Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Kehakiman Saxony Mengakui Kesalahan dalam Kasus Kematian Tersangka Teroris di Tahanan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2016 19:00 7:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Oktober 2016 19:00
Bagikan
Menteri Kehakiman Saxony Sebastian Gemkow dan Jaber Albakr (inzet).
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Kehakiman Saxony Sebastian Gemkow mengakui departemennya perlu melakukan reformasi menyusul kematian tahanan tersangka terorisme Jaber Albakr, yang telah menimbulkan tuntutan publik agar Gemkow mengundurkan diri.

Jaber Albakr, 22, pengungsi asal Suriah yang dinyatakan sebagai tersangka pemilik bahan peledak di kediamannya di Chemnitz, pada malam 12 Oktober 2016 ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di selnya di kota Leipzig. Kementerian kehakiman di negara bagian Saxony mengatakan dia bunuh diri, meskipun berada dalam pengawasn melekat petugas penjara.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Ahad (16/10/2016), untuk pertama kalinya sejak kematian Albakr, Menteri Kehakiman Gemkow mengakui bahwa penegak hukum telah melakukan kesalahan dalam tugasnya sehingga mengakibatkan kematian tersangka.

“Kita semua harus belajar bagaimana menangani tahanan Islamis,” kata Gemkow, menggunakan istilah Islamis yang sering disalahgunakan oleh non-Muslim di Barat untuk menyebut Muslim pelaku atau tersangka teroris.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam wawancaranya dengan koran terkemuka Bild am Sonntag, Gemkow mengatakan prosedur penyediaan akomodasi yang aman untuk tahanan yang berlaku di Saxony saat ini perlu ditingkatkan.

Gemkow juga mengatakan bahwa kemungkinan Albakr sengaja melakukan bunuh diri agar penyelidikan kasus terorisme yang melibatkannya semakin sulit.

“Kami tidak cukup siap menangani kasus ini di Saxony,” kata Gemkow kepada koran itu seperti dilansir Deutsche Welle.

Menurut ketua serikat anggota kepolisian Jerman Rainer Wendt, apabila penegak hukum lokal tidak berpengalaman menangani “Islamis” tersangka teror, maka harus meminta bantuan ahlinya.

“Pada kasus-kasus di mana kejaksaan federal mengambil alih, satuan tugas khusus harus segera turun tangan,” kata Wendt kepada Bild am Sonntag.

Burkhard Lischka, juru bicara urusan internal Partai Sosial Demokrat, juga mengusulkan agar prosedur penanganan tersangka teroris perlu diperbaiki.

“Kita perlu prosedur khusus untuk menangani jihadis,” kata Lischa, menggunakan istilah jihadis yang juga kerap disalahgunakan untuk menyebut Muslim tersangka atau pelaku terorisme.

Dalam operasi penggerebekan di sebuah rumah susun di Chemnitz pada hari Sabtu (8/10/2016), di mana Albakr berhasil melarikan diri, petugas menemukan 1,5 kilogram TATP, jenis bahan peledak racikan rumahan. Pihak berwenang mengatakan bahan peledak itu rencananya akan digunakan untuk membom bandara di Jerman dan tersangka diduga berkaitan dengan kelompok ISIS.

Setelah perburuan selama dua hari, Albakr diciduk polisi menyusul informasi dari tiga orang pengungsi asal Suriah lain yang memberitahukan keberadaannya setelah menyadari pemuda Suriah itu dicari-cari aparat keamanan.

Namun, pada hari Rabu (12/10/2016), Albakr melakukan bunuh diri dalam sel tahanannya di kota Leipzig.

Dalam konferensi pers hari Kamis lalu, Gemkow mengatakan bahwa tersangka tidak ada tanda-tanda rawan akan melakukan bunuh diri, sehingga tidak mendapatkan pengawasan khusus meskipun dia diawasi secara ketat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kamp “Jungle” di Calais akan Dibersihkan Seluruhnya dari Pengungsi
Tulisan selanjutnya Turki Izinkan Penanaman Ganja Terkontrol di 19 Provinsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Perdana Menteri Qatar Al-Thani
Berita

Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi

Berita
1 Oktober 2026 12:29
Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya

Terbaru

  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
  • Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
  • Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
  • Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
  • Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
  • “Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
  • Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?