Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

“Erdogan vs Darwin”: Lonceng Kejatuhan Pendidikan Sekuler di Turki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2017 08:47 8:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Oktober 2017 08:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Beberapa hari sebelum dimulainya tahun ajaran baru, Merve, seorang guru science kelas VIII, membolak-balik halaman buku pelajaran biologi lamanya.

Tampak sebuah gambar jerapah, bersama beberapa kata tentang Charles Darwin. Mengajarkan evolusi di sebuah negara berpenduduk mayoritas Muslim di mana enam dari sepuluh orang menyebut diri mereka teori penciptaan, menurut penelitian pada tahun 2010, tidak bukan hal mudah. Bahkan saat ini tidak mungkin.

Kurikulum baru telah menghapuskan semua referensi Darwin dan Teori Evolusi. Subyek semacam itu, kata Kepala Dewan Pendidikan Turki mengatakan pada awal musim panas ini, “di luar pemahaman” para pelajar muda.  (Sebelum ini para pengkritik pemerintah menduga, perubahan kurikulum yang menghapus Teori Darwin ini akan semakin mengurangi jam belajar siswa terkait sekularisme yang diwariskan pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk).

Baca: Baca: Teori Evolusi Makin “Ditentang” di Turki

Merve mengatakan, tangannya sekarang terikat. “Tidak mungkin kami dapat membicarakan tentang evolusi.”

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, telah menjelaskan di lebih dari satu kesempatan bahwa dia ingin memunculkan “generasi beriman” dari pemuda-pemudi Turki. Dan untuk itu dia telah membuat banyak perkembangan.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Kementrian Pendidikan, kata Feray Aytekin Aydogan, Kepala Persatuan Guru Sayap Kiri, yang sedang bekerja sama lebih dekat dari sebelumnya dengan organisasi non-pemerintah (NGO) Islam dan dengan Direktorat Hubungan Agama.

Kehadiran Sekolah Imam Khatib, sebuah sekolah kejuruan untuk melatih imam dan ulama Muslim, telah meningkat dari sekitar 60.000 pada tahun 2002 hingga lebih dari 1,1 juta (sekitar satu per sepuluh dari semua pelajar sekolah umum).

Pemerintah Turki baru-baru ini mengurangi persyaratan populasi minimal wilayah di mana sekolah semacam ini diizinkan dibuka dari 50.000 ke 5.000. Perubahan sebelumnya yang dilakukan menurunkan usia minimal anak-anak yang dapat memasuki sekolah-sekolah tersebut dari 14 tahun menjadi 10 tahun.

Baca: Gairah Belajar Bahasa Arab Meningkat di Turki

Kurikulum baru itu telah membuat kaum sekuler dan liberal Turki terkejut. Dari tahun ini hingga seterusnya, anak-anak berusia enam tahun akan diajarkan tentang kisah ‘kudeta gagal’ yang terjadi pada musim panas lalu.

Sementara itu, para pelajar sekolah Imam dan Khatib akan mempelajari ‘konsep jihad’. (Kementrian Pendidikan mengatakanm istilah tersebut juga merujuk pada perjuangan pribadi melawan dosa, telah disalahgunakan.) Sebuah modul tentang kehidupan Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam akan diajarkan pada para pelajar itu bahwa Muslim seharusnya menghindari menikahi orang atheis, dan para istri harus mematuhi suami mereka.

Presiden Recep Tayyip Erdogan juga memberlakukan peraturan baru bagi sekolah-sekolah, di mana mengharuskan semua sekolah-sekolah baru dilengkapi dengan ruang shalat, dipisah antara laki-laki dan perempuan.

“Interferensi agama dalam pendidikan tidak terlihat dan dalam,” kata Batuhan Aydagul, Pelopor Reformasi Pendidikan, sebuah kelompok think-tank di Istanbul.

Selama satu dekade berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Erdogan memimpin perbaikan besar-besaran pendidikan negara itu. Seiring dengan berkembangnya ekonomi, jutaan warga Turki terangkat dari kemiskinan.

Banyak dari pemuda Turki –khususnya anak perempuan– yang mulai bersekolah. Pengeluaran meningkat, dan ribuan sekolah baru dibuka. Prestasi para pelajar itu, seperti yang dicatat setiap tiga tahun oleh Program Penilaian Siswa Internasional (PISA),  telah mengalami peningkatan hingga tahun 2012, menurun dari tahun 2015.

Pelajar Turki berada di dua terbawah diantara semua negara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Kurikulum sebelumnya memberi penekanan besar pada pemikiran kritis. Sedangkan yang baru lebih beralih pada penekanan hafalan belajar.

Baca: Turki Cabut Larangan Kerudung di Sekolah Menengah

Para orang tua memprotes guru-guru yang tidak berkompeten, yang tidak menekankan bahasa, dan kelas yang terlalu padat. (Pemecatan lebih dari 30.000 guru yang diduga bersimpati pada pelaku kudeta tidak banyak membantu).

Banyak yang sekarang lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Devrim Ertekin, seorang karyawan pabrik obat-obatan, baru-baru ini mendaftarkan anak laki-laki berumur enam tahunnya di sebuah pre-school (PAUD) swasta di Istanbul, meskipun biayanya sangat menguras pendapatannya.

“Kami tidak lagi percaya sistem sekolah,” katanya. Perasaan semacam itu seperti telah menyebar luas. Anak-anak sekolah menengah atas Turki di pendidikan swasta telah meningkat dari 7% pada tahun 2011 hingga 20% pada tahun lalu. Sekolah-sekolah Turki mungkin berperforma buruk, tetapi di mata Erdogan hanya mereka yang dapat dipercaya untuk membesarkan generasi patriot sejati.

Para pelajar yang dikirim ke Barat untuk pendidikan, katanya pada 25 September, “banyak yang kembali sebagai  mata-mata sukarelawan Barat”.  Meski demikian, dua anak Erdogan juga lulusan Barat.*/Artikel diambil dari laman economist.com  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AKPCharles DarwinErdoganKudeta GagalMustafa Kemal Ataturk organisasi non-pemerintahNGOPartai Keadilan dan PembangunanRecep Tayyip ErdoganSekolah Imam KhatibsekulerSekulerisme TurkiTeori DarwinTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesty International Desak ASEAN Gelar Sidang Darurat Bahas Krisis Rohingya
Tulisan selanjutnya Kementerian Persekolahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?