masjid, sufroh-sufroh di luar masjid lebih banyak menyediakan menu pilihan. Buah-buahan segar seperti jeruk, semangka dan pisang dijejer rapi sepanjang sufroh. Tidak hanya buah, di sebagai sufroh menyediakan nasi kebuli beraroma daging kambing dan ayam panggang, sebuah menu yang memang tidak diperbolehkan untuk dibawa masuk ke dalam masjid.

Segala jenis buah, kurma muda, yogurt dan air zam-zam disediakan gratis
Segala jenis buah, kurma muda, yogurt dan air zam-zam disediakan gratis

Pukul 18.00 persiapan berbuka sudah rampung 90%, padahal waktu maghrib masih satu jam lagi. Para panitia mulai mengundang dan menarik hati ratusan ribu pengunjung Masjid Nabi -Shallallahu Alaihi Wasallam- untuk berbuka di sufroh mereka.

“Tafaddol Ma’anaa, Akhil Karim,” Mari berbuka bersama kami, kata juru undang salah satu sufroh kepada hidayatullah.com yang saat itu akan kembali ke dalam masjid. Undangan senada semakin banyak terdengar di setiap penjuru.

Suasana di dalam masjid sudah semakin penuh, hanya jalur bergaris tali merah yang bisa dipakai berjalan menuju bagian tengah masjid. Para juru undang setiap sufroh semakin aktif merebut hati para jamaah untuk berbuka puasa di sufroh mereka. Lebih dari 10 kali hidayatullah.com diundang, sampai tidak enak menolak undangan tersebut.

“Billah, Ta’al ma’ana habiby,” Demi Allah saya mengundang, mari berbuka bersama kami, pinta salah seorang juru undang.

Hidayatullah.com sengaja menolak halus tawaran tersebut karena sudah memiliki janji dengan beberapa rekan mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Madinah (UIM) untuk berbuka bersama di sufroh belakang kursi pengajian Syeikh Abdul Muhsin al-‘Abbad, seorang guru besar ilmu Hadits di Masjid Nabawi.

Tepat pukul 19.14 waktu Madinah adzan Maghrib dikumandangkan, waktu berbuka telah tiba, hilanglah lapar dahaga selama 15 jam berpuasa di musim panas.*/Muhammad Dinul Haq, koresponden hidayatullah.com di Tanah Suci

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berbukaiftharRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tarawih Perdana, Syeikh Shuraim Imam di Makkah, Syeikh Hudzaifi di Madinah
Tulisan selanjutnya Jangan Beli “Kurma Rasa Penjajah”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ramadhan Di Tanah Suci

Cristiano Ronaldo Bantu 21 M untuk Warga Palestina Awal Ramadhan

22 Mei 2019 00:07
Ramadhan Di Tanah Suci

Obat Kerinduan Diimami Syeikh As-Sudais di Masjidil Haram

13 Juni 2018 08:00
Ramadhan Di Tanah Suci

Semua Berlomba Berbagi di Masjid Nabawi

1 Juni 2017 09:16
Ramadhan Di Tanah Suci

Masyarakat Dunia Takjub Lihat Indahnya 27 Ramadhan di Masjidil Haram

17 Juli 2015 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?