HARI Rabu, 24 Juni 2015, situs tribunnews.com di halaman Wisata Sulut menulis tentang “Patung Yesus Memberkati Manado, Terbesar Kedua di Dunia Setelah Christo Redentor di Brasil”.
Menurut tribunnews, sejak dibangun tahun 2007, patung “Yesus Memberkati” yang terletak di kawasan perumahan elite Citraland ini telah menjadi ikon Kota Manado, Sulawesi Utara.
Monumen “Yesus Memberkati” ini telah menjadi destinasi wisata religi di Provinsi Sulawesi Utara tersebut. Dibangun menghadap sebuah taman kecil, patung ini menjadi spot warga untuk menikmati keanggunannya.
Kota Manado, Sulawesi Utara, dikenal dunia berkat alamnya yang indah. Taman Laut Bunaken dan keindahan biota lautnya membuat taman ini tidak pernah sepi dari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Belakangan, pemerintah setempat ingin menjadikan kota yang mayoritas penduduknya umat Nasrani ini menyaingin Rio de Janeiro, Brasil yang memiliki Patung Cristo Redentor.
Dengan membangun “Monumen Yesus Memberkati” berketinggian 30 meter dan penopang patung setinggi 20 meter, dibuat dari bahan 25 ton besi fibre dan 35 ton besi baja ini, seolah ingin menunjukkan inilah ‘Kota Nasrani’.
Patung “Monumen Yesus Memberkati” dibentuk dengan Yesus menghadap utara seraya mengangkat tangan dan menghadapkannya kebawah seraya memberkati warga Manado dan sekitarnya. Dari sisi samping, jubah yang menutupi Yesus dibuat berkibar seakan tertiup oleh angin.
Tujuan pembangunan patung ini tidak hanya ditujukan kepada umat Nasrani yang menjadi penduduk mayoritas di Kota Manado namun juga mempunyai makna sebagai simbol kerukunan umat beragama, demikian tulis Tribunnews.
Patung Yeses raksasa ini sebenarnya terletak di dalam perumahan mewah Citraland, 15 menit dari pusat kota. Yang sedikit orang tahu, monumen ini diprakarsai oleh pengusaha keturunan Thionghoa, Ir Ciputra pada tahun 2007 dengan biaya sekitar 5 miliar.
Kawasan prestisius Ciputra Group tersebar di seluruh Indonesia hingga Asia Tenggara, termasuk; CitraLand Surabaya, CitraGarden City Jakarta, CitraGrand Cibubur, Ciputra World Jakarta, Ciputra World Surabaya, Citra Sun Garden Semarang, CitraLand Pekanbaru, CitraLand City Samarinda, CitraLand Banjarmasin, CitraLand Celebes, Ciputra Hanoi International City hingga Grand Phnom Penh International City.
Terlepas siapa dan apapun dibalik bisnis Ciputra terhadap Indonesia yang mayoritas Islam, kegigihannya patut menjadi renungan bersama.
Secara pribadi, saya berharap ada pengusaha Muslim seperti Ciputra, yang justru ‘menyelamatkan’ Indonesia dari budaya dan sejarah aslinya. Dengan kemampuan sama, seharusnya ada Muslim ikut ‘jihad bidang properti’ dengan menunjukkan Indonesia adalah Islam.*
Wassalam
Wadin-Surabaya