Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Yahudi Hasidic atau Hasidim

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Januari 2023 15:33 3:33 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Januari 2023 16:45
Bagikan
Bagikan

Hasidic atau Hasidim ialah paham Yahudi Ortodoks ekstrem yang muncul karena pengaruh modernisasi pemikiran Kabbalah  dan pemikiran beberapa kelompok sekte Nasrani abad ke-17 dan ke-18 M

Hidayatullah.com | MENURUT agama Yahudi, Hasidic atau juga disebut Hasidim (Hasidic Judaism) bermakna taqiy (yang bertakwa). Kata ini diambil dari bahasa Ibrani, dan pertama kali digunakan untuk menyebut suatu paham sufisme.

Hasidic atau Hasidim berasal dari kata Aram hasa yang berarti “saleh”. Kaum Hasidim menaati dan menghormati Taurat, beserta adat istiadat Yahudi, sehingga mereka amat menentang helenisasi yang dianggap bertentangan dengan tradisi Yahudi.

Dalam perkembangannya, kata ini pun digunakan untuk menyebut para  pengikut gerakan Hasidic atau Hasidim. Pendiri gerakan Hasidic/Hasidim ini adalah Rabbi Israel, Ba’al Seyim Thouf (Baal Shem Tov).

Hasidic ialah paham Yahudi Ortodoks ekstrem yang muncul karena pengaruh modernisasi pemikiran Kabbalah (imanensi) yang dipaparkan sebelumnya, cerita rakyat klasik yang berkembang di kalangan para petani Eropa Timur, pemikiran beberapa kelompok serta sekte Nasrani abad ke-17 dan ke-18 M di Eropa Timur; yaitu kelompok separatis (dalam bahasa Rusia: Raskolniksc) di Rusia dan Ukraina, kelompok Dukhobor, Stranicy, Scoptsy, Mulukane, dan lain sebagainya.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Adapun yang paling mempengaruhi Hasidic ialah kelompok Khlysty, sebab pemikiran-pemikiran Tsazzik Hasidic dan Khlysty berdekatan. Hasidic atau Hasidim adalah kelompok Yahudi yang muncul untuk menentang kebijakan helenisasi terhadap masyarakat Yahudi oleh penguasa asing.

Tujuan perjuangan kaum Hasidic/Hasidim adalah kemerdekaan agama, yakni diberikan kebebasan untuk menjalankan agama Yahudi oleh penguasa asing.

Hasidic menganggap kerabian Yahudi sudah menjadi akidah yang bersifat formal, naif dan kering, hampa dari unsur spiritual dan sentimental (perasaan). Kerabian hanya ingin menjaga perintah dan larangan tanpa memperhatikan makna substantitnya.

Hasidic menjadi sekte yang berpegang pada konsep imanentisme dari segi kedekatan pribadi dengan Tuhan (Devekut) -sebagaimana dijelaskan dalam bahasan tentang hakikat keyakinan Kabbalan sehingga, penerapan konsep tersebut menyebabkan munculnya pengalaman spiritual dan keimanan yang terwujud dalam diri pelakunya berupa perasaal bahagia dan ekstase (kegembiraan yang luar biasa).

Permulaan dan penyebaran Hasidic

Pemimpin besar Hasidim, Rabi Schneur Zalman dari Liadi, mengajarkan bahwa “musik adalah pena jiwa.” Hasidim adalah kelompok yang paling cepat berkembang dalam Yudaisme.

Pada abad 16, 17, dan 18 M, kaum Yahudi Polandia mengalami penderitaan jasmani dan rohani. Inilah akibat krisis ekonomi yang melanda tatkala itu.

Keadaan memburuk pada waktu terjadi revolusi Chmielnicki melawan ketamakan orang-orang kaya Yahudi yang menjadi kaki tangan kalangan Borjuis Polandia yang selama itu mengeskploitasi para petani dan rakyat miskin.

Revolusi tersebut berdampak pada terusir serta terlantarnya seluruh umat Yahudi baik yang miskin maupun yang kaya. Padahal sebagiannya sudah menyewa toko-toko dan kedai-kedai kecil lagi bekerja di sana.

Kondisi kaum Yahudi semakin terpuruk sehingga jumlah pencoleng dan pencuri di tengah mereka semakin bertambah. Banyak keluarga Yahudi menganggur dan tidak bisa bekerja, akibatnya mereka semakin tertekan.

Situasi ini diperparah dengan kegagalan seruan Shabtai, tokoh Yahudi yang di kemudian hari beralih keyakinan dan memeluk agama Islam.

Setelah Perang Dunia I, mayoritas Yahudi Hasidic bermigrasi ke Amerika dan menetap di sana. Di tengah kaum Yahudi muncul sistem Kahhal (feodalisme) untuk mengeksploitasi kaum Yahudi demi kepentingan Pemerintah dan kaum Borjuis.

Akibatnya, kaum Yahudi terisolir dari dunia luar. Mereka pun menjadi kaum yang terbelakang dan makin menjauh dari pusat pengajaran Talmud di kota-kota besar. Semua kondisi ini mendukung diterimanya pemikiran Hasidic yang meyakini belajar syariat Talmud sebagai sampingan belaka.

Pada abad ke-20, rezim komunis anti-agama, bersama-sama dengan kehancuran Holocaust, hampir sepenuhnya menghapus Yahudi Hasidim dari peta.

Hasidic dianggap sebagai napas baru serta pelipur kesedihan dan derita kaum Yahudi. Dari wilayah Podolia di Polandia, Hasidic bergerak menuju wilayah pusat Polandia, kemudian menuju Lithuania dan Belarussia, lantas ke daerah-daerah timur kekaisaran Austria-Hongaria; di antaranya Galicia, Bocofina, Transilvania, Slovakia, Hongaria, dan Rumania.*/Dr. Thariq As-Suwaidan, Ensiklopedi Yahudi Bergambar

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlinePilihan RedaksiyahudiYahudi HasidicYahudi HasidimYahudi Ortodoks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pembatalan haji PKS Usul Pangkas Biaya Haji 2023, Kurangi Masa Ibadah Hanya 30 Hari
Tulisan selanjutnya Bantu Tetangga Mahasiswa Saudi di Amerika Tewas Ditikam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh

Berita
12 Juli 2026 11:46
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
MUI Jabar Berencana Bentuk Satgas dan Posko Anti LGBT, Terima Dukungan Puluhan Ormas dalam Audiensi
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times

Terbaru

  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
  • ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
  • Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
  • Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
  • Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?