Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Usulan Konstitusi Baru Turki Hilangkan Jabatan Perdana Menteri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Januari 2017 06:30 6:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Januari 2017 06:30
Bagikan
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim dan Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com–Parlemen Turki memulai perdebatan terkait draf konstitusi baru yang bertujuan memperluas kekuasaan presiden dan menghilangkan ‘kekuasan’ pada perdana menteri.

Konstitusi baru itu diharapkan disajikan dalam referendum pada bulan Maret atau April ini dan akan menggantikan undang-undang yang ada yang dilaksanakan pasca kudeta oleh pihak militer pada 1980.

Selain itu, rancangan tersebut akan meningkatkan sistem presiden pertama kalinya setelah zaman pemerintahan Kerajaan Ottoman (Khilafah Utsmaniyyah).

“Tidak ada lagi (posisi) Perdana Menteri. Kami tidak terpaku kekuasaan. Sepatutnya seorang saja menahkodai kapal dan bukannya dua orang, “kata Perdana Menteri, Binali Yildrim  dalam satu pidato terbarunya di parlemen disambut tepuk tangan oleh anggota parlemen sebagaimana dikutip AFP.

Para kritikus dan kalangan oposisi menuduh, langkah itu merupakan bagian rencana Erdogan mendapat kekuasaan penuh menyusul upaya kudeta yang terjadi pada Juli 2016 lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, Erdogan dan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) menegaskan sistem presiden baru itu akan membawa Turki sejalan dengan negara-negara lain selain bakal memudahkan urusan administrasi di pemerintah.

Sebagaimana diketahui,  Turki menganut sistem pemerintahan republik demokrasi sekuler parlementer, di mana perdana menteri memegang kuasa atas pemerintahan, sedangkan presiden hanya mengemban peran seremonial.

Partai Erdogan sejak lama mengusulkan untuk mengubah sistem pemerintahan menjadi presidensial seperti di Amerika Serikat (AS), Prancis, Filipina atau Indonesia.

Selama ini, lawan politik Presiden Recep Tayyip Erdogan dan beberapa sekutu Barat yang skeptis khawatir sistem politik semacam itu akan menciptakan kepemimpinan otoriter jika diterapkan di Turki.

Partai  AKP yang sekarang berkuasa telah mengajukan argumen, bahwa kepemimpinan yang kuat akan mendorong tercapainya kesejahteraan. AKP yang didirikan Erdogan  mendorong diadakannya perubahan konstitusi menjadi sistem presidial sejak beberapa tahun lalu, saat Erdogan masih menjadi perdana menteri.

Oktober lalu Turki memulai Turki kemungkinan menggelar referendum perubahan undang-undang dasar dan pemberlakuan sistem presidensial sebelum musim semi.

Sistem presidensial  merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasaan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif. Presiden memiliki posisi relatif kuat dan tidak dapat dijatuhkan karena rendah subjektif seperti rendahnya dukungan politik. Namun masih ada mekanisme untuk mengontrol presiden.

Jika usulan ini diterima,  konstitusi baru Turki akan menghapuskan jabatan Perdana Menteri dan memberi jalan kepada posisi baru yang  yaitu Wakil Presiden.

Sementara itu, Ketua Parlemen Turki Ismail Kahraman berharap konstitusi baru  Turki seharusnya memiliki konstitusi yang religius.

“Sebagai negara Muslim, kenapa kita ada dalam situasi yang menjauh dari agama,” ujarnya seperti dikutip kantor berita Anatolia hari SeninSenin, di tengah kekhawatiran kelompok sekuler tentang gelombang Islaimisasi di Turki di bawah AKP.

“Kita adalah negara Muslim, sebagai konsekuensi kita harus memiliki konstitusi yang religius,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Binali YildrimKerajaan OttomanKhilafah UtsmaniyyahKonstitusi TurkiParlemen TurkiPerdana Menteri TurkiRecep Tayyip Erdogansistem presidensial
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Arifin Ilham Doakan Habib Rizieq
Tulisan selanjutnya Aplikasi Uber dan Careem Pacu Perubahan Sosial di Dunia Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?