Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Solusi Militer di Suriah tahun 2013

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 April 2013 22:14 10:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 April 2013 22:14
Bagikan
Bagikan

BEGITU situasi di Mesir mulai mereda, meletuslah krisis Iraq, pada saat situasi di Yaman mengarah kepada pemulihan stabilitas, situasi di Suriah semakin berdarah-darah. Itulah gambaran situasi umum di kawasan dalam tahun 2013 ini, dengan titik api yang masih terus menyala di Suriah sehingga harapan akan tercapai solusi politis semakin redup.

Ada satu kata yang mungkin paling tepat menggambarkan negeri Suriah pasca pidato Presiden Bashar Assad bahwa negeri itu akan semakin berdarah-darah pada 2013 ini. Lewat pidato yang disampaikan di depan pendukungnya, Ahad (06/01/2012), Assad menolak mundur dan secara tersirat merasa masih kuat dan siap mempertahankan kekuasaannya hingga titik darah penghabisan sehingga solusi militer semakin dikedepankan oleh kedua pihak (rezim dan oposisi).

Tidak ada yang baru dari isi pidato tersebut bahkan terkesan seperti pidato ketika situasi negeri itu masih seperti dua tahun yang lalu saat unjukrasa damai menuntut perubahan baru dimulai sebagai rangkaian dari  “musim semi” Arab merambah sejumlah negara Arab. Dengan demikian, terkesan pidato tersebut sebatas basa-basi untuk sekedar mengingatkan publik dalam dan luar negeri bahwa ia masih eksis.

Karenanya tidak aneh bila pidato itu menimbulkan kecaman luas dari oposisi dan dunia internasional umumnya, kecuali sekutu Assad khususnya Iran yang menyambut hangat. Ia kelihatannya masih kokoh menolak mengambil pelajaran dari pendahulu-pendahulunya yang sudah “tumbang” semisal Zainal Abidin Ben Ali, Tunisia, Hosni Mubarak, Mesir dan Muammar Kaddafi, Libya.

Ketiga bekas pemimpin Arab yang jatuh akibat “badai” musim semi Arab itu, juga sebelumnya mengecap rakyat mereka dengan label yang hampir sama dengan yang diberikan Assad kepada rakyatnya yang mendesak dilakukannya perubahan karena mereka telah bosan dengan status quo. Penampilan Assad tersebut ibarat potret pendahulu-pendahulunya yang sudah terlebih dahulu berjatuhan.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Koalisi oposisi Suriah menilai bahwa pidato itu hanya taktik Assad untuk membatalkan upaya diplomatik dalam menyelesaikan krisis yang sedang terjadi di negara tersebut. Juru bicara dari Koalisi Suriah, Walid al-Bunni menilai bahwa tidak ada dasar bagi Bashar Assad kecuali seperti diktator lain di dunia, ia meskipun dalam keadaan terdesak, masih percaya diri dia mampu memulihkan situasi sesuai yang diinginkannya.

Salah seorang analis menganggap, pidato yang berlangsung di gedung opera ibukota Damaskus itu sebenarnya sudah cukup sebagai indikasi bahwa Assad sebenarnya dalam keadaan terdesak. Sudah tidak ada tempat yang aman baginya kecuali tempat persembunyian yang selalu berpindah-pindah akibat serangan dari tentara kebebasan anti rezim yang dilaporkan hingga kini, masih terus membukukan kemajuan militer di lapangan.

Bila demikian halnya, pidato tersebut ibarat ultimatum bahwa ia akan melakukan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan, tapi dengan cara membukusnya dalam kado berisi tawaran “solusi damai” yang sejalan dengan kepentingan kelanggengan kekuasaannya. Ia misalnya sengaja menonjolkan tekadnya untuk “menghabisi” perlawanan dari kelompok Salafi dan apa yang disebutnya kelompok takfir (mengkafirkan golongan Muslim yang tidak sepaham).

Sedangkan perlawanan yang lain dianggap sebagai tentara bayaran dari luar negeri, pengkhianat dan musuh rakyat sehingga musuh rakyat tempat kembalinya adalah neraka. Assad merasa tidak melihat ada mitra oposisi yang bisa diajak berdialog untuk mencapai solusi damai karena mereka semuanya adalah pengkhianat bangsa.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wah, Belut Hidup di Perut Pria Penggila Film Porno
Tulisan selanjutnya Warga Pulau Kera Lega Akhirnya Punya Madrasah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?