Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Saksi Hidup Berbicara: Pembantaian Bashar al Assad Abad ke-21 [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Februari 2017 15:59 3:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Februari 2017 15:59
Bagikan
Bukti korban penyiksaan kejam Rezim Bashar al Assad
Bagikan

Hidayatullah.com–Setiap hari, mayat-mayat itu dikirim ke rumah sakit. Keadaan mereka penuh luka pukulan bertubi-tubi yang tidak akan dapat dipercaya dan bekas luka menyeramkan dari beberapa bulan penyiksaan yang paling mengerikan.

Mayat-mayat itu mengering dikarenakan dehidrasi dan kelaparan, dengan tulang rusuk mencuat keluar dan anggota badan yang bentuknya seperti batang.

Sebagian besar tubuh tertutup memar berwarna ungu akibat dari pemukulan, dan banyak luka silang-menyilang dari pisau , atau luka bakar dari asam, sengatan listrik atau rokok.

Salah satu kehilangan matanya, dicungkil selama pemukulan yang murka. Satu lagi ada yang tanpa kepala. Ketiga menunjukkan tanda-tanda asam menetes sepanjang punggung korban, ruas tulang punggung terlihat melalui lubang mengerikan dalam daging. Yang lainnya penuh dengan penyakit.

Inilah korban-korban dari rumah penjagalan Suriah: Tempat penahanan dan penjara yang dijalankan oleh rezim Presiden Bashar Assad, dirancang untuk meneror rakyat Suriah yang dalam penyerahan setelah mereka berani melawan dengan aksi Revolusi Suriah.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Baca: Amnesty Internasional: 13 Ribu Warga Suriah Digantung di Penjara Sejak 2011

Di dalam tiga rumah sakit Damaskus, para dokter dipaksa untuk menutupi kebejatan dengan menandatangani sertifikat mengatakan korban meninggal akibat kondisi seperti gagal jantung atau kesulitan bernapas.

“Itu seperti sebuah adegan dari Neraka. Kami bahkan tidak punya waktu untuk memeriksa apakah mereka sudah meninggal,” kata salah satu dokter yang dikenal sebagai Nemer Hassan. “Saya telah melihat begitu banyak hal yang mengerikan,” ujarnya dikutip laman eldorar.com, Ahad (12/02/2017).

Kemudian mayat-mayat itu dibuang ke kuburan massal terdekat, terkubur dalam ribuan mayat-mayat tanpa keluarga yang dikabari, sebagai upaya untuk menyembunyikan bukti dari setiap penyelidikan kejahatan perang. Hal tersebut adalah kejahatan mengerikan yang dibuat biasa: penyiksaan dan pembunuhan skala besar, didukung oleh birokrasi keji untuk menutupi kejahatan yang paling memuakkan abad ini.

Tidak mengherankan bahwa para ahli PBB diminta untuk meninjau bukti foto lalu adegan tersebut dibandingkan dengan kengerian kamp-kamp kematian Nazi.

Baca: Horor Penjara Rezim Assad: Wawancara Sahabat Suriah dengan bekas Tawanan

Sir Desmond de Silva, yang turut menulis laporan PBB tentang kekejian Assad, mengatakan foto-foto yang ‘mengingatkan gambar orang yang keluar dari Belsen dan Auschwitz’.  Belsen adalah kamp konsentrasi dan Auschwitz adalah kamp kematian pada zaman rezim NAZI, kedua tempat tersebut terkenal dengan lokasi penahanan dan penyiksaan.

Pandangannya juga disuarakan oleh antropolog forensik Profesor Sue Black, yang mengatakan bahwa meninjau bukti untuk PBB sudah seperti ‘kembali ke waktu lampau dan melihat kamp-kamp konsentrasi’.

Dia menambahkan: ‘Di masa sekarang, Anda benar-benar tidak mengharapkan untuk dapat menyaksikan hal semacam ini dengan perbandingan seperti ini.’

