Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Kondisi Pengungsi Suriah di Kamp Pengungsian Idlib

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 8 Januari 2020 16:45 4:45 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Januari 2020 16:45
Bagikan
Pengungsi Suriah di Idlib (AA)
Bagikan

Hidayatullah.com-Tinggal di kamp berlumpur dengan hanya sebuah tenda darurat sebagai perlindungan dari cuaca beku lebih sulit daripada menghadapi bom-bom rezim, seorang remaja perempuan Suriah yang mengungsi dengan keluarganya di Idlib, Suriah barat laut mengatakan pada Anadolu Agency.

Erva Mervan, 13 tahun, merupakan salah satu dari banyak orang yang mendatangi kamp di Idlib selatan, meninggalkan kota kelahirannya dan menyelamatkan diri dari serangan pasukan rezim Assad dukungan Rusia.

Mereka saat ini berjuang untuk selamat dari musim dingin dan hujan lebat di kamp yang menampung 130 keluarga di zona de-eskalasi di provinsi itu.

“Kami membutuhkan makanan […] Kami membutuhkan banyak hal seperti selimut dan tenda. Sebenarnya, kami membutuhkan apapun,” katanya.

“Kami datang ke sini menyelamatkan diri dari pengeboman [Bashar] Assad. Tetapi tinggal di sini lebih sulit daripada bombardir Assad,” tambahnya.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Kamp pengungsian itu didirikan di sebuah lapangan di distrik Sarmada, namun jalan daruratnya banjir dan membuat tenda-tenda dipenuhi lumpur.

Warga sipil di kamp itu mendapatkan air minum mereka dari tangki-tangki plastic di tengah kamp yang diisi dengan air hujan sekali sehari.

Kamp itu telah menyaksikan hujan lebat dan penurunan suhu hingga ke titik beku pada malam hari. Para keluarga yang tidak dapat menemukan kayu bakar atau bahan bakar akan mengumpulkan dan membakar plastik, kardus, sepatu tua dan pakaian dari daerah sekitarnya.

Semir Abdullah Casim merupakan salah satu penghuni lain kamp Sarut.

Ibu dari empat anak, Casim mengatakan pada Anadolu Agency bahwa dia dan keluarganya telah berada di kamp selama 20 hari.

“Tenda kami kebanjiran. Kami membakar sepatu, dan pakaian untuk menghangatkan diri,” katanya.

“Makan siang kami tiga telur dan kami tidak punya apa-apa untuk makan malam. Kami memakan apapun yang kami temukan,” tambahnya.

Fatima Karima, 14 tahun, menyampaikan kepada Anadolu Agency kesedihannya karena tidak bisa bersekolah.

Abu Casim, penanggung jawab kamp Sarut, mengatakan jumlah penghuni kamp meningkat setiap harinya.

“Tenda kami dalam kondisi yang sangat buruk. Karena hujan lebat, banjir di mana-mana. Bahkan di jalan utama di kamp kami banjir. Beberapa tenda bahkan kekurangan pemanas […] Kami sedang menunggu bantuan,” katanya.

Turki dan Rusia sepakat pada September 2018 untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Sejak itu, lebih dari 1.300 warga sipil telah terbunuh dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi ketika gencatan senjata terus dilanggar.

Lebih dari 1 juta warga Suriah telah mengungsi ke dekat perbatasan Turki karena serangan hebat tahun lalu.

Menurut Koalisi Nasional untuk Pasukan Revolusioner dan Oposisi Suriah, provinsi Idlib adalah rumah bagi sekitar 3 juta warga sipil, 75% dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadIdlibpengungsi SuriahPerang Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aila: Kasus Kejahatan Seksual Reynhard Sinaga Fenomena Gunung Es
Tulisan selanjutnya 500 Keluarga Muslim Diusir, Rumah Mereka Dihancurkan karena Tak Coblos Partainya Modi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?