Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
TULISAN ini adalah hak jawab atas pemberitaan hidayatullah.com, Selasa (07/08/2012) yang berjudul “Hampir Saja Kaki Pak Menteri Terangkat Tinggi”, atas acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Yayasan Makkah Al-Mukarramah, Senin (6/8) di Hotel Le Meredien Jakarta. Pemberitaan Hidayatullah ini menimbulkan opini miring tentang Yayasan Makkah Al-Mukarramah, hingga tanggapan miring ini sampai kepada Yayasan. Kami ingin meluruskan beberapa hal:
Pertama, jika ingin mengkritisi pelayanan hotel, maka silahkan langsung kepada pihak management hotel, dan ini tidak ada sangkut pautnya dengan acara Yayasan Makkah Al-Mukarramah.
Kedua, acara buka puasa tersebut sebagai bentuk kesyukuran Makkah Al-Mukarramah atas umurnya yang genap 10 tahun berkiprah di Indonesia (2003-2012), dalam berkhidmah dan menyalurkan bantuan kepada kaum Muslimin Indonesia. Juga sebagai media silaturahmi antara Yayasan Makkah Al-Mukarramah dengan lembaga-lembaga resmi Pemerintah serta ormas Islam di Indonesia termasuk ke rekan-rekan jurnalis.
Ketiga, perlu diketahui bahwa Yayasan Makkah Al-Mukarramah adalah Yayasan yang bergerak di kegiatan sosial keagamaan yang konsen memberikan bantuan kepada kaum muslimin di berbagai negara di dunia Islam, termasuk di Indonesia. Bantuan baik berupa pembangunan masjid, pengadaan sumur dan mck, santunan anak yatim, distrubusi buka puasa, zakat dan hewan kurban. Di Indonesia Sendiri, hingga kini Yayasan Makkah Al-Mukarramah telah membangun 285 masjid yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Keempat, pilihan Hotel Le Meredian sebagai tempat acara, karena beberapa Pertimbangan, pertama tempatnya yang strategis, berada di daerah perkantoran, ini agar memudahkan tamu yang kami undang datang ke acara buka puasa. Kedua tamu yang kami undang adalah pejabat negara setingkat menteri (Menteri Agama dan Menteri Sosial) dan pejabat negara lainnya, ini bagian dari penghormatan kami kepada tamu, ini juga bagian dari ajaran masjid (Islam) yang memerintahkan menghormati tamu. Ketiga Hotel tersebut juga menyediakan fasilitas umum berupa mushallah dan tempat wudhu,yang berada di bagian tingkat atas tempat (lantai 3) acara buka puasa bersama dilaksanakan.
Kelima, pertimbangan efesiensi waktu, setelah berbuka masih dilanjutkan dengan acara lainnya , hingga inisiatif panitia, shalat magrib dilaksanakan di tempat terdekat, bagian belakang aula tempat acara, dan Alhamdullillah Hotel memberikan fasilatas untuk shalat di tempat tersebut dan bagian depan aula juga terdapat toilet yang bisa digunakan untuk berwudhu.
Terakhir, ada sebuah analogi sederhana, seseorang datang bertamu kepada tetangganya, setelah bertamu, makan dan menikmati jamuan yang dihidangkan oleh tuan rumah dengan penuh kegembiraan, sehingga tidak bijak, kalau kita sebagai tamu menilai kekurangan tuan rumah dan lalu menceritakannya kepada pihak lain, apalagi Hidayatullah dikenal publik sebagai media Islam terbesar di Indonesia. Namun kami tetap menghormati rekan-rekan redaksi Hidayatullah dan media lainnya untuk menulis sesuai sudut pandang masing-masing.
Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Wassalam
Muhammad Anas
Sekretaris Yayasan Makkah Al-Mukarramah