Dalam suatu keadaan brutal, rumah sakit itu – dirancang sebagai tempat perlindungan untuk orang sakit – yang digunakan untuk melayani kebiadaban sadis seorang diktator yang berlumuran darah, yang dilatih di Inggris sebagai dokter mata.

Baca: Yang Perlu Diketahui: Apa Perang Suriah, Rezim Bashar dan Keterlibatan Syiah? [1]

Di sinilah Nemer – untuk melindungi keluarganya ini bukan nama sebenarnya – dipaksa untuk melayani. Berbicara kepada The Mail pada hari Minggu pekan lalu di Kota Jerman di mana dia tinggal sekarang, pria ramah di usia 30-an ini memaparkan cerita tentang kekejian dan keputusasaan.

Bukti miliknya bagian dari laporan memberatkan yang dibentuk pekan lalu oleh Amnesty International, adapun diklaim hingga 13.000 orang telah tewas dalam ‘operasi militer eksekusi berencana di luar hukum dengan cara penggantungan massal’ di salah satu penjara terkejam saja.

Hal itu diakhiri oleh Bashar al Assad sebagai ‘berita palsu’ – sama seperti yang ia lakukan dengan ribuan gambar– para korban meninggal kelaparan akibat penyiksaan, gambar-gambar diselundupkan oleh seorang fotografer pasukan keamanan. Kejadian ini menyebabkan peluncuran kasus terpenting di sepanjang sejarah mengenai hak asasi manusia pekan lalu di Spanyol terhadap tokoh-tokoh senior Suriah.

Tapi pengungkapan dari orang-orang seperti Nemer – yang begitu menakutkan dan menggema dari babak terburuk sejarah Eropa baru-baru ini – mengekspos apa yang telah hilang di balik pintu tertutup dari ruang penyiksaan Basharl al Assad.

Baca: 371 Pengungsi Palestina Disiksa di Penjara Rezim Suriah

Ketika gerakan reformasi dan Revolusi Suriah dimulai pada tahun 2011, Nemer kala itu sedang mengikuti pelatihan sebagai dokter bedah di Tishreen, sebuah rumah sakit besar di Damaskus dibangun oleh Prancis dan dijalankan oleh Pelayanan Medis Militer Suriah.

“Impian setiap orang Suriah adalah untuk menjadi seorang dokter karena itu adalah pekerjaan yang dihormati, aman dan menghasilkan,” katanya. “Dan saya menyukai pemikiran dapat membantu orang.”

Tapi tak lama ia menemukan dirinya terhimpit dalam situasi moral. Suatu hari di bulan April, dua bus, satu truk dan satu ambulans berhenti. Mereka dipenuhi dengan orang-orang Suriah yang ditembak, mereka orang-orang yang menjadi bagian di dalam protes tidak bersenjata.

“Mengerikan saat melihat mereka tiba. Mereka terluka akibat peluru di kaki dan punggung mereka tetapi polisi militer menendang mereka di daerah yang terluka saat mereka meninggalkan bus.”

Dia menyaksikan salah satu preman keamanan mematikan ventilator yang menjaga orang tua untuk tetap bernafas di dalam ambulans. “Kami sangat terkejut melihat ini – mereka bahkan tidak akan memberinya kesempatan.”

Sisanya dibawa ke ruang gawat darurat bawah tanah, diborgol satu sama lain dan diletakkan bersebelahan di 200 tempat tidur di empat baris.*/Ummu Qudsy (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Auschwitzbashar al assadBelsenmilisi SYiahPembantaian Bashar al Assadpembunuhan skala besarpenjara rezim Bashar al Assadpenyiksaan di Suriahpenyiksaan. Desmond de SilvaRevolusi Suriahsaksi hidupsuriahSyiah Nusyairiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tim Hukum Justice For All: Penyumbang Tak Keberatan Dananya untuk Umat
Tulisan selanjutnya Kuasa Hukum Adnin: Tak Ada Kejahatan Yayasan, Salurkan Dana Infaq Kok Dituding Pencucian Uang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?