Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Sebelum Bencana, Warga Nepal Sembahkan 6000 Kerbau untuk Dewi Gadhimai

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Mei 2015 19:41 7:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Mei 2015 11:11
Bagikan
Lebih dari 250.000 hewan dibariskan untuk dipenggal dalam perayaan agama Hindu di Nepal
Bagikan

Hidayatullah.com—Pasca gempa berkekuatan 7,9 Richter di Nepal hari Sabtu (25/04/2015)  jejaring sosial dibanjiri berbagai berita dan hal-hal terkait musibah  yang hingga hari ini diklaim telah mencapai 17.000 orang tewas dan 14.021 orang terluka.

Belum lama ini, di berbagai grup-grup diskusi WhatsApps (WA) banyak beredar video dan foto yang dikaitkan dengan musibah gempa di Nepal berupa ‘pemenggalan’ besar-besaran hewan untuk persembangan para dewa.

“MasyaAllah, ribuan kerbau dibantai di Nepal untuk menghormati para Dewa dalam agama Hindu”, demikian bunyi pesan salah satu anggota grup diskusi di WhatsApps yang didapat redaksi hidayatullah.com, Jumat (01/05/2015) dengan sebuah kirimkan video berupa upacara ‘pemenggalan’ ribuan kerbau.

Dalam waktu tak lama, beberapa foto yang sama sudah beredar pula di grup-grup WA. Beberapa orang, sempat mengirim pernyataan ke redaksi hidayatullah.com guna mengkonfirmasi tentang kebenaran foto dan video tersebut.

Festival Pemujaan Dewi Gadhimai

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Menurut catatan dengan sumber media Barat, sekitar enam bulan lalu sebelum gempa Nepal, tepatnya 28 November 2014, di Nepal ada Festival Gadhimai, sebuah festival perayaan agama Hindu yang diadakan sekali setiap lima tahun di Candi Gadhimai Bariyapur, Distik Bara, sekitar 100 miles (160 KM) selatan Ibu Kota Kathmandu, di Nepal bagian selatan yang berbatasan dengan India.

Perayaan ini melibatkan persembahan hewan (berupa; kerbau, babi, kambing, ayam, dan merpati) terbesar di dunia yang bertujuan menyenangkan Dewi Gadhimai, Sang Dewi Kekuasaan.

Nepal_bantai_RTR5a

 

Dalam perayaan ini, diperkirakan lebih dari 250.000 hewan dikorbankan untuk menyenangkan dewi-dewi Hindu.

Catatan Reuters mengutip organisasi hak-hak hewan, PETA, yang meminta untuk menghentikan ritual tersebut, festival sebelumnya lebih dari 250.000 burung dipotong.

Festival tersebut diakhiri dengan ritual memenggal 6.000 kerbau di sebuah lapangan dekat kuil tersebut. Ritual itu selesai dilakukan selama dua hari.

Aktivis dari PETA terus-menerus mengampanyekan untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai upacara terkeji, ‘pembantaian massal’ tersebut. Meski begitu, panitia ritual justru menyebut festival tahun ini menjadi yang terbesar.

Sebanyak 2,5 juta pengunjung menonton festival tersebut, menurut pejabat setempat, Yogendra Prasad Dulal. Ia juga mengatakan, mustahil menghitung jumlah keseluruhan hewan yang dikorbankan selama ini.

“Ini adalah hari yang besar,” kata Mangal Chaudary, kepala pendeta dari Kuil Gadhimai. “Pengorbanan dari kerbau-kerbau sudah selesai, tetapi akan kami lanjutkan dengan pemotongan kambing dan hewan lainnya untuk satu hari ke depan,” lanjutnya.

Selama dua hari di acara festival, para pemuja Hindu ini telah memotong lebih dari 6.000 kerbau dan 100.000 kambing serta hewan lainnya.  Hewan-hewan ini dipersembahkan untuk Dewi Gadhimai.

Seperti diketahui, lebih dari 80 persen (27 juta penduduk Nepal) adalah pemeluk agama Hindu.

Para pemuja percaya pengorbanan hewan itu akan mendatangkan keberuntungan dan kesejahteraan setelah Dewi Gadhimai terpuaskan.

Meskipun sapi dianggap suci, ribuan hewan yang dipotong, di gambar, adalah kerbau. Jangan bayangkan ‘pengorbanan’  hewan ini seperti cara Islam yang disembelih urat leher (tepatnya 3 saluran di leher) dengan cara ditidurkan terlebih dahulu. Sebanyak 6.000 kerbau ini digiring di sebuah lapangan terbuka, kemudian dipenggal kepalanya, mulai dari atas, menggunakan pedang khas.

Adapun bagian kepala dari hewan yang dikorbankan akan dikubur dalam liang kubur yang besar, sedangkan bagian kulit akan dijual ke pedagang.

Nepal_bantai_RTR4a

 

Para aktivis dari PETA berkali-kali memprotes festival ini. “Sangat tidak layak membunuh binatang dengan mengatasnamakan agama,” kaat Uttam Kafle, anggota perlindungan hak hewan kepada Reuters.

“Kami mencoba meyakinkan masyarakat bahwa mereka bisa saja melakukan pemujaan dengan cara yang damai, tanpa perlu melakukan kekejaman terhadap hewan,” lanjut Uttam.

Pengadilan Tinggi India belakangan ini sudah meminta pemerintah untuk menghentikan pengiriman hewan ke Nepal yang digunakan untuk upacara tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:babiHindukambing
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ringkasan Kitab Al-Filaha (Jilid II)
Tulisan selanjutnya Tokoh AQAP yang Mengklaim Bertanggungjawab atas Serangan Charlie Hebdo Dikabarkan Terbunuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?