Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kader NasDem Didesak Minta Maaf, Pasca Pidato Provokatif Tuduh Partai-partai Dukung Dirikan Negara Khilafah

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2017 08:26 8:26 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 Agustus 2017 06:24
Bagikan
Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tuduh sejumlah partai mendukung HTI dan khilafah.
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah video menyebar di media sosial, sejak kemarin, Kamis (03/08/2017), menayangkan pidato Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), dalam acara deklarasi pasangan calon Bupati-Wakil Bupati dalam Pilkada Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam pidato bernada provokatif itu, VBL menuduh 4 partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung berdirinya “negara khilafah” dan karena itu tidak boleh didukung. Bahkan pendukung khilafah disamakannya dengan PKI pada 1965 yang layak dibunuh.

Diketahui, acara dekalasi paket “Komitmen” itu dipadukan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem dan Pengurus Petani NasDem Kabupaten Kupang, di aula Alfa Omega di Tarus-Kupang Tengah, NTT, Selasa (01/08/2017).

Pengamatan hidayatullah.com pada video berdurasi 2 menit 5 detik dan tidak utuh itu, VBL menuding, ada kelompok-kelompok eksterimis di negara ini yang mau mengganti NKRI dengan “negara khilafah”. Kelompok itu, tudingnya, tidak mau berada di NKRI.

“Kelompok-kelompok eksterimis ini ada mau bikin satu negara lagi,” ujarnya yang tampak berpakaian adat setempat.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Hadiri HUT Israel, NasDem Dianggap Tidak Pro-Islam

Ia menuding, dengan keberadaan “negara khilafah”, berarti sudah tidak ada NKRI.

“Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah,” tudingnya.

“Dan celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga,” imbuhnya.

“Yang dukung supaya ini kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT partai nomor 1, Gerindra,” tudingnya, disambut tawa sebagian hadirin, “partai nomor 2 itu namanya Demokrat, partai nomor 3 namanya PKS, partai nomor 4 namanya PAN.”

“Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran,” tudingnya lagi.

Intoleran itu, masih menurut pendapatnya, yaitu bersikap tidak suka dengan orang dan agama lain.

Ia pun menuding, orang mendukung keempat partai tersebut berarti mendukung penggantian NKRI dengan “negara khilafah”.

“Mengerti negara khilafah? Semua wajib shalat,” tudingnya lagi. “Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus shalat.”

“Saya tidak provokasi…,” klaimnya kemudian. Lalu berkata, “… nanti negara hilang kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh,” ungkapnya disambut tawa banyak hadirin di depannya.

“Ingat dulu PKI 1965? Mereka tidak berhasil, kita yang eksekusi mereka,” tambah politikus kelahiran Kupang ini.

Baca: Sekum Muhammadiyah: Pembubaran HTI Tak Terlalu Efektif Bendung Ideologi Khilafah

Atas tuduhan tersebut, VBL didesak untuk menyatakan permintaan maaf.

Partai Demokrat diketahui bereaksi keras atas pidato Ketua VBL di Kupang tersebut.

Demokrat geram karena dituduh sebagai pendukung ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), setelah PD menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Perubahan Atas UU nomor 17 tahun 2013 tentang Ormas.

“Saya meminta saudara Viktor Laiskodat segera mencabut tuduhan tak berdasar tersebut dan meminta-maaf kepada Partai Demokrat atas pernyataannya yang menyesatkan dan dapat menimbulkan keresahan publik di masyarakat NTT khususnya,” tandas Wakil Ketua Fraksi PD di DPR Benny Kabur Harman dalam keterangan resminya semalam dikutip JPNN.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benny Kabur HarmanHizbut Tahrir IndonesiaHTIKetua Fraksi Partai NasDem DPR RIKhilafahkupangmedia sosialnegara khilafahNKRINTTPANPartai DemokratPartai GerindraPerppu Ormaspidato provokatif politikus NasDempidato provokatif VBLPKIPKSpolitikus NasDemVBLvideo viralViktor Bungtilu LaiskodatWakil Ketua Fraksi PD di DPR
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 250 Ribu Warga Sipil Kembali ke Mosul
Tulisan selanjutnya Yordania Hapus Hukum Pemerkosa tak Dipenjara Jika Menikahi Korban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?