Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tak Merasa Dirugikan Bantu GNPF, Perhimpunan Donatur Dirikan Aliansi Muhsinin Bela Ulama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Februari 2017 08:31 8:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Februari 2017 08:15
Bagikan
Kelompok ibu-ibu majlis takmi penyumbang Aksi Bela Islam akhirnya membuat aliansi muhsinin dan Perhimpunan Donatur GNPF-MUI
Bagikan

Hidayatullah.com—Merasa dirugikan dengan tuduhan terlibat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), para donatur Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Aksi Bela Islam akhirnya menggalang gerakan aliansi muhsinin (para penyumbang kebaikan, red) bela ulama dan melahirkan Perhimpunan Donatur GNPF-MUI.

Aliansi ini muncul berkaitan dengan dugaan adanya kriminalisasi terhadap para ulama dan pemeriksaan tokoh-tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dengan mengaitkan tuduhan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Kami akan protes, kita akan demo lagi. Tuntutan kami harus adil dong terhadap umat ini,” ungkap  Raikaty Panyilie juru bicara Perhimpunan Donatur GNPF-MUI dalam silaturrahmi para donator GNPF-MUI di 1 Park Residence, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (17/02/17) sore.

Baca: Perhimpunan Donatur GNPF-MUI: Kami Menyumbang Karena Membela Al-Qur’an

Semetara itu, Rita Soebagyo, seorang aktivis gerakan Islam mengaku tidak terima perlakuan tidak adil polisi  terhadap ulama dan ativis Islam, dalam hal ini yang terlibat dalam GNPF-MUI.

“Saya rasa, polisi  mengada-ngada, tuduhan TPPU ini rasanya berlebihan karena ibu-ibu menyumbang berdasarkan dari infaq, sedekah zakat dengan penuh keikhlasan,  dan in syaa Allah dari sumber yang halal,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dyah yang juga sebagai salah satu donatur dalam Aksi Bela Islam menyayangkan sikap aparat yang selalu memfitnah ulama dan tuduhan-tuduhan tidak masuk akal.

“Kita ingin membela bahwa jangan Islam diperlakukan seperti itu. Sangat terlalu banyak memfitnah ulama, sementara kita membantu niatnya tulus,” keluhnya.

Baca: Tim Hukum Justice For All: Penyumbang Tak Keberatan Dananya untuk Umat

Adanya  pemeriksaan para ulama dan aktivis GNPF-MUI dengan tuduhan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) menurut Kati, demikian panggilan Raikaty Panyilie, sebagai hal yang mengada-ada.

Sebagai mantan pegawai bank, Kati tahu bahwa sasaran TPPU hanya mencakup  dana hasil kejahatan, seperti jual-beli narkoba atau praktik korupsi. Sementara dana para donatur, sambungnya, adalah milik pribadi yang tidak terkait dana hasil kejahatan dan tindak pidana.

Pihaknya merasa aparat hanya mencari-cari celah, mengaitkan sumbangan-sumbangan ini dengan tindak pidana pencucian uang agar gerakan ini melemah. Padahal, dirinya bersama-sama para ibu-ibu majelis taklim yang ikut menyumbang tak mempermasalahkan uangnya digunakan GNPF-MUI tersebut.

Baca: Ketua Justice For All: Saya tak Paham Salah Saya Apa

“Kami semua ikhlas menyumbang karena niat membela Islam, dan kami percaya GNPF amanah,” tambah dia.

Dengan adanya peristiwa ini,  Kati menyatakan akan mendirikan aliansi muhsinin dan para donatur untuk melakukan pembelaan terhap ulama.

“Kita buat aliansi khusus untuk para muhsinin,” terangnya.

Sebelum ini, aparat kepolisian telah memeriksa Ketua Yayasan Keadilan Untuk Semua (Yayasan Justice For All), Adnin Armas, dengan tuduhan adanya tindak pidana pencucian uang.

Yayasan Keadilan Untuk Semua (Yayasan Justice For All), adalah lembaga yang meminjamkan rekeningnya kepada GNPF-MUI untuk menerima dana dari umat dalam Aksi Bela Islam.

Sementara itu, Kuasa Hukum Yayasan Justice For All, A. Al-Khatiri mengatakan, sampai saat ini tak ada penyumbang atau donator yang mengaku keberatan atas transaksi ini. Selain itu, pihak yayasan juga tak ada yang dirugikan dan memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Lalu di mana letak salahnya?” */Ali Muhtadin                                               

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adnin Armasaksi bela Islamaksi bela quranAl Katirialiran danaBachtiar NasirBareskrimdonator GNPF MUIGNPF-MUIIslahuddin AkbarKetua GNPF MUIKMKIkriminalisasi ulamaMajelis Ta'lim Komunitas Muslimah untuk Kajian IslamMajelis TaklimPemred Majalah Gontorpencucian uangpeneliti INSISTSPerhimpunan Donatur GNPF-MUIpidana pencucian uangpolisiPolisi Geledah RumahPolriTPPUYayasan Justice for AllYayasan Keadilan Untuk Semua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Katolik Bayar $276 Juta Terkait Pelecehan Seksual Anak-Anak di Australia
Tulisan selanjutnya Mengaji di Awan Biru, Menguras Saku [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?