Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

500 Keluarga Muslim Diusir, Rumah Mereka Dihancurkan karena Tak Coblos Partainya Modi

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 8 Januari 2020 17:02 5:02 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Januari 2020 17:00
Bagikan
Muslim Assam India, yang terus mengalami diskriminasi (Indiatommorrow)
Bagikan

Hidayatullah.com-Sebanyak 500 keluarga Muslim dengan total 1800 anggota keluarga telah diusir dari rumah-rumah mereka di daerah Chotia, distrik Bishwanath, Assam pada 6 Desember 2019. Rumah mereka telah dihancurkan oleh pemerintah lapor India Tomorrow, belum lama ini.

Semua keluarga ini telah terdaftar di Daftar Warga Negara Nasional (NRC), bukti warga negara India asli di Assam, saat ini tidak memiliki rumah menghadapi musim dingin, tidak pula makanan. Mereka juga tidak memiliki banyak pakaian hangat untuk melindungi diri dari cuaca dingin.

Sebuah tim Jamaat-e-Islami Hind (JIH) dipimpin oleh sekretarisnya Mohammad Ahmed mengunjungi orang-orang yang terdampak ini untuk mempelajari situasi. Mereka menemukan bahwa para keluarga Muslim ini hanya mendapatkan sekali sehari. Menurut kesaksian mereka, rumah mereka dihancurkan karena mereka tidak memilih Padma Hazarika, salah satu anggota dewan legislatif.

Belum ada kelompok sosial, politik atau hak asasi manusia yang mengunjungi mereka sejauh ini, dan mereka belum menerima bantuan apapun. JIH menjadi organisasi pertama yang mendatangi mereka dan memberi bantuan.

Media juga gagal melaporkan situasi ini karena pemblokiran internet di Guwahati dan bagian lain karena agitasi anti-UU Amandemen Kewarganegaraan (CAB) di seluruh negara bagian.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Para relawan JIH menghibur mereka yang terdampak dan mengatakan kepada mereka untuk tidak kehilangan harapan kepada Allah SWT.

Saat ini, mereka tinggal di kamp-kamp dengan fasilitas minim.

Menurut tim JIH, mereka membutuhkan makanan, pakaian, rehabilitasi di tempat aman dan bantuan hukum.

Mereka juga tidak memiliki pakaian hangat untuk melindungi diri dari cuaca dingin. Team Assam CJP telah berada di garis depan dalam mengumpulkan dan mendistribusikan selimut dan bantuan lainnya kepada yang tergusur. Gambar-gambar di bawah ini menunjukkan kegiatan Assam Tim CJP.

Sejauh ini ada sedikit liputan media karena penutupan internet di Guwahati dan bagian-bagian lain negara tersebut karena agitasi anti-CAA di seluruh negara bagian.

Sabrangindia, sebuah media setempat, secara eksklusif membahas kebijakan pertanahan baru pemerintah Assam yang bertujuan untuk “mengusir” tanpa proses hukum ratusan ribu Hindu dan Muslim Bengali.

Diadili di Majelis Assam pada 28 November 2019, diskusi tentang itu ditangguhkan setelah oposisi mengajukan pertanyaan serius tentang langkah diskriminatif.

Meskipun pembicara Majelis Assam, Hitendra Nath Goswami mengeluarkan keputusan di Majelis yang menyatakan bahwa kebijakan pertanahan baru akan dilaksanakan hanya setelah diskusi yang tepat (selama sesi Januari-Februari 2020), pemerintah negara bagian telah memulai kebijakan pengusiran yang kontroversial ini di berbagai bagian. negara dengan sedikit memperhatikan basa-basi hukum. *

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AssamCABDaftar Warga Negara NasionalIndiaJamaat-e-Islami HindKeluarga MuslimNRCPartai Bharatiya JanataUU Amandemen Kewarganegaraan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kondisi Pengungsi Suriah di Kamp Pengungsian Idlib
Tulisan selanjutnya ACN-LKH Kammi Rumuskan Daftar Inventaris Masalah RUU P-KS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?