Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sambil Tertawa Pemuda Amerika Pro-Supremasi Kulit Putih Ini Mengaku Membunuh 9 Jemaat Gereja Kulit Hitam

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Desember 2016 17:00 5:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Desember 2016 17:00
Bagikan
Dylann Roof, pemuda rasis Amerika pembunuh 9 jemaat gereja kulit hitam.
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemuda kulit putih asal South Carolina, Amerika Serikat, yang didakwa membunuh 9 jemaat gereja kulit hitam tahun lalu mengakui perbuatannya itu sambil tertawa.

Dalam video pengakuan pelaku yang dirilis FBI dan ditampilkan dalam persidangan, Dylann Roof tampak tertawa beberapa kali dan memeragakan bagaimana dia mengayunkan senjatanya menembaki korban saat menjelaskan serangan yang dilakukannya, lapor BBC Jumat (9/12/2016).

Pemuda 22 tahun pro-supremasi kulit putih itu kepada para penyidik mengatakan dia ingin seluruh dunia tahu bahwa dirinya membenci orang-orang kulit hitam dan menganggap mereka itu kriminal.

Ketika video rekaman pengakuannya ditayangkan selama 2,5 jam di ruang sidang kemarin, Roof duduk di meja terdakwa bersama tim pembelanya sambil memainkan tumpukan kertas yang ada di hadapannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam rekaman pemeriksaan itu, yang direkam 17 jam setelah peristiwa penembakan, tersangka mengatakan kepada FBI bahwa dirinya sempat berpikir untuk menyerang pengedar narkoba, tetapi takut mereka akan balik menyerangnya.

Oleh karena itu, dia kemudian memutuskan untuk menyerang kelompok studi Bibel di Emanuel African Methodist Episcopal Church di Charleston pada 17 Juni 2015, setelah membaca perihal kelompok itu di internet.

Agen FBI Michael Stansbury memulai interogasi dengan menanyakan Roof apa yang dilakukannya pada malam peristiwa pembunuhan.

“Saya pergi ke gereja di Charleston itu, dan, ehmm, saya melakukannya,” kata Roof.

Agen yang menyidiknya meminta Roof menjelaskan apa yang dilakukannya itu.

“Saya membunuh mereka,” kata Roof. Sambil tertawa dia menambahkan, “Well, saya membunuh mereka, kayaknya.”

Lebih lanjut Roof mengatakan korban-korbannya membuat masalah semakin rumit dengan bersembunyi di balik meja.

Setelah 45 menit menjalani interogasi, Roof kelihatan sangat terkejut ketika agen FBI mengatakan kepadanya bahwa 9 orang tewas dalam serangan itu, tiga lainnya selamat.

Mendengar informasi itu Roof berkata, “Di sana bahkan tidak ada orang sebanyak itu. Apa Anda berbohong kepada saya?”

Seorang agen FBI bertanya kepada Roof tentang perasaannya mendengar jumlah korban yang tewas.

“Well, itu membuat saya merasa tidak enak,” kata Roof.

Akan tetapi, pemuda itu kemudian mengatakan kepada para penyidik bahwa dia ingin membunuh orang-orang kulit hitam sebab mereka memperkosa wanita-wanita kulit putih setiap hari.

Roof melakukan serangan dengan berbekal satu pistol Glock semi otomatis berkaliber .45 ditambah 88 peluru yang dimasukkannya ke dalam 8 magasin.

Angka 88 adalah simbol gerakan neo-Nazi, singkatan dari Heil Hitler yang mana abjad H adalah huruf kedelapan dalam alfabet.

Korban dengan luka tembakan terbanyak adalah Susie Jackson, jemaat gereja wanita berusia 87 tahun yang tewas ditembus 11 timah panas.

Saat interogasi penyidik bertanya apakah Roof pernah berpikir untuk membunuh lebih banyak orang kulit hitam lagi.

“Oh tidak,” jawab tersangka. “Saya sudah lelah.”

Dalam pemeriksaan Roof juga mengatakan kepada penyidik bahwa dia pernah menonton film televisi buatan tahun 1982 tentang kelompok rasis skinhead berjudul “Made in Britain” yang dibintangi Tim Roth.

Koran lokal Post and Courier melaporkan bahwa di persidangan disebutkan perihal buku harian milik Roof, di mana pemuda itu menulis dirinya bakalan senang jika ada perang antaras.

Hari Rabu lalu, seorang korban selamat bernama Felicia Sanders berkomentar tentang terdakwa. “Dia iblis. Tidak ada tempat baginya di bumi selain di lubang neraka.”

Menyusul bukti-bukti yang dipaparkan dalam persidangan hari Rabu (7/12/2016), ibu Roof mengalami serangan jantung saat seorang korban selamat memberikan kesaksiannya. Ibu terdakwa itu kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Oleh karena terdakwa sudah mengaku bersalah, tim pembelanya memusatkan perhatian pada upaya menjauhkan Roof dari vonis hukuman mati.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah Produknya Diboikot, Kini Website Sari Roti Diretas
Tulisan selanjutnya GNPF MUI Serukan Umat Islam Boikot Sari Roti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?