Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Harga Ketakwaan bagi Orang Beriman

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 27 September 2016 08:15 8:15 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 27 September 2016 08:15
Bagikan
Bagikan

IMAN dan takwa adalah hal pokok dalam kehidupan seorang Muslim. Segala perbuatan bisa terhitung baik jika mengalir dari telaga iman tersebut. Sedang takwa biasanya berfungsi mengawal hal itu menjadi kebaikan yang sempurna.

Tak heran, dalam setiap nasihat khutbah, juru khatib selalu berpesan untuk merawat serta meninggikan kadar iman dan takwa dalam diri setiap orang beriman.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya,  dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS: Ali Imran [3] : 102)

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu (Ra) berkata, jika kalian mendapati ayat yang dimulai dengan kalimat “Ya ayyuha al-ladzina amanu” hendaklah kalian sungguh-sungguh memperhatikan ayat tersebut. Sebab sesudah (lafazh) itu, datang perintah yang wajib dikerjakan atau larangan yang mesti dijauhi.

Membersihkan Hati dengan Terus Memperbarui Iman

Ibnu Mas’ud menambahkan, maksud sebenar-benar takwa di adalah menaati Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Senantiasa mengingat Allah serta bersyukur kepada-Nya tanpa ada pengingkaran (kufr) di dalamnya (Tafsir Ibnu Katsir: Dar at-Thayyibah, 1999).

Senada, Imam az-Zuhri Rahimahullahu menegaskan, jika kalian mendapati firman Allah “Ya ayyuha al-ladzina amanu” maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Sebab Nabi Shallallahu alaihi wasallam (Saw) sebagai teladan umat Islam juga telah mengerjakan hal tersebut.

Ayat di atas menggunakan maf’ul muthlaq (penyebutan obyek yang berasal dari kata kerja), yaitu “ittaqullaha haqqa tuqatihi”.

Disebutkan, semacam itu mengandung penegasan sebuah makna. Allah menyuruh bertakwa dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, bukan setengah atau separuh, apalagi jika agama ini dijadikan permainan.

Selain itu terdapat nafyu (penegasian) dan itsbat (penetapan) dalam lafazh “wa la tamutunna illa wa antum muslimuna“.

Sebuah gaya bahasa penegasan dari Allah tentang larangan mati selain di atas agama Islam. Bahwa hendaknya seorang Muslim tak henti berproses menjaga iman dan takwanya hingga akhir hayat nanti

Takwa Menurut Ulama

Pengarang kitab Jami al-Ulum wa al-Hikam, Ibnu Rajab menyebutkan, takwa adalah perilaku seorang hamba yang menjadikan sesuatu yang menghalanginya dari apa yang ia takutkan dan terjadi padanya.

Ketika hamba itu bertakwa kepada Allah berarti ia melakukan segala upaya yang menghindarkan dirinya dari ancaman dan murka Allah Ta’ala. Yaitu memenuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Al-Qusyairi berpendapat, takwa adalah kumpulan segala kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Bermula dari menjauhi perbuatan syirik lalu meninggalkan maksiat dan keburukan. Setelah itu berusaha menjauhi perkara syubhat hingga akhirnya tak berlebihan dalam hal-hal yang mubah.

Jelasnya, takwa ialah manifestasi dari rangkaian amalan kebaikan yang berpangkal dari kokohnya iman yang menancap pada diri seorang beriman.

dua sisi mata uang, iman dan takwa adalah sesuatu yang tak terpisahkan. Keduanya saling menguatkan. Iman bisa bertambah seiring nilai ketakwaan yang meningkat. Sedang takwa itu lahir dari adanya iman pada diri orang tersebut.

Sebagai modal utama dalam mengarungi kehidupan, persediaan bekal iman dan takwa sedikitpun tak boleh menipis apalagi habis. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika seorang musafir yang kehabisan bekal di tengah bentangan padang pasir misalnya.

Seperti itulah harga ketakwaan bagi orang beriman. Takwa menjadi harga mati dalam kamus orang beriman. Olehnya Allah senantiasa mengulang-ulang pesan takwa tersebut.

Syarat Utama Takwa

Meski menjadi bekal utama, ternyata takwa tak semudah membalik tangan. Takwa tersebut hanya bisa diraih melalui mujahadah (upaya sungguh-sungguh) dalam beribadah mendekat kepada Allah.

Disebutkan, selain iman maka perkara ilmu menjadi syarat utama meraih takwa. Sebab orang yang buta ilmu agama tak mungkin menjadi pribadi yang bertakwa. Sebaliknya sosok orang bertakwa niscaya punya ilmu tentang agamanya.

Imam Ibnu Rajab menjelaskan, prinsip dasar takwa adalah mengetahui urusan ketakwaan tersebut lalu ia bertakwa di dalamnya.

Seorang alim Bakr bin Khunais juga berkata, bagaimana mungkin seseorang bisa bertakwa sedang ia tak mengetahui mana (perintah) yang ia harus kerjakan dan mana (larangan) yang ia harus tinggalkan.

Penutup

Dengan segala dinamika persoalan yang dihadapi sekarang ini, ada baiknya para pemimpin bangsa dan seluruh elemen masyarakat mentadabburi ayat berikut ini. Allah berfirman:

(وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS: Al-A’raf [7]: 96)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

 “… Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah jadikan baginya jalan keluar (atas segala permasalahan.” (QS: At-Talaq [65]: 2).*/Masykur Abu Jaulah

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Imantakwataqwa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Karena Gerakan Jihad Indonesia Merdeka Melawan Penjajah
Tulisan selanjutnya Presiden IIBF Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Garut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?