Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Mengapa Israel Mendukung Kurdistan Medeka?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2017 11:09 11:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Oktober 2017 11:03
Bagikan
Rakyat Kurdi bergembira sambil mengibar-ngibarkan bendera Israel
Bagikan

Oleh: Antoine Shalhat

 

MASALAH Palestina berada di titik fokus utama dalam konteks perdebatan yang terjadi di negara penjajahan Israel terkait kemerdekaan wilayah Kurdi di Iraq. Mereka yang mengikuti debat ini akan dengan mudah melihat bahwa alasan-alasan di balik mengapa banyak dari mereka yang tidak setuju Israel mengambil sikap publik mendukung kemerdekaan Kurdi ialah karena mereka takut bahwa hal ini akan digunakan oleh orang-orang yang mendukung sebuah negara Palestina.

Ketakutan mereka berdasarkan fakta bahwa sebuah negara Palestina akan menyebabkan terbongkarnya “negara nasional Yahudi” di dalam Palestina yang bersejarah, itulah yang akan terjadi pada sebuah negara nasional seperti Iraq dalam hal pembentukan negara Kurdi. Jika saya memiliki banyak kesempatan dalam artikel ini, saya akan mengutip sejumlah pernyataan terkait masalah ini.

Namun, para pendukung kemerdekaan Kurdi tidak khawatir dengan ketakutan ini. Di antara banyak hal lain, para pendukung ini menekankan bahwa selain masalah ekonomi terkait minyak yang Israel dapatkan dari Kurdi di Iraq, menurut laporan-laporan media asing, Israel juga memiliki pertimbangan keamanan dan intelijen serta mendapatkan keuntungan yang penting  dari hubungan dekatnya dengan Kurdistan.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Baca: Israel Dukung Negara Kurdi Merdeka di Iraq

Beberapa dari para pendukung ini menghubungkan ketakutan-ketakutan pendirian sebuah negara Kurdi yang disuarakan oleh orang Arab dengan ekspektasi-ekspektasi mereka tentang pendirian koloni Israel.

“Kartu Kurdi” bukanlah hal baru dalam kebijakan regional yang diadopsi Israel. Negara itu mulai menggunakan kartu ini dalam konteks yang biasa disebut “strategi lingkaran ketiga negara” yang diadopsi oleh Perdana Menteri Israel pertama, David Ben-Gurion, pada tahun 1950-an dan 1960an.

Strategi ini berdasarkan gagasan bersekutu dengan negara-negara di Timur Tengah yang saling berbagi kepentingan, khususnya kepentingan keamanan, dengan Israel, tetapi sama sekali tidak saling berbatasan.

Kepentingan-kepentingan ini memungkinkan Israel bekerja sama dengan negara-negara tersebut dalam upaya memperlemah atau mengekang rencana militer negara-negara tetangga, seperti persekutuan dengan Syah Iran, persekutuan dengan Turki, membantu Kurdi, dll.

Baca: Mossad Berperan dalam Referendum Kemerdekaan Kurdi, kata Erdogan

Perdana Menteri Israel saat ini, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mengadopsi strategi ini lebih dari tiga tahun yang lalu dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Institut Studi Keamanan Nasional di Universitas Tel Aviv berjudul “In the Absence of Progress toward a Final Status Agreement: Options for Israel”, yang tentunya merujuk pada kesepakatan final negara itu terkait konflik Palestina-Israel.

Saat itu, Netanyahu menyebutkan salah satu dari pilar kebijakan Israel harus berupa pendirian kerjasama regional terbatas antara Israel dan negara-negara Arab, yang dia sebut “moderat”, dengan dalih untuk membatasi gerakan/kelompok pejuang Islam. Netanyahu mengulangi keinginannya untuk bekerja sama dengan Negara Teluk, khususnya Arab Saudi, dan secara publik mengakui, untuk pertama kalinya, bahwa Israel berkeinginan untuk memberi Jordania dukungan militer, Dia juga mengakui bahwa Israel mendukung aspirasi kemerdekaan Kurdistan dan menganggap Mesir sebagai rekan yang penting dalam faksi ini.

Pertanyaan yang masih tersisa saat ini ialah: Bagaimana Israel akan menghadapi kontradiksi antara dukungannya untuk Negara Kurdi dan penentangannya dalam pendirian Negara Palestina bahkan dalam perbatasan yang disepakati pada 1967?

Baca: Referendum Kurdi Merdeka dan Perpecahan Politik

Salah satu juru bicara paling terkenal Netanyahu mengatakan, terkait masalah ini, bahwa tidak seperti Kurdi, yang dianggap sebagai sebuah negara kuno yang telah hidup selama bertahun-tahun di dalam wilayahnya, Zionisme menuntun pada ditemukannya orang-orang Palestina, dan bahwa identitas nasional mereka hanya berdasarkan penyangkalan terhadap Zionisme dan Negara Yahudi.

Di saat yang sama, sementara juru bicaranya menganggap pendirian Negara Kurdi sebagai sebuah kontribusi pada keseimbangan regional, munculnya Negara Palestina dianggap sama saja dengan membahayakan negara penjajah itu.*

 Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Arab di Al-Araby Al-Jadeed, 4 Oktober 2017. Kemudian diterbitkan ulang oleh Middle East Monitor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benjamin NetanyahuErdoganiraqIraq utaraisraelisrael dan KurdiKartu KurdiKurdiKurdi IraqKurdi MerdekaMossadNegara IndependenPKKRecep Tayyip ErdoganreferendumTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Operasional Haji 1438 H Berakhir, Jamaah Dipesankan Jaga Ketekunan Beribadah
Tulisan selanjutnya Polisi Gerebek Pesta Homoseks di Harmoni, Komnas HAM Mengapresiasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?