Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Ketika Bawang Menentukan Nasib Generasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Maret 2013 06:20 6:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Maret 2013 06:20
Bagikan
Bagikan

NEGERI ini sepertinya masih enggan diselingkuhi berbagai persoalan pelik. Setelah ribut dengan kasus impor daging, kini giliran bawang. Ya, entah sampai beberapa minggu ke depan, masyarakat sepertinya masih akan dipaksa mencicipi kenaikan harga bawang yang melambung tinggi. Syukur bagi petani? Ternyata tidak juga. Karena usut punya usut, kenaikan harga bawang dipicu kegagalan panen yang akhirnya menyebabkan kurangnya pasokan bawang di pasaran. Gagal berarti petani rugi. Terlebih lagi, banyaknya permainan tengkulak yang justru untung ditengah petani yang buntung.

Di sisi lain, naiknya harga bawang otomatis memicu kenaikan harga komoditas yang lain pula, bahkan harga makanan secara umum. Artinya, masyarakat termasuk petani tetap terkena imbas, dibuat resah dengan pengeluaran yang semakin mahal. Di sini, terlihat jelas bagaimana kebijakan pemerintah begitu lemah dalam melindungi petani dan masyarakat umum.

Lebih jauh lagi, jika menimbang harga bawang yang mahal (sementara bawang adalah bahan dasar dalam bumbu masakan), bisa jadi membuat pedagang makanan beralih pada bumbu sintetik yang lebih murah.

Konsekuensinya?

Ya, masyarakat akan dihadapkan dengan pola konsumsi yang berbeda. Mengkonsumsi bahan makanan yang lebih banyak mengandung MSG yang sudah jadi rahasia umum mampu menimbulkan pengaruh buruk bagi penggunanya. Ini tentu menjadi dilema tersendiri bagi masyarakat, kita butuh makanan halal, tapi gimana kalo ga thoyyib?

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Bukan mau menyalahkan, tapi beginilah hidup dalam negara berasas demokrasi. Sistem yang takkan berpihak pada keamanan pangan sejati. Bahkan, dalam sistem ini terpenuhi atau pun tidak kebutuhan pangan bagi masyarakat, ya terserah masing-masing. Negara tak punya kewajiban untuk menjamin pangan yang aman (halal sekaligus thoyyib) sampai ke mulut-mulut rakyatnya. Semua dibebaskan. Padahal jika bahan pangan yang dikonsumsi berbahaya, apa yang akan terjadi dengan generasi masa depan?

Sementara berbeda dengan Islam yang sangat menekankan penjagaan sistem keamanan pangan, dengan berpijak pada konsep halal dan thoyib serta menjelaskan jenis bahan makanan yang diharamkan, seperti babi dan khamr. Selain tentu saja penjaminan yang ketat bagi terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat tanpa kecuali.

Ya, begitulah penjagaan generasi dalam Islam yang tidak hanya dari sisi aqidah dan pemikiran, namun juga dari sisi ashababiyah makanan yang dikonsumsi oleh masyarakatnya. Di sini, dari bawang kita bicara negara dan dari bumbu dapur kita bicara generasi. Kenapa tidak?

Arini
Mahasiswi Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Judi Togel Marak di Rokan Hulu, Riau
Tulisan selanjutnya Wagub Akan Buka Konferensi ADIC di Kuala Lumpur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?