Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mayoritas Rumah Tangga Jerman Pekerjakan Pembantu Secara Ilegal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Maret 2017 07:45 7:45 am
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Maret 2017 07:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Jerman sering mengeluhkan tentang pasar gelap tenaga kerja, tetapi ternyata rumah-rumah tangga di sana kebanyakan mempekerjakan pembantu rumah tangga (PRT) secara ilegal, sehingga merugikan pemerintah sampai miliaran euro pertahun.

Mayoritas pekerja rumah tangga di Jerman bekerja secara gelap alias tidak terdaftar resmi, menurut sebuah studi yang dipublikasikan hari Kamis (30/3/2017) seperti dilansir Deutsche Welle.

Hanya kurang dari 350.000 dari perkiraan 2,7 juta hingga 3 juta tukang bersih-bersih, perawat bayi, dan tukang kebun yang ada di Jerman dipekerjakan secara legal. Demikian menurut temuan Cologne Institute for Economic Research (IW).

Itu artinya antara 75% sampai 83% pembantu rumah tangga dipekerjakan tanpa terdaftar secara resmi sebagai buruh.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami sering mengalami semacam standar ganda,” kata pakar dari IW Dominik Enste kepada kantor berita Deutsche Presse-Agentur.

“Masyarakat kerap mengkritik politisi karena dianggap terlalu sedikit berbuat atau perusahaan-perusahaan karena menciptakan sistem kepegawaian yang tidak pasti. Namun, mereka sendiri terbukti tidak memberikan pembantu-pembantu rumah tangganya liburan gratis atau bayaran untuk cuti sakit,” kata Enste.

IW mendapati setidaknya 10 persen rumah tangga di Jerman mempekerjakan pembantu.

Untuk setiap PRT yang tidak dilaporkan atau didaftarkan resmi, negara kehilangan 8.000 euro dalam bentuk pajak dan 18.000 euro dalam bentuk asuransi sosial, menurut penelitian itu. Total kerugian finansial dari pasar gelap tenaga kerja itu antara 10,92 miliar euro dan 28,6 miliar euro.

Selain itu, IW menemukan bahwa pensiunan dan orang-orang muda yang masih sekolah sering melakukan “pekerjaan gelap” akibat kurangnya regulasi dan pajak soal itu.

Studi terpisah yang dirilis bulan Februari lalu oleh Institute for Applied Econimic Research di Jerman mendapati bahwa jumlah orang yang bekerja secara ilegal menurun disebabkan tingginya angka penciptaan lapangan kerja di Jerman dalam kondisi perekonomian yang baik serta kebijakan keringanan pajak.

Lembaga itu juga menemukan, para pengungsi terseret dalam pasar gelap tenaga kerja dikarenakan terbatasnya izin kerja bagi mereka.

Pemberlakuan aturan upah minimum pada tahun 2015 tidak memberikan pengaruh besar terhadap jumlah pekerja gelap itu yang di Jerman disebut “Schwarzarbeit.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Merokok Bantu Kurangi Risiko Penyakit Tidak Menular
Tulisan selanjutnya Tawarkan Karkas Murah, Cara Turki Atasi Harga Daging yang Meroket

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Tentara Penjajah ‘Israel’ Tewas dalam Baku Tembak di Tepi Barat

Berita
24 Oktober 2026 10:13
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Yunani Sahkan Larangan Media Sosial bagi Anak di bawah 15 tahun
Jihad Santri di Era Modern
Serangan ‘Israel’ Hantam Universitas Islam Gaza, Tiga Warga Syahid dan Tujuh Luka

Terbaru

  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
  • Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
  • Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
  • BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
  • Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
  • Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
  • Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?
  • Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara
  • Macklemore Janji akan Menyuarakan Pembebasan Palestina Sampai Napas Terakhir

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?