Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Militer Turki Bantah Salah Memberi Koordinat Sehingga Rusia Keliru Membom Tentaranya di Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Februari 2017 10:30 10:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Februari 2017 10:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Militer Turki dengan keras membantah klaim Rusia yang menyebut pihaknya memberikan koordinat salah sehingga tiga prajuritnya tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Rusia pada hari Kamis (9/2/2017), dengan mengatakan elemen pasukannya sudah berada di lokasi yang sama sekitar 10 hari.

“Akhirnya, pada 8 Februari, setelah roket ditembakkan dari kawasan yang dikendalikan oleh Federasi Rusia di titik di mana elemen-elemen teman berada, koordinat-koordinat titik terbaru di mana elemen-elemen kami berada ditransmisikan lagi pada hari yang sama pada pukul 23:11 ke personel yang bertanggung jawab di Hmeimim Operation Center,” kata militer Turki seperti dikutip Hurriyet.

Pada saat yang sama, Atase Angkatan Bersenjata Rusia di Ankara diundang ke markas Staf Jenderal Turki, dan sekali lagi koordinat itu diberikan kepadanya, imbuh militer Turki.

Akibat tembakan-tembakan roket yang dilancarkan pesawat-pesawat tempur Rusia atas sebuah gedung di Suriah pada hari Kamis, tiga prajurit Turki yang berada di daerah itu tewas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menyusul kejadian tersebut, juru bicara Kremlin Dmitri Peskov mengatakan kepada para reporter bahwa pilot-pilotnya “dibimbing oleh koordinat” yang diberikan oleh “mitra-mitra Turki.”

“Seharusnya tidak ada pasukan Turki di koordinat itu,” kata Peskov seperti dikutip BBC.

Turki dan Rusia, meskipun membela kubu yang berlawanan dalam konflik di Suriah, bekerja sama dalam menggempur kelompok ISIS/ISIL di Provinsi Aleppo.

Turki dan pasukan oposisi (media Barat menyebutnya kelompok pemberontak) sedang mengepung Al-Bab dari arah utara sejak bulan Desember lalu. Sementara pasukan rezim Assad yang didukung Rusia bergerak dari arah selatan.

Presiden Vladimir Putin cepat-cepat mengontak sejawatnya Presiden Erdogan untuk menyampaikan belasungkawa begitu mengetahui serangan udara Rusia hari Kamis itu menewaskan tiga dan melukai sebelas orang tentara Turki.

Hari Jumat pagi (10/2/2017), juru bicara Putin kepada reporter di Moskow mengatakan bahwa penyebab insiden itu “jelas”.

“Malangnya, ketika melancarkan serangan terhadap teroris, militer kami dipandu oleh koordinat yang diserahkan oleh mitra-mitra dari Turki,” kata Peskov.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus mengatakan bahwa serangan udara tersebut masih diselidiki.

“Menurut informasi awal yang kami terima, itu sepenuhnya kecelakaan,” kata Kurtulmus seperti dikutip kantor berita resmi Turki, Anadolu. “Namun bagaimana hal itu terjadi dan koordinasinya salah perhitungan akan diperjelas.”

Militer Turki rutin dan saling berbagi informasi dengan sejawat-sejawatnya dari Rusia dalam “Operasi Tameng Eufrat” untuk periode sekitar satu bulan, sejalan dengan kesepakatan yang ditandatangani kedua negara pada 12 Januari dengan tujuan pasukan-pasukan yang ada tidak saling melukai satu sama lain, menurut pernyataan tertulis yang dibuat oleh Angkatan Bersenjata Turki (TSK).

Serangan udara oleh Rusia itu dilakukan menyusul bentrokan antara pasukan oposisi dan pro-Assad dekat Al-Bab.

Menurut laporan Reuters, Rusia turun tangan agar bentrokan kedua kubu itu di sebuah desa di sebelah barat daya kota Al-Bab tidak terjadi lagi hari Jumat.

Meskipun kedua kubu yang berseberangan ingin mendepak ISIS/ISIL keluar Aleppo, tetapi masing-masing ingin merebut trofi kemenangan di Al-Bab.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib Rizieq Shihab Hadir, Massa 112 Membludak Hingga ke Luar Istiqlal
Tulisan selanjutnya Spirit 212 Menjalar di Aksi 112

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?