Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Tentara Wanita Assad Protes Atas Tindakan Kekerasan Seksual

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2016 06:04 6:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Oktober 2016 06:04
Bagikan
Tentara wanita rezim Bashar al Assad yang mengaku banyak alami pelecehan seksual
Bagikan

Hidayatullah.com–Tentara wanita pemerintah Suriah mengadu dalam video bahwa mereka telah menerima kekerasan seksual yang dilakukan oleh tentara senior.

Dalam sebuah video yang dirilis di media sosial, tiga tentara wanita dari Brigade 130 “Secret Panthers”, mengatakan mereka telah mengalami “perlakuan tidak etis” dan diskriminasi karena penampilan fisik mereka:

“Kami meninggalkan keluarga dan kehidupan normal untuk bergabung dengan militer untuk mempertahankan tanah dan presiden, bukan untuk direndahkan atau bergabung dengan industri prostitusi,” jelas salah satu wanita, berbicara pada kamera sebagaimana dikutip laman middleeasteye, Kamis (01/10/2016).

Wanita lain menunjukkan bahwa suaminya merupakan seorang tentara, menambahkan bahwa dia bangga karena suaminya merupakan bagian dari paramiliter Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) “yang lebih baik daripada petugas di Brigade 130”.

“Para petugas di Brigade 130 memilih wanita untuk kepentingan pribadi mereka dan bertukar wanita dengan petugas lainnya,” dia menjelaskan.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

“Jika mereka menyukai seorang wanita mereka menyimpannya dan jika mereka tidak menyukainya, mereka merendahkannya. Saya seorang ibu dan mempunyai seorang anak yang aku tinggalkan demi ikut serta dalam pertempuran, tetapi sayangnya para petugas senior merupakan pencuri dan mereka mengambil uang, makanan dan minuman kami, dan apa yang kami dapatkan hanyalah perlakuan tidak etis.”

Salah satu wanita mengatakan dia memohon pada seorang kolonel di brigade tersebut agar mendapatkan liburan demi bertemu dengan dua anaknya, tetapi permohonannya ditolak karena “dia tidak cantik”.

Kolonel itu ingin melakukan “sesuatu” dengannya dan ketika dia mencoba untuk melaporkan hal tersebut ke brigade jenderal, “jenderal mengusirnya dari ruang kantor”, dia menambahkan.

Para wanita tersebut mengatakan setiap hari mereka dijemur di terik matahari dari jam 8 pagi hingga dua siang tanpa makanan atau minuman dan tidak diperbolehkan ke toilet. Dalam video tersebut mereka memohon pada pasukan Rusia di pangkalan udara Hmeimim untuk membantu kondisi mereka.

“Mereka ingin kami bertindak seperti kami sedang latihan di depan para tentara Rusia tetapi hal itu tidak benar. Kami tidak mendapatkan pelatihan apapun, dan kartu identitas ini tidaklah asli,”kata salah satu wanita, sambil memegang kartu identitas.

“Kami tidak mendapatkan bayaran yang cukup atau diberi sesuatu sebagai imbalan. Kami di sini untuk mempertahankan tanah kami tetapi mereka tidak memberi kami apapun.”

Menurut sebuah laporan di France24, terdapat 800 wanita yang terdaftar di tentara rezim Bashar al Assad, sebagian besar bagian dari Lionesses of Defence, sebuah faksi yang semua anggotanya wanita di Garda Republik Suriah di Damaskus.

Para analis menganggap keputusan Assad menggunakan tentara wanita hanya untuk menunjukkan dirinya pada dunia sebagai sebuah alternatif sekular dan progresive kelompok Islam garis keras di Suriah.

Ayahnya, Hafez al-Assad, yang berkuasa di Suriah dari tahun 1971 hingga 2000, juga memasukkan batalion wanita ke dalam militer untuk meningkatkan kepercayaan sekular di negaranya.

“Perang di Suriah merupakan dua struktur sosial yang berhadap-hadapan dan Assad sedang menujukkan bahwa, di dalam sistemnya, wanita mempunyai peran penting, bahkan dalam pasukan pertahanan,” kata Fabrice Balanche, Direktur Gremmo, kelompok peneliti Timur Tengah dan Mediterania, berbicara pada France24.

Joshua Landis, Kepala Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Oklahoma, mengatakan bahwa meskipun hukum “progresif” di Suriah, masyarakat tetap “melakukan diskriminasi terhadap wanita”.

“Pengaduan wanita Suriah ini menunjukkan bagaimana patrialkal masyarakat Suriah dan Pasukan Arab Suriah tetap pertahankan,” dia mengatakan pada Middle East Eye. “Pembebasan wanita masih jauh.”*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadpelacurrusiatentara wanita SuriahWanita suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Helikopter Rezim Bashar Jatuhkan Bom Gentong, 40 Ribu Warga Sipil Terperangkap
Tulisan selanjutnya Obama Cabut Sanksi Perdagangan Atas Myanmar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?