Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kapten Kapal Tunisia Divonis Bersalah Terkait Kematian 700 Migran di Laut Mediterania

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Desember 2016 06:07 6:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Desember 2016 06:07
Bagikan
Kapal pengangkut migran yang karam dan menewaskan 700 penumpangnya April 2015 di Laut Mediterania. Inzet: Kapten kapal Malek (putih) dan krunya Bikhit.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria berkebangsaan Tunisia telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan di Sisilia terkait tenggelamnya sebuah kapal sehingga 700 migran penumpangnya tewas pada April 2015.

Mohammed Ali Malek, yang membantah dirinya adalah kapten kapal tenggelam itu, divonis 18 tahun penjara. Dia dinyatakan bersalah dalam dakwaan pembunuhan tanpa disengaja dan perdagangan manusia. Seorang pria Suriah terdakwa kasus yang sama divonis lima tahun kurungan, lapor BBC Selasa (13/12/2016).

Kapal yang penuh sesak tersebut tenggelam di lepas pantai Libya setelah bertabrakan dengan sebuah kapal dagang yang berusaha menolongnya.

Hanya 28 orang selamat dalam peristiwa itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagian besar korban tewas berjejalan di lambung kapal dan terkunci di dalamnya.

Sebagian besar korban kapal dengan panjang 27 meter itu berasal dari negara Mali, Gambia, Senegal dan Ethiopia. Termasuk korban selamat adalah dua pemuda Bangladesh yang ikut menjadi penggugat sipil dalam kasus tersebut.

Malek membantah berperan sebagai kapten kapal saat kendaraan laut itu bertumbukan dengan sisi badan kapal dagang King Jacob, yang mendekati kapal ikan tersebut untuk memberikan bantuan ketika berada di perairan bebas Mediterania.

Para jaksa penuntut di Catania mengatakan kontrol Malek atas kapal nelayan itu “naif, ceroboh dan lalai.”

Malek menggambar diagram untuk BBC guna menjelaskan bahwa kapal ikan itu kehilangan keseimbangan akibat gelombang yang ditimbulkan oleh propeler King Jacob.

Mahmoud Bikhit, pria Suriah yang dituduh bagian dari kru kapal itu, juga menjadi terdakwa dan divonis 5 tahun penjara.

Dikawal enam polisi dan didampingi seorang penerjemah, terdakwa Mohammed Ali Malek berdiri di balik jeruji di ruang sidang.

Seorang hakim wanita memasuki ruangan dan tetap sambil berdiri membacakan rangkuman keputusan vonis dan hukumannya.

Malek tidak bereaksi saat hakim membacakan vonis. Dia terlihat mengucapkan kata-kata keras saat seorang jaksa melintasi selnya usai persidangan.

Dalam persidangan kasus pidana, biasanya keluarga korban hadir di pengadilan untuk menyaksikan hukum ditegakkan.

Namun, dalam kasus ini berbeda. Para korban berasal dari keluarga miskin negara-negara di kawasan sub-Sahara Afrika yang tidak memiliki kemampuan untuk pergi ke Eropa guna menghadiri persidangan.

Tak satupun anggota keluarga dari 700 korban tewas yang hadir dalam persidangan kasus itu.

Kedua terdakwa diperintakan membayar kompensasi kepada keluarga korban 9,3 juta euro atau sekitar $10 juta.

Besarnya skala tragedi itu memicu Uni Eropa memikirkan kembali cara mereka dalam menangani krisis migran yang meliputi kawasan Mediterania.

Meskipun demikian, menurut data PBB tahun ini jumlah orang yang menyeberangi Laut Tengah dari Afrika Utara menuju Eropa semakin bertambah, menjadi 175.244 orang. Angka korban tewas juga naik menjadi 4.742 atau naik sekitar 1.000 dari tahun 2015.

Hari Selasa kemarin, sebuah kapal pengangkut 854 migran diselamatkan dari lepas pantai Libya dan digiring ke Pulau Sardinia, Italia. Kebanyakan penumpangnya adalah pria dari sub-Sahara dan Afrika Utara.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dewan Ulama Senior Arab Saudi Kecam Pembantaian di Aleppo
Tulisan selanjutnya Terjebak di Sebuah Bangunan, 100 Anak Aleppo Dihujani Bom Rezim Bashar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?