Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bela Viktor, Partai NasDem Memutuskan Tidak Minta Maaf

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2017 07:20 7:20 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Agustus 2017 07:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– DPP Partai NasDem menyampaikan pembelaannya atas penggalan pidato provokatif kader sekaligus petinggi partainya Surya Paloh itu, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), yang videonya beredar luas di media sosial pertengahan pekan lalu.

Tim Kajian DPP Partai NasDem mengklaim, ada “kesalahpahaman” atas pidato Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1 Agustus 2017 lalu.

Kemarin, Senin (07/08/2017), DPP Partai NasDem menggelar jumpa pers di Auditorium Kantor DPP Partai NasDem, Cikini, Jakarta. Dihadiri Sekjend Partai NasDem Nining Indra Saleh, Wakil Ketua Fraksi NasDem Johny G Plate, Ketua DPP Zulfan Lindan, Ketua DPP Taufik Basari, dan Wasekjend Partai NasDem Willy Aditya yang juga bertindak sebagai moderator.

Baca: Kader NasDem Didesak Minta Maaf, Pasca Pidato Provokatif Tuduh Partai-partai Dukung Dirikan Negara Khilafah

Dalam jumpa pers itu, Ketua DPP Nasdem Zulfan Lindan diwarta media menyatakan, NasDem memutuskan untuk tidak meminta maaf kepada pihak manapun. Karena, klaimnya, isi pidato Viktor secara utuh tidak bertujuan menuduh PAN, PKS, Gerindra, dan Demokrat sebagai pendukung kaum intoleran.

Menyikapi perkembangan terakhir menyangkut pidato Viktor, Tim Kajian DPP Partai NasDem memiliki beberapa kesimpulan. Pertama, NasDem mengklaim bahwa rekaman yang telah beredar adalah rekaman yang telah diedit sedemikian rupa sehingga menghilangkan konteks, konten, dan substansi dari pidato asli VBL.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Jika Kader NasDem Viktor Tak Diproses, PKS Khawatir Timbul Konflik

“Kedua, bahwa hasil editan yang disebarluaskan tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman. Apabila mendengarkan pidato tersebut secara utuh maka tidak akan terjadi kesalahpahaman terhadap isi, maksud, dan tujuan dari pidato VBL,” klaim Zulfan yang juga Ketua Tim Kajian NasDem, dalam pernyataan resmi NasDem.

Tim mengklaim, pidato Viktor mendorong semangat untuk menjaga ideologi dan konstitusi negara dari setiap upaya terhadap disintegrasi negara dan bangsa. Tim mengklaim tidak ada maksud dan tujuan dari Viktor untuk menyