Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Timses Ahok Diminta Memahami Perasaan Umat Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Januari 2017 15:38 3:38 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Januari 2017 15:37
Bagikan
Tim pemenangan Ahok-Djarot yang menamakan dirinya Badja
Bagikan

Hidayatullah.com—Cendekiawan Muslim yang juga pembawa acara “Ulasan Media” di Radio Dakfa FM Dr Adian Husaini  menyatakan, Tim Sukses Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok perlu memahami perasaan umat Islam terkait kasus penistaan agama yang menimpa Ahok.

Sebab, kasus itu, selalu dihubungkan dengan motivasi politik untuk menjatuhkan Ahok. Seolah-olah, masalah politik itu segala-galanya bagi umat Islam. Padahal, masalah terpenting bagi seorang muslim adalah keselamatan iman. Bahwa, iman itu beda dengan kekufuran.

Adian menyampaikan analisis tersebut , pagi Kamis pagi (05/01/2017), dalam acara Ulasan Media, saat mengulas berita di satu media online berjudul: “Timses Ahok: Perlahan-lahan Konspirasi Menjatuhkan Ahok Terbongkar.”

Jika kasus yang menimpa Ahok itu dikatakan ada konspirasi politik, maka pihak yang paling kena tuduhan Timses Ahok itu adalah Majelis Ulama Indonesia. Berarti itu menuduh Majelis Ulama Indonesia (MUI) terlibat konsporasi politik menjatuhkan Ahok. Sebab, kata Adian, MUI-lah yang telah resmi mengeluarkan pendapat keagamaan, bahwa Ahok telah menista al-Quran dan ulama.  Karena itulah, kemudian lahir GNPF-MUI, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.

Menurut Adian, Timses Ahok harusnya paham, bahwa ucapan Ahok yang beberapa detik itu telah melukai banyak ulama yang selama ini berusaha berjuang membentengi aqidah umat Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bahaya Jika Seruan ‘Jangan Pilih Pemimpin Kafir’ Dianggap Busuk

Para ulama itu yakin, bahwa makna QS al-Maidah ayat 51 dan banyak ayat al-Quran lainnya, memang melarang umat Islam untuk mengangkat pemimpin dari kalangan kafir.  Apalagi, dalam sidang pertama, adik Ahok menyebut tentang politisi busuk yang dikaitkan dengan penggunaan ayat al-Quran untuk memilih pemimpin seiman.

“Pendapat para ulama itu berdasarkan ilmu dan keyakinan. Bukan karena faktor kepentingan politik. Meskipun tentu saja, pendapat itu berdampak terhadap politik,” kata Adian, penulis buku “Penyesatan Opini”.

Ia mencontohkan, selama puluhan tahun, sejak awal 1960-an, Buya Hamka sudah menulis dalam tafsir al-Azhar, bahwa makna “auliya” dalam QS al-Maidah:51 itu bermakna pemimpin. “Selama puluhan tahun, tidak ada yang menuduh Buya Hamka telah membodohi dan membohongi umat Islam, pakai QS al-Maidah 51. Baru sekarang muncul manusia seperti Ahok yang mengatakan seperti itu,” papar Adian.

Menurut Adian, dalam negara yang plural seperti Indonesia, diperlukan sikap lapang dada untuk memahami perbedaan pendapat. Termasuk memahami sikap umat Islam yang tidak mau memilih pemimpin daerah yang tidak seiman.  Sebab, sikap itu mempunyai landasan kuat dalam al-Quran.

BUYA HAMKA Bukan “Politisi Busuk”

Jadi, kalau dikatakan, bahwa para ulama, ustad, politisi muslim, yang menggunakan QS al-Maidah 51, telah melakukan kebohongan, atau dikatakan manusia busuk, dan sejenisnya, tentu ucapan itu merupakan satu jenis pelecehan terhadap agama Islam.  Jika tidak setuju dengan pendapat itu, jangan menuduh para ulama melakukan pembodohan dan pembohongan!

“MUI dan jutaan umat Islam itu menonton langsung video Ahok. Mereka paham bahwa ucapan Ahok itu melukai hati umat Islam. Mereka mengambil sikap itu pakai logika,  bukan karena kebencian yang membabi buta,  sehingga mereka rela berkorban dengan melakukan Aksi Bela Islam di Jakarta,” ulas Adian.

Penulis buku “Wajah Peradaban Barat Dari Hegemoni Kristen Ke Dominasi Sekuler Liberal” ini juga menyarankan agar media massa berhati-hati dalam menurunkan berita yang konotasinya menuduh ulama-ulama Islam melakukan konspirasi menjatuhkan Ahok.  Itulah perlunya memahami pemikiran dan perasaan umat Islam. Bahwa, masalah keselamatan iman itu jauh lebih berharga daripada jabatan politik apa pun di muka bumi ini.

Acara Ulasan Media  Radio Dakta mengudara setiap Senin-Jumat pukul 06.30-07.00 WIB, di Radio Dakta 107 FM atau livestreaming www.dakta.com. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokBasuki Tjahaja Purnamacendekiawan muslimImankekufuranmotivasi politikpenistaan agamaPerasaan Umat Islamtim sukses AhokTimses
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemkominfo: Jika Polisi-BNPT Minta Pemblokiran, Bisa Langsung Dipenuhi
Tulisan selanjutnya Shalat Shubuh Berjamaah 7117 di Kupang tetap Digelar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?