Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bunuh 9 Jemaat Gereja Kulit Hitam, Pemuda Kulit Putih Amerika Ini Menolak Didampingi Pengacara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 November 2016 08:28 8:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 November 2016 08:28
Bagikan
Dylann Roof, pemuda rasis Amerika pembunuh 9 jemaat gereja kulit hitam.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pemuda kulit putih terdakwa pembunuhan 9 orang kulit hitam jemaat sebuah gereja di South Carolina, Amerika Serikat, akan diperbolehkan membela dirinya sendiri tanpa didampingi pengacara di persidangan, kata seorang hakim federal.

Hakim Richard Gergel mengatakan keinginan pemuda berusia 22 tahun bernama Dylann Roof untuk mewakili dirinya sendiri dalam persidangan adalah “tidak bijak.” Meskipun demikian permintaannya dipenuhi.

Perkembangan mengejutkan itu muncul ketika anggota juri yang akan mengadili kasus tersebut mulai dipilih, lapor BBC Senin (28/11/2016).

Pekan lalu, Roof dianggap berkompeten untuk dihadirkan di persidangan dalam kasus penembakan 9 jemaat gereja di Charleston pada Juni 2015.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mulai hari Senin, 516 juri potensial ditanyai satu persatu oleh hakim. Dua belas dari mereka akan dipilih guna memutuskan perkara apakah terdakwa bersalah atau tidak dalam kasus tersebut.

Sementara hakim mulai menyeleksi juri potensial, 10 orang pertama yang dipilih berkulit putih, Roof tidak mengajukan pertanyaan atau menyatakan keberatan atas anggota juri yang dipilih.

Roof, seorang pendukung gerakan supremasi kulit putih, menghadapi 33 dakwaan federal termasuk kejahatan dengan latar belakang kebencian.

Pemuda itu sudah dinyatakan kompeten untuk menjalani sidang di pengadilan negara bagian, di mana dia menghadapi 9 dakwaan pembunuhan, dan jaksa penuntut mengatakan mereka berupaya agar terdakwa dijatuhi hukuman mati.

Seorang wanita yang terpilih menjadi juri akhirnya dibatalkan oleh hakim, setelah menyatakan keberatan dengan hukuman mati.

Hakim juga membatalkan seorang juri laki-laki yang berkeyakinan bahwa semua pembunuh harus divonis mati jika pelaku dinyatakan waras untuk menjalani persidangan, lapor Post and Courier seperti dilansir BBC.

Jaksa federal mengklaim penembakan massal atas satu kelas pelajaran Bibel di Emanuel African Methodist Episcopal Chruch di Charleston merupakan kejahatan bermotif rasial.

Pelaku sengaja tidak menembak tiga orang dalam serangan itu agar mereka dapat menceritakan kepada pihak berwenang bahwa penembakan dilakukan karena pemuda itu membenci orang kulit hitam.

Foto-foto yang muncul setelah peristiwa penembakan menampakkan pemuda kulit putih itu sedang memegang bendera perang Konfederasi, yang dalam sejarah Amerika Serikat dikenal sebagai bendera negara bagian dan orang-orang kulit putih pendukung perbudakan. Seiring waktu bendera itu kemudian menjadi simbol yang biasa dipakai pendukung supremasi kulit putih, kelompok rasis serta pendukung perbudakan di Amerika Serikat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya GNPF MUI: Tunjukkanlah Akhlak Islam dan Qur’an pada Aksi Super Damai 212!
Tulisan selanjutnya Tuduhan Makar, Kivlan Zen: Anggap saja Lelucon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?