Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Kami Lebih Baik tanpa Zionisme Uri Avnery

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2018 13:34 1:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Agustus 2018 13:34
Bagikan
Uri Avnery | Pengusiran warga Palestina tahun 1948 (Nakba)
Bagikan

Oleh: Haidar Eid

 

URI AVNERY, pendiri gerakan damai Gush Shalom, meninggal minggu ini di umur 94.

Pria yang lahir 10 September 1923 dan mantan geng Zionis Irgun ini ikut ambil bagian dalam al Yaum an Nakba (Hari Malapetaka), berupa pembersihan etnis Palestina di tahun 1948. Seorang penganut Yahudi Ashkenazi (Yahudi keturunan Eropa tengah atau timur)  ini menolak penjajahan Tepi Barat dan Gaza namun tidak pernah menyesali dosa asalnya – pencurian besar-besaran Palestina pada tahun 1948.

Bagi dirinya, seorang Zionis yang berkomitmen hingga akhir, penjajahan 1967 merupakan sumber dari “konflik Palestina-’Israel’”.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Menghilangkan tanda BDS

Saya tertarik dengan sikapnya terhadap dua masalah penting: hak kembali orang Palestina yang terjajah dan seruannya untuk BDS (boikot, divestasi dan sanksi) terhadap ‘Israel’ hingga mematuhi hukum internasional.

Baca: Zionis-’Israel’ Hadapi Jalan Buntu 

Posisinya mewakili apa yang biasa disebut orang ‘Israel’ “kiri”, yang adalah, soft Zionisme atau Zionisme lembut. Meskipun ada beberapa orang ‘Israel’ pemberani yang mendukung hak-hak dasar Palestina dan memperhatikan panggilan boikot kami, Avnery malah menentangnya. Dia dipersiapkan hanya untuk memberi pertimbangan ide memboikot produk-produk pemukiman ilegal dan bentuk-bentuk lain dari perlawanan populer “terkendali” melawan penjajahan.

Avnery termasuk sekelompok ‘Israel’ yang bertujuan untuk mengatur parameter mereka sendiri, membatasi perjuangan Palestina dan kampanye BDS, atau untuk memenuhi dukungan mereka untuk melayani agenda-agenda politik mereka. Dalam konteks ini, merupakan hal yang sangat penting untuk membedakan di antara berbagai varian dukungan tersebut, terutaman berkenaan dengan BDS.

Avnery sengaja menghindari kerangka politik yang ditetapkan oleh masyarakat sipil Palestina dengan memberikan dukungannya pada BDS sebagai sebuah strategi untuk mengakhiri ‘hanya’ penjajahan militer Tepi Barat dan Gaza tahun 1967. Ketika dia menggunakan istilah kolonialisme, dia membatasi penerapannya pada wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1967 – bukan Palestina bersejarah, yang sekarang mencakup negara ‘Israel’.

Baca: 39 Kelompok Sayap Kiri Yahudi Mendukung Gerakan BDS

Mengabaikan hak kembali warga Palestina

Bahaya dari formulasi ini adalah bahwa hal itu menghindari masalah hak kembali jutaan pengungsi Palestina, serta melegalkan dan melembagakan – dan saat ini telah dijadikan hukum – sistem rasisme dan diskriminasi terhadap penduduk Palestina ‘Israel’.

Yang dengan itu tidak hanya gagal mengikuti pendekatan komprehensif, berdasarkan hak yang diadopsi oleh seruan Palestina pada tahun 2005 untuk BDS, namun juga mengabaikan hak-hak yang disetujui PBB dari mayoritas besar penduduk asli Palestina.

Seruan BDS Palestina menganjurkan tindakan-tindakan menghukum, tanpa kekerasan hingga ‘Israel’ memenuhi kewajibannya untuk mengakui hak penentuan nasib sendiri Palestina dan sepenuhnya mematuhi hukum internasional dengan mengakhir penjajahan dan kolonisasinya terhadap semua tanah Arab dan membongkar tembok pemisah. Ini akan berarti mengakui kesetaraan penuh penduduk Arab ‘Israel’ dan melindungi hak-hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah-rumah mereka, sebagaimana ditetapkan oleh Resolusi PBB 194.

Avnery menolak untuk menerima definisi untuk BDS, meskipun fakta bahwa Palestina memiliki hak untuk menetapkan parameter dan untuk tetap berada di garis depan gerakan itu sebagai kerangka acuan yang sah.

Ini adalah cerminan dari beberapa upaya ‘Israel’ untuk membatasi lingkup perjuangan Palestina untuk kebebasan, kesetaraan dan keadilan – kecenderungan “Zionis kiri” untuk mendefinisikan istilah perjuangan dan mengesahkan tindakan solidaritas yang tepat untuk mengakhiri penindasan ‘Israel’ terhadap rakyat Palestina ketika mereka mendefinisikannya, terlepas dari kebutuhan orang-orang Palestina yang dijajah.

Baca: Keluarga Rothschild dan Gerakan Zionisme

Menantang Rasisme ‘Israel’

Avnery, seperti para soft Zionis lain, mengambil langkah berani untuk “menyelamatkan ‘Israel’ dari dirinya sendiri” dan menjamin tempat untuk itu di dunia Arab, tanpa membongkar sistem apartheid dan pemukim-kolonialisme.

Saya, seperti banyak orang Palestina lain, mempertanyakan ketulusan dari orang-orang ‘Israel’ yang tidak pernah menantang karakter rasis ‘Israel’, apalagi kejahatan besar yang dilakukannya terhadap rakyat kami pada tahun 1948.

Orang-orang ‘Israel’ haruslah mengindahkan seruan BDS dan mengakui hak-hak kami yang disetujui secara internasional, termasuk hak kembali ke Palestina. Avnery bukanlah salah satu dari mereka.

Sebaliknya, dia berkomitmen pada proyek Zionis di Palestina melalui pembelaannya terhadap “solusi dua-negara yang rasis” dan mayoritas Yahudi di 78 persen Palestina bersejarah. Dia dengan keras menentang negara demokratis di Palestina bersejarah, terlepas dari apapun agama, ras atau jenis kelamin penduduknya.*

Dr Haidar Eid adalah profesor di Jurusan Sastra Inggris di Universitas Al-Aqsha di Jalur Gaza. Artikel dimuat di Middle East Eye (MEE)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BDSboikotDivestasiGush ShalomIrgunisraelNakbapalestinasoft ZionismeUri AvneryyahudiYahudi Ashkenazizionisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar: “2019 Ganti Presiden” Tak Ada Unsur Melawan Hukum
Tulisan selanjutnya BWU: Polisi Harus Netral, Tak Melebar ke Ranah Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?