Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Selidiki Negara “Kriminalisasi” Ulama, Komnas HAM akan Serius Jalankan Mandat

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Mei 2017 21:53 9:53 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 Mei 2017 21:53
Bagikan
Revisi UU ITE kebebasan
Bagikan

Hidayatullah.com– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku akan serius menyelidiki laporan Presidium 212 terkait dugaan kriminalisasi ulama dan aktivis oleh perangkat negara, dalam hal ini penegak hukum.

Komisioner Komnas HAM, Prof Hafid Abbas mengatakan, pihaknya akan bersama siapapun dalam memperjuangkan, memajukan, dan melindungi HAM bagi semua warga negara.

“Karena itu Komnas HAM hadir. Kami harus menjalankan mandat sebagaimana tujuan didirikannya,” ujarnya saat menemui massa Presidium 212 di Kantor Komnas HAM, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca: Dugaan Kriminalisasi Ulama, Presidium 212: Investigasi Komnas HAM Sedang Berjalan

Karenanya, terang Hafid, Komnas HAM berterima kasih atas dukungan masyarakat untuk membongkar berbagai misteri kasus-kasus dugaan kriminalisasi, tuduhan makar, dan intimidasi.

“Karena demokrasi kita tidak boleh mundur,” ungkapnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM lainnya, Maneger Nasution menyampaikan, ada salah satu penyakit yang perlu diubah akhir-akhir ini, yakni soal stigma. Salah satunya stigma makar.

Ia menjelasan, pada tahun 1960-an ada stempel barangsiapa yang berbeda dengan rezim maka dia dianggap supersif.

Dan pada tahun 1980-an, sambungnya, juga ada stigma bahwa siapa yang tidak mencantumkan Pancasila berarti dia misterius. Yang kemudian memunculkan nomeklatur baru bernama makar.

“Maka stigma ini harus kita obati,” imbuh Maneger.

Baca: Terkait ‘Kriminalisasi’ Ulama dan Aktivis, Komnas HAM Akan Panggil Presiden

Hari ini, kata dia, stigma makar itu menyasar kepada para ulama dan aktivis pergerakan.

“Dan itu terulang terus. Saat ini ada beberapa orang yang ditangkap dengan alasan makar. Terakhir itu Ustadz Al-Khaththath dan kawan-kawan mahasiswa,” jelasnya.

“Bahkan ada mahasiswa yang skripsinya belum selesai juga sudah dituduh makar,” tandas Maneger menambahkan.

Ia menilai, tindakan itu merupakan dari ciri-ciri rezim fasis yang melihat bahwa semua lawan politik harus dibungkam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi bela Islamaktivis Muslim ditangkapiHafid AbbasHak Asasi ManusiaHAMKomisioner Komnas HAMkomnas Hamkriminalisasi aktiviskriminalisasi ulamamakarManeger NasutionMuhammad Al-Khaththathpenangkapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dugaan Kriminalisasi Ulama, Presidium 212: Investigasi Komnas HAM Sedang Berjalan
Tulisan selanjutnya Dihadiri Ribuan, Al-Azhar Hidupkan Malam Nisfu Sya’ban dengan Periwayatan Hadits

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?