Hidayatullah.com–Menurut dokumen-dokumen yang dirilis Gedung Putih, aspek ekonomi rencana ‘perdamaian’ Donald Trump antara Palestina dan Israel termasuk memberikan $9 miliar ke Mesir, setengahnya berupa pinjaman lunak.
Dokumen itu mengungkapkan bahwa $50 miliar akan didedikasikan untuk bagian ekonomi dari ‘deal of the century’ (Kesepakatan Abad Ini), yang akan diinvestasikan untuk wilayah Palestina, serta Libanon, Jordania dan Mesir.
Penasihat yang juga menantu Presiden AS, Jared Kushner, akan mengumumkan rincian dari fase pertama rencana ‘perdamaian’ buatan Amerika dalam lokakarya “Peace for Prosperity” di Manama, Bahrain, pada 25 dan 26 Juni ini.
Menurut dokumen tersebut, dana yang diterima Mesir akan diinvestasikan secara berkala selama 10 tahun, sebagai berikut:
- $5 miliar akan diinvestasikan dalam modernisasi infrastruktur transportasi dan logistik di Mesir.
- $1,5 miliar akan diinvestasikan untuk mendukung upaya Mesir menjadi distributor gas alam regional.
- $2 miliar akan didedikasikan ke dalam Proyek Pengembangan Sinai ($500 juta untuk proyek pembangkit listrik, infrastruktur air, infrastruktur transportasi dan proyek pariwisata).
- Serta tambahan $125 juta akan diarahkan ke Overseas Private Investment Corporation (OPIC), yang akan mengarahkan dana ini ke perusahaan kecil dan menengah di Mesir.
- $42 juta untuk perbaikan dan modernisasi jalur transmisi listrik dari Mesir ke Jalur Gaza.
- Komitmen untuk mendiskusikan cara meningkatkan kesepakatan dagang antara Mesir, Israel, Jalur Gaza dan Tepi Barat melalui Zona Industri yang memenuhi syarat (QIZ) di Mesir dalam kesepakatan QIZ
Baca: $40 Miliar untuk 3 Negara Arab Sebagai Bagian ‘Kesepakatan Abad
$50 miliar lainnya
Menurut dokumen tersebut, Tepi Barat dan Jalur Gaza akan menerima sekitar $28 miliar, yang akan diinvestasikan untuk mengembangkan infrastruktur transportasi, jaringan listrik, infrastruktur pasokan air, pendidikan, perumahan dan agrikultur.
$5 miliar akan digelontorkan untuk infrastruktur transportasi yang menghubungkan Jalur Gaza dan Tepi Barat dan $1 miliar lainnya untuk pengembangan sektor pariwisata Palestina.
Lima miliar dollar sisanya akan dibagikan ke Jordania, yang akan menerima $7,4 miliar, dan Libanon, yang akan menerima $6,3 miliar. Keseluruhan dana akan dikumpulan melalui dana investasi yang dikelola oleh Bank Pengembangan Multilateral.
Baca: Hamas Tak Akan Pernah Menerima ‘Kesepakatan Abad Ini
Dari mana dana ini berasal?
Menurut dokumen, jumlah ini dibagi menjadi $ 13,4 miliar sebagai hibah, $ 25,7 miliar sebagai pinjaman bersubsidi, dan modal swasta dalam proyek-proyek tersebut akan menjadi $ 11,6 miliar.
Namun, ada keraguan serius apakah jumlah ini dapat dikumpulkan atau tidak.
“Ada keraguan mendalam tentang kemauan pemerintah donor potensial untuk memberikan kontribusi kapan saja selama perbedaan politik yang sulit yang menjadi inti konflik selama puluhan tahun antara Israel-Palestina belum terselesaikan,” kata Reuters dalam sebuah laporan. .
Kantor berita itu mengutip para ahli yang mengatakan: “Sebagian besar investor asing akan memilih untuk menjauh tidak hanya karena kekhawatiran keamanan dan kekhawatiran korupsi, tetapi juga karena hambatan yang dihadapi ekonomi Palestina karena pendudukan Israel di Tepi Barat, yang menghambat pergerakan orang, barang, dan layanan. ”
Baca: Warga Yordania dan Maroko Tolak Rencana “Perdamaian’ Versi Amerika
Harga yang dibayar Mesir
Dalam wawancaranya dengan Reuters, Kushner menjelaskan aspek ekonomi rencana itu sebagai “lebih tidak kontrversial,” menimbulkan lebih banyak pertanyaan mengenai formula untuk solusi politik yang dicari Trump dan rekan-rekannya.
Perwakilan Trump untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt, telah berulangkali menyangkal bahwa Amerika Serikat meminta Mesir untuk menyerahkan tanah di Sinai untuk membuat entitas berdaulat Palestina yang berekspansi ke wilayah di Rafah dan Arish.
Untuk bagiannya, Mesir mengumumkan keikutsertaannya di konferensi Manama minggi ini yang delegasinya dipimpin oleh Wakil Menteri Keuangan, Jubir Kementrian Luar Negeri Ahmed Hafiz mengatakan pada Middle East News Agency (MENA).
Hafez menekankan bahwa partisipasi Mesir bertujuan untuk “menindaklanjuti ide-ide yang akan ditampilkan selama pertemuan itu dan mengevaluasi kesesuaian tesis yang terkandung dengan visi Otoritas Nasional Palestina tentang cara pemberian hak-hak sah rakyat Palestina melalui kerangka politik dan sesuai dengan faktor penentu Arab dan Palestina, dan keputusan PBB terkait itu.
‘Deal of the century’ atau Kesepakatan Abad Ini adalah rencana ‘perdamaian’ yang disiapkan oleh pemerintahan Trump dan disebut memaksa Palestina untuk membuat pengakuan tidak adil demi ‘Israel’, termasuk pada status Jerusalem Timur yang dijajah dan hak kembali para pengungsi Palestina. */Nashirul Haq AR