Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Bagaimana Islamofobia dan Fakta ‘Alternatif’ Membentuk Pemerintah Donald Trump [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Februari 2017 19:03 7:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Februari 2017 14:55
Bagikan
facebook donald trump diblokir
Presiden AS terpilih dari Partai Republik, Donald Trump.
Bagikan

Sambungan artikel Pertama

Oleh: Eli Clifton

Asosiasi Amerika untuk Penelitian Opini Publik, yang menetapkan standar etika untuk lembaga survei, memperingatkan bahwa survei opt-in dapat menyesatkan dan tidak akurat.

“Pelaksana survei pendapat atau surveior tidak memiliki pengetahuan mengenai siapa yang menanggapi pertanyaan,” hal itu memperingatkan dan mencatat bahwa survei tersebut tidak memiliki “‘hubungan dasar statistik’ terhadap populasi.

Akibatnya, perkiraan dari para relawan yang memilih sendiri adalah penyebab kesalahan yang tidak diketahui yang tidak dapat diukur. ”

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Pusat Kebijakan Keamanan dan lembaga survei yang mereka tugaskan, Survei Perusahaan/Trend Wanita, juga merupakan sumber yang dipertanyakan untuk tujuan penelitian dalam membentuk kebijakan publik.

Muslim Amerika Lawan Islamofobia melalui Humor

Pusat Kebijakan Keamanan adalah sebuah institusi penelitian intensif yang bekerja seperti pemburu sebagian besar didedikasikan untuk memerangi upaya mengurangi pengeluaran pertahanan (mereka telah menerima dana dari Boeing, General Dynamics, Lockheed Martin, Northrup Grumman, Raytheon, dan General Electric) dan mempromosikan teori konspirasi yang tidak berdasar tentang warga Muslim Amerika.

Presiden kelompok, Frank Gaffney, mengklaim, tanpa bukti, bahwa Hillary Clinton membantu Huma Abedin, aktivis anti-pajak Grover Norquist, dan mantan orang yang ditunjuk oleh George W. Bush, Suhail Khan, mereka dianggap bagian dari rencana besar Al Ikhwan Al Muslimin untuk menyusup ke pemerintah AS.

Ia juga mengklaim bahwa logo dari Missile Defense Agency (Badan Pertahanan Rudal) “terlihat secara mengancam yang merefleksikan perubahan dari simbol Islam bulan sabit dan bintang dengan logo kampanye Obama.”

Gaffney mempertahankan hubungan publik yang erat dengan kepala strategi Trump, Steve Bannon, sebelum Bannon bergabung dengan kampanye Trump, muncul 29 kali di acara radio Bannon dan sering memberikan kontribusi sebagai kolumnis di Breitbart.com, dimana Bannon menjabat sebagai ketua.

Pemain Anggar Amerika Kecam Retorika Donald Trump yang Anti-Muslim

Peran Gaffney

Pekan lalu, LobeLog mengungkapkan bahwa Gaffney memainkan peran di belakang layar dalam pembentukan kelompok lintas agama baru yang mendukung agenda anti-Muslim Trump.

Pilihan Gaffney dari perusahaan survei pendapat, Survei Perusahaan/Trend Wanita, menarik juga. Presidennya adalah penasihat Trump, Kellyanne Conway, yang baru-baru ini menjadi berita utama pekan lalu ketika dia menggambarkan pemerintahan memasok media dengan “fakta alternatif”, yang mengarah ke perbandingan dengan rezim totaliter pada novel George Orwell 1984.

Menyusul pengumuman kampanye Trump mengusulkan pelarangan terhadap imigrasi Muslim, perwakilan tanpa nama dari perusahaan Conway mengatakan kepada majalah New York bahwa survei pendapat itu secara statistik tidak dapat diandalkan dan Trump telah menyalahgunakan data.

Biksu Anti Muslim Myanmar Samakan Dirinya dengan Donald Trump

Mereka berkata:

“Sebagaimana survei pendapat ini dilakukan antara kelompok online opt-in responden, kami tidak mempublikasikan tingkat kesalahan atau menyarankan klien kami bahwa data secara statistik mewakili seluruh populasi Muslim AS.

Selain itu, dasar dan usulan kebijakan Bapak Trump tidak memiliki dukungan dalam survei.”

Dengan kata lain, kekacauan yang terlepas pada akhir pekan dari perintah eksekutif Trump akan adanya pelarangan masuknya warga dari tujuh negara mayoritas Muslim sangat dimungkinkan berakar semenjak penerimaan Trump terhadap “fakta alternatif” yang dicetus Kellyanne Conway dan teori konspirasi anti-Muslim yang diadopsi oleh Islamofobia dari Washington yang paling terkenal.*

Penulis pernah menjadi wartawan Independent News Network, ThinkProgress, dan Inter Press Service (IPS). Artikel dari laman lobelog.com diterjemahkan Ummu Qudsy

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti trumpDonald TrumpEli CliftonFrank GaffneyGedung PutihHillary ClintonimigrasiislamofobiaJames Bellkebijakan baru Donald TrumpMuslim di ASPresiden Amerika Serikatsurveiteori konspirasiwarga Amerika Serikat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ahli Hukum MUI: Permintaan Maaf Ahok Menguatkan Penghinaan
Tulisan selanjutnya LDNU Jawa Barat: Ahok Menantang Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?