Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Aung San Suu Kyi Menang Mutlak, Banyak yang Ragu Membela Muslim Rohingya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 November 2015 16:14 4:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 November 2015 16:14
Bagikan
Peraih Nobel asal Myanmar (Burma) Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com—Partai pimpinan Aung San Suu Kyi Liga Nasional Demokrasi (NLD), dinyatakan menang telak dalam pemilihan bersejarah Myanmar.

Dengan lebih dari 80% dari kursi sudah resmi dihitung, NLD memperoleh lebih dari dua pertiga yang dibutuhkan untuk mengendalikan parlemen dan memilih presiden, mengakhiri periode pemerintahan berbasis militer.

Tetapi konstitusi baru menetapkan seperempat dari kursi parlemen dijatahkan bagi militer, yang berarti militer -yang merancang konstitusi itu- akan tetap sangat berpengaruh. Demikian dikutip BBC.

Pemilu hari Minggu lalu itu merupakan pemilu bebas pertama di Myanmar -atau Burma- sejak 25 tahun.

Komisi Pemilu sangat lambat menyampaikan hasil, dan pada Jumat pagi NLD hanya butuh dua kursi lagi untuk mencapai mayoritas di kedua majelis parlemen Burma.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Lalu pada pengumuman tengah hari, pejabat KPU Burma mengumumkan, NLD telah berhasil meraup 348 dari 664 kursi di kedua majelis perwakilan.

Hasil akhir belum akan keluar dalam waktu dekat, dan proses pemilihan presiden baru tak akan dimulai sebelum Januari, sesudah parlemen mulai bersidang.

Partai dukungan militer yang berkuasa sekarang, USDP, sejauh ini baru memperoleh 5% suara. USDP sebelumnya menang Pemilu yang dituding curang lima tahun lalu.

Banyak pihak menaruh harapan atas kemenangannya. Terutama terkait pembelaan terhadap hak-hak kaum Muslim dan etnis Rohingya.

Harrison Akins, kandidat doktor ilmu politik dari Universitas Tennessee-Knoxville menulis di The Huffington Post, junta militer sejak tahun 1978, sudah mulai kampanye memberangus hak Muslim Rohingya dengan operasi yang disebut Operasi Naga Min (Raja Naga).

Selama operasi ini, militer Burma (Myanmar) melakukan penyitaan tanah warga Muslim, menghancurkan masjid-masjid, melakukan penangkapan sewenang-wenang dan pemerkosaan secara meluas.

Tujuannya mereka mendorong muslim Rohingya keluar dari rumah mereka dan pergi dari negara itu. Hampir 250.000 Muslim Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh.

Selain itu, etnis Rohingya ditolak kewarganegaraan di negeri Myanmar secara resmi sejak 1982, tidak diakui sebagai salah satu dari 135 etnis pribumi Myanmar, hak pilihnya dicabut. Banyak etnis Rohingya dipaksa bekerja sebagai tenaga kerja budak di negara bagian Rakhine dan kaum wanitanya dikenakan prostitusi paksa dan brutal.

Dengan kemenangan Aung San Suu Kyi Harrison Akins berharap pemerintah di bawah NLD, memberi perubahan baru.

“Untuk demokrasi yang dinamis dan stabil, harus bekerja untuk memasukkan, mengintegrasikan dan menghormati semua orang di Myanmar, termasuk etnis Rohingya, dan memberikan mereka hak yang sama sebagai warga negara di bawah pemerintahan yang demokratis,” ujarnya.

Namun menurutnya kemenangan ini akan menjadi pembuktian pada Aung San Suu Kyi, apaka NLD benar-benar membela kaum tertindas.

“Sebuah langkah penting bagi pemerintah baru di Myanmar karena itu harus menjadi pengakuan sederhana dari Rohingya.”

Namun Tun Khin, aktivis hak asasi manusia dan Presiden Burma Rohingya Organisasi di Inggris meragukan Suu Kyi. Dalam sebuah artikelnya di International Business Times (iBT), 10 Noveembr 2015, ia mengatakan, militer masih akan tetap berkuasa.

“Partai baru yang berkuasa harus segera memanusiawikan kebijakan dan praktek terhadap 1,3 juta orang Rohingya, mengambil langkah-langkah konkret untuk mengakhiri dekade penindasan sistematis, dan mengembalikan kewarganegaraan penuh dan hak-hak etnis Rohingya.”

Sebab pemenang Hadiah Nobel Perdamaian ini pernah mengalami hal salam, menghabiskan puluhan tahun di bawah tahanan rumah yang ditetapkan militer.

Selain itu, di bawah konstitusi Myanmar, Aung San Suu Kyi tidak bisa menjadi presiden. Karena ada ketentuan yang melarang siapa pun yang memiliki anak yang lahir sebagai warga asing, untuk menjabat sebagai presiden. Kedua anak laki-lakinya lahir sebagai warga Inggris.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu KyiburmaLiga Nasional Demokrasimuslim RohingyamyanmarNLDpenindasan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota Komnas HAM Janji Lakukan Investigasi kasus Pelarangan Masjid di Bitung
Tulisan selanjutnya ‎Perlu Istiqamah, Rajin Ibadah Jangan Sesaat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?