Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Syiar Ramadhan

Listrik di Balikpapan Sering Padam, Ibadah Ramadhan Tetap Hidup

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 4 Juli 2014 14:06 2:06 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 Juli 2014 14:06
Bagikan
Kawasan kilang minyak Pertamina di Balikpapan. Meski berjuluk Kota Minyak, kota ini masih krisis listrik
Bagikan

Hidayatullah.com– Kondisi listrik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) cukup memprihatinkan. Pada Ramadhan ini saja, hampir setiap hari terjadi pemadaman listrik oleh PT PLN (Persero). Dampaknya, ibadah umat Islam di Kota Beriman ini cukup terganggu.

Namun, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Jailani berharap umat Islam tetap menghidupkan ibadah Ramadhan. Baginya, ibadah tidak akan terganggu hanya karena persoalan listrik.

“(Bagi) saya ibadah nggak tergantung pemadaman listrik,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Jakarta melalui pesan seluler, Kamis (3/7/2014) malam, 5 Ramadhan 1435 H.

Quddus, warga Gunung Tembak, Balikpapan Timur, mengaku ibadahnya tetap berjalan. Walaupun pada Kamis itu hampir sehari-semalam kampungnya puasa listrik. “Saya (tetap) ke masjid. Kalau di masjid kan terang, ada genset,” ujarnya kepada media ini.

Begitu pula Rasyid, warga Perumahan Citra Bukit Indah, Balikpapan Selatan. Walau merasa terganggu akibat pemadaman listrik, ibadahnya tetap dia jalankan.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Di Pasar Amal Kiswa Warga Saudi Dapat Baju Lebaran Gratis
PM Malaysia Resmikan Program Ramadhan Saudi
Pemuda Madinatul Iman Tebar Guru Mengaji dan Parfum “GSM” di Balikpapan
Dua Remaja Suku Togutil Memeluk Islam karena Ingin Ikut Puasa Ramadhan

“Alhamdulillah, selama di sini mati lampu paling siang. Kalau siang kan nggak terlalu ganggu, soalnya nggak gelap,” ungkap WNI yang sedang berlibur dari kuliahnya di Yaman ini.

Meski begitu, seringnya listrik padam memancing banjir keluhan masyarakat. Quddus mengaku, yang paling terasa saat listrik padam pada malam hari. “Mau mengaji susah,” akunya.

Krisis Listrik di Kota Minyak

MUI Balikpapan, kata Jailani, pernah menemui pihak PLN Area Balikpapan sebelum Ramadhan, Selasa (24/6/2014). Pada pertemuan itu, MUI meminta kerjasama PLN membantu ibadah Ramadhan puasa umat Islam. “Agar PLN sedapat mungkin tidak melakukan pemadaman listrik selama Ramadhan (dan seterusnya),” ungkapnya.

Saat itu, menurutnya, pihak PLN lantas memaparkan krisis listrik di Balikpapan dan sekitarnya. MUI pun dapat memahaminya. “Sosialisasi PLN kepada para ulama diharapkan dapat pula diteruskan kepada umat,” ujar Jailani.

Menurut Staf Bagian Humas PLN Area Balikpapan, Wahyudi, seringnya terjadi pemadaman listrik di Kota Minyak karena banyak faktor. Misalnya, sistem kelistrikan Mahakam yang dipakai PLN Balikpapan juga dipakai Kota Samarinda dan Tenggarong (Kabupaten Kutai Kartanegara/Kukar).

Kemudian, terangnya, permintaan sambungan listrik baru dari masyarakat sangat tinggi. Di Balikpapan, permintaan listrik rata-rata 14 persen pertahun, sementara secara nasional hanya 8 persen.

“Karena tingginya permintaan, sedangkan sambung daya tetap kita layani, sehingga daya (listrik PLN) semakin terbatas,” ujarnya saat dikonfirmasi hidayatullah.com, Jumat (4/7/2014) pagi melalui sambungan telepon.

Sehingga, terangnya, jika ada gangguan sedikit saja, akan terjadi defisit sumber listrik. Salah satu solusi mensiasatinya dengan pemadaman listrik bergilir.

Wahyudi menerangkan, PLN sudah berupaya menambah pasokan listrik. Pertama dengan melakukan kerjasama dengan 2 pembangkit listrik milik swasta, di antaranya di Senipah, Kukar. Prosesnya sejak tahun lalu, kini tinggal menunggu. “Kami hanya beli listrik dari mereka,” terangnya.

Kedua, jelasnya, PLN tengah membangun pembangkit listrik di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat sebesar 2×100 megawatt. Tahap pertama akan beroperasi tahun depan.

Wahyudi berharap, masyarakat Balikpapan bisa memaklumi kondisi saat ini. Pihaknya juga telah menyampaikan permohonan maaf melalui media massa.

“PLN punya keinginan baik. Kondisinya memang bukan keinginan kami. Kami juga tidak ingin memadamkan (listrik). Kami juga dalam kondisi siaga,” pungkas Wahyudi yang baru selesai rapat dengan jajarannya di Balikpapan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Balikpapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umroh Awal Ramadhan, Masjid Haram Padat Tertib
Tulisan selanjutnya Politik Islam dan Ketakutan Romo Magnis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Syiar Ramadhan

Digimoz Gelar Pesantren Kilat Digital Ramadhan

25 April 2021 10:13
Syiar Ramadhan

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Mukhayyam Ramadhan

22 April 2021 09:18
Syiar Ramadhan

Islamic Medical Servis dan Baznas DKI Jakarta Launching Program Hapus

20 April 2021 23:29
Syiar Ramadhan

Ketika Ulama “Mengintip” Layar TV

20 April 2021 09:59
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?