Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Anak Putus Sekolah Diimbau Tidak Jadi Pekerja

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 September 2016 07:14 7:14 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 September 2016 07:10
Bagikan
[Ilustrasi] Anak SD pulang dari sekolah.
Bagikan

Hidayatullah.com– Anak yang berpindah kegiatan dari bersekolah menjadi pekerja dinilai rentan menjadi korban perdagangan orang. Termasuk anak-anak terdampak bencana.

Hal itu diingatkan oleh Kepala Bidang Pemantauan dan Kajian Perlindungan Anak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia, Amsyarnedi Asnawi, dalam rilisnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Senin (26/09/2016).

Sewajarnya, kata  Amsyarnedi, anak-anak tidak didorong untuk menjadi pekerja. [Baca juga: LPA Indonesia: Ada Potensi Perdagangan Anak Pasca Bencana Alam]

Namun, hal itu dinilai memungkinkan terjadi pada situasi (pasca) bencana saat sarana-prasarana sekolah belum dapat dipulihkan. Sementara keluarga kehilangan sumber daya finansial untuk menopang pendidikan anak-anak.

Jika demikian, saran LPA Indonesia, dunia usaha dapat menggiatkan inisiatif-inisiatif berupa pengadaan pekerjaan yang memungkinkan anak-anak putus sekolah memperoleh pelatihan kerja.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dan (sebaiknya) bekerja di lingkungan mereka sendiri, dengan tetap mengacu pada ketentuan yang ada. Itu dimaksudkan untuk memperkecil potensi migrasi di kalangan anak-anak putus sekolah,” ujarnya.

Menurut LPA Indonesia, dunia usaha sepatutnya turut terpanggil untuk mengaktivasi program tanggung jawab sosial mereka di bidang perlindungan anak, termasuk penanganan anak-anak dalam situasi bencana.

Selain hal itu, Amsyarnedi mengatakan, semua kalangan juga berkepentingan untuk membuktikan bahwa anak-anak lebih tepat disebut sebagai penyintas bencana dibanding sebagai korban.

“Mereka, anak-anak di kawasan yang diterjang bencana alam, adalah penyintas cilik yang berdaya inspirasi bagi orang-orang dewasa untuk selekasnya memulihkan Garut dan daerah-daerah lain yang juga terpapar bencana alam,” pungkasnya.

Banjir bandang dan longsor melanda Kabupaten Garut dan Sumedang, Jawa Barat, pekan lalu. Sebanyak 2.200 anak sekolah dasar, menengah, maupun atas sederajat menjadi terdampak bencana di Garut, sehingga mereka membutuhkan seragam dan peralatan sekolah.

Banjir juga menyebabkan 8 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA di Garut rusak. [Baca juga: Memulihkan Garut]*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#PrayForGarutAmsyarnedi Asnawianakbanjir bandangbencana alamGarutJawa BaratkorbanLembaga Perlindungan AnaklongsorLPA Indonesiapasca bencana alampemulihanperdagangan anak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengajarkan Hadits Hingga Ajal Menjemput
Tulisan selanjutnya KMJ KPI STAIL Ikuti Muskerwil FORKOMNAS Wilayah I

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?