Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

CIA: Rusia Bantu Trump Memenangkan Pilpres AS

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Desember 2016 11:15 11:15 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Desember 2016 11:15
Bagikan
Donal Trump dan Vladimir Putin
Bagikan

Hidayatullah.com—Badan intelijen Amerika Serikat CIA berkesimpulan bahwa Rusia mengintervensi pemilu 2016 untuk membantu presiden terpilih Donald Trump memenangkan tiket ke Gedung Putih, dan tidak hanya untuk melemahkan kepercayaan terhadap sistem elektoral AS, lapor Washington Post hari Jumat (9/12/2016) seperti dilansir Reuters.

Mengutip para pejabat yang memberikan keterangan perihal itu, WP mengatakan badan-badan intelijen telah mengidentifikasi individu-individu yang berhubungan dengan pemerintah Rusia yang memberikan ribuan email hasil retasan dari akun Komite Nasional Demokrat dan lainnya, termasuk ketua tim kampanye pilpres Hilary Clinton, kepada WikiLeaks.

Para pejabat itu menggambarkan individu-individu itu sebagai orang-orang yang dikenal oleh komunitas intelijen yang ambil bagian dalam operasi meluas Rusia guna mendongkrak Trump dan mengurangi kesempatan menang Clinton.

CIA, dalam apa yang disebut WP sebaggai penilaian rahasia, menyebut tentang bukti-bukti yang terus bertambah dari berbagai sumber. Para pejabat yang memberikan keterangan itu kepada anggota Senat AS mengatakan bahwa sekarang “cukup jelas” terpilihnya Trump dalam pilpres adalah tujuan dari Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Oktober, pemerintah AS secara resmi menuding Rusia melancarkan serangan siber terhadap kubu Partai Demokrat menjelang pilpres 8 November.

Presiden Barack Obama mengatakan bahwa dia sudah memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin tentang konsekuensi dari serangan siber tersebut. Namun, para pejabat Rusia membantah semua tuduhan campur tangan dalam pilpres AS.

Donald Trump mengatakan dia tidak yakin Rusia berada di balik serangan-serangan siber itu. Tim transisi pemerintahannya mengeluarkan sebuah pernyataan tentang “klaim perihal campur tangan asing dalam pemilu AS” pada hari Jumat (9/12/2016), tetapi tidak secara langsung menyinggung isu Rusia tersebut.

Isi email-email yang diretas yang diserahkan kepada WikiLeaks menjadi sumber aib rutin Clinton selama masa kampanye pilpres.

Pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan dalam sebuah wawancara yang disiarkan di televisi bahwa pemerintah Rusia bukanlah sumber dari email-email bocoran tersebut, lapor Washington Post.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jaringan Ritel Sakinah Stop Jual Sari Roti
Tulisan selanjutnya Wali Murid di Moskow Protes Propaganda Kristen Ortodoks dalam Buku Teks Sekolah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?