Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kamp “Jungle” di Calais akan Dibersihkan Seluruhnya dari Pengungsi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2016 17:35 5:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Oktober 2016 17:35
Bagikan
Penampakan dari udara kawasan hijau di Calais, Prancis, yang oleh pengungsi dan migran dijadikan kamp.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kawasan hijau di wilayah Calais, Prancis, tempat berteduh para migran dan pengungsi yang dikenal dengan “Jungle” akan dibersihkan dari para pendatang asing.

Hutan yang dijadikan tempat berkemah oleh pengungsi dan migran yang ingin menyeberang ke Inggris itu menjadi salah satu sumber ketegangan di kalangan politisi di Prancis dan antara pemerintah Paris dan pemerintah London.

“Penutupan tempat itu akan dimulai begitu semua kondisi yang mendukung keberhasilannya sudah terwujud,” kata Menteri Perumahan Prancis Emmanuelle Cosse kepada koran Liberation seperti dikutip RFI hari Jumat (14/10/2016). “Kami hampir sampai di sana dan kami akan melanjutkannya sampai akhir,” imbuhnya.

Pejabat wanita itu bersikukuh mengatakan tidak mungkin membiarkan orang-orang itu tinggal di tempat berlumpur itu terlebih musim dingin sudah di depan mata.

Sebelas organisasi amal di Prancis hari Rabu lalu mengajukan permohonan ke pengadilan agar pengungsi tidak dilarang berkemah di sana, dengan alasan hal itu melanggar hak-hak fundamental.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak disebutkan tanggal pasti kapan tempat itu akan bersih dari pengungsi dan migran. Namun, Presiden Prancis Francois Hollande pernah mengatakan lokasi itu akhir tahun ini sudah akan bersih dari pendatang asing.

Saat ini Jungle (Hutan) menampung sekitar 5.700 orang asal Afrika, Timur Tengah dan Asia, menurut pemerintah daerah setempat.

Lembaga-lembaga amal memperkirakan jumlahnya jauh lebih dari itu, sekitar 10.000 jiwa.

Salah satu masalah yang membuat pusing pihak-pihak terkait adalah di sana terdapat 1.300 anak-anak yang menjadi pengungsi tanpa ada orang dewasa yang mendampinginya.

Belum lama ini Inggris, negara yang menjadi tujuan utama pengungsi dan migran yang berkemah di hutan di Calais itu, menyatakan bersedia menampung sebagian dari anak-anak tersebut.

Kemarin Euronews melaporkan bahwa petugas telah mulai membangun tembok yang akan membatasi tepian jalan raya dengan kawasan hijau tersebut, guna menghalangi para pengungsi masuk dan bermukim di sana.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Foto] “Jumat Kemarahan” tanpa Kekerasan
Tulisan selanjutnya Menteri Kehakiman Saxony Mengakui Kesalahan dalam Kasus Kematian Tersangka Teroris di Tahanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Berita
30 September 2026 20:05
Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
“Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia

Terbaru

  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
  • Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
  • Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
  • Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
  • Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
  • “Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
  • Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?