Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Mohammad Dahlan: Agen Uni Emirat Arab, Pengkhianat Keinginan Rakyat

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 15 Desember 2019 09:51 9:51 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 15 Desember 2019 09:51
Bagikan
Israel membatalkan pemungutan suara
Dahlan nampak akrab dengan mantan Menteri Pertahanan Israel, Shaoul Mofaz
Bagikan

Hidayatullah.com | TUDUHAN Turki terhadap mantan pemimpin Fatah Mohammad Dahlan yang berperan dalam upaya kudeta gagal 2016, yang menempatkannya di daftar teroris paling dicari negara itu, bukanlah tuduhan pertama terhadapnya lapor Anadolu Agency pada 14 Desember 2019.

Dahlan memiliki sejarah panjang merencanakan perlawanan terhadap Arab Spring (atau Musim Panas Arab adalah gelombang revolusi unjuk rasa dan protes yang terjadi di dunia Arab) dan dituduh ikut serta dalam kontra-revolusi yang bertujuan menjauhkan kelompok-kelompok Islam, khususnya Ikhwanul Muslimin, dari meraih kekuasaan di negara mereka, seperti yang terjadi di Mesir.

Pada tahun 2012, Dahlan bekerja sama dengan Abdel Fattah al-Sisi yang saat itu menjadi Menteri Pertahanan untuk menggulingkan Muhammad Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis.

Namanya juga muncul di Libya yang dilanda konflik, sebagai agen Uni Emirat Arab yang didukung oleh komandan militer kontroversial Khalifa Haftar di Libya timur.

Dahlan, mantan pejabat keamanan yang terkenal keji dan operator politik yang berbasis di Abu Dhabi, telah bersembunyi selama bertahun-tahun dalam bayangan politik Palestina.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Lahir pada tahun 1961 di Khan Yunis di Gaza, Dahlan mengepalai aparatur Keamanan Preventif Palestina di Gaza dari tahun 1995 ke tahun 2000, pasca pendirian Otoritas Palestina tahun 1994.

Selama bertahun-tahun, pasukannya terlibat dalam aksi-aksi kekerasan dan intimidasi terhadap orang yang kritis, jurnalis dan anggota kelompok oposisi, terutama dari Hamas dan Jihad Islam, memenjarakan anggota kedua kelompok tanpa tuduhan resmi.

Sejumlah tahanan meninggal dunia dalam keadaan mencurigakan selama atau setelah interogasi oleh pasukan Dahlan.

Pada tahun 2007, Dahlan meninggalkan Gaza menuju kota Tepi Barat di Ramallah, setelah Hamas mengalahkan upaya-upayanya yang didukung AS untuk menggagalkan kendali grup itu atas Gaza.

Presiden AS George W. Bush menyebut Dahlan pada saat itu dengan “anak kami”.

Di Ramallah pada tahun 2011, Dahlan dikeluarkan dari Fatah setelah berselisih dengan Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas. PA menuduh Dahlan memperkaya dirinya sendiri melalui korupsi dan berkonspirasi untuk melemahkan Abbas.

Sejak itu, Dahlan telah tinggal di UEA, dan menjadi penasihat Putra Mahkota Abu Dhabi Muhammad bin Zayed, di mana dia berkomplot untuk melemahkan revolusi Arab Spring dan mengimplementasikan agenda UEA di negara-negara regional dan Arab.

Baca: Siapa Mohammad Dahlan, yang Diburu Turki dengan Imbalan 4 Juta Lira? (1)

Upaya Kudeta di Turki

Setelah gagalnya upaya kudeta di Turki pada tahun 2016, nama Dahlan mencuat sebagai tersangka. Sumber keamanan tinggi Turki melaporkan UEA bekerja sama dengan komplotan kudeta, menggunakan pemimpin Fatah yang diasingkan itu sebagai perantara.

Dahlan diduga telah memindahkan uang ke komplotan kudeta di Turki beberapa minggu sebelum upaya kudeta dan untuk berkomunikasi dengan dalang kudeta gagal, Fetullah Gulen, dan kelompoknya Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

Upaya kudeta itu menyebabkan 251 menjadi martir dan hampir 2.200 terluka. Pada Jumat, Turki memasukkan Dahlan ke dalam kategori teratas teroris yang paling dicari yang mempunyai hubungan dengan FETO, Kementerian Dalam Negeri mengatakan.

Imbalan untuk kepala Dahlan mencapai 10 juta lira Turki (sekitar 1,7 Juta Dolar AS).

Tangan kotor di Libya

Pada tahun 2017, Dahlan diselidiki oleh Mahkamah Pidana Internasional karena keterlibatannya dengan Saiful-Islam Gaddafi, anak laki-laki kedua dari Muammar Gaddafi penguasa Libya yang dibunuh, dan kepala intelejen Gaddafim Abdullah Al-Sanousi, untuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan dan penindasan penduduk sipil.

Uni Emirat Arab dilaporkan menggunakan Dahlan dalam upaya-upaya kontra-revolusi di Libya yang dipimpin oleh Ahmed Gaddaf Eldamm, sepupu dari diktator Libya, yang berbasis di Kairo.

Kemudian pada tahun 2018, laporan media mengatakan UEA menggunakan $30 miliar aset beku Libya melalui Dahlan untuk mendukung Haftar dalam perangnya melawan pemerintah Libya yang diakui secara internasional.

Baca: Siapa Mohammad Dahlan, yang Diburu Turki dengan Imbalan 4 Juta Lira? (2)

Pembuat masalah di Palestina dan agen Israel

Pada Maret 2014, dalam pertemuan Fatah, Abbas menuduh adanya keterlibatan Dahlan dalam pembunuhan enam tokoh Palestina dan menanyakan perannya dalam kematian mantan pemimpin Yasser Arafat.

“Ditemukan bahwa enam orang telah dibunuh atas perintah Dahlan,” Abbas mengatakan menyusul penyelidikan mengenai Dahlan, tetapi Abbas tidak mempublikasikan laporan tersebut.

Dia mengatakan Dahlan merupakan bagian dari rencana Israel untuk membunuh komandan sayap militer Hamas, Salah Shehada, yang dibunuh pada 22 Juli 2002.

Dahlan juga dituduh memfasilitasi pembelian real estat Israel yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsha. Dalam beberapa kesempatan, pemimpin Palestina Kamal al-Khatib menuduh Dahlan dan UEA menjadi bagian dari perencanaan jahat untuk mengambil alih rumah dan properti Palestina di kota tua di Baitul Maqdis yang dijajah.

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuduh Dahlan sebagai “pemimpin teroris” dan menambahkan bahwa “dia adalah agen Israel”.

Mencari kepemimpinan Palestina

Laporan media menyatakan bahwa Mesir, Jordania, dan UEA telah menjadi penghubung rencana Dahlan untuk menjadi pemimpin Otoritas Palestina selanjutnya.

Dilaporkan bahwa UEA mengadakan pembicaraan dengan Israel tentang strategi untuk mengangkat Dahlan.

Pandangan luas yang ada di lingkaran politik Palestina adalah bahwa keterlibatan Dahlan dalam hubungan luar negeri merupakan bagian dari strategi yang dirancang untuk memperkuat statusnya sebagai penerus Abbas.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab springFatahHAMASisraelKudeta Gagal TurkiLibyaMohammad Yusuf DahlanpalestinaTurkiUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Negara Bagian India Menolak UU Kewarganegaraan yang “Anti-Muslim”
Tulisan selanjutnya Bintang Arsenal Ozil: Mengecam Kebisuan Dunia Muslim atas Penindasan China terhadap Uighur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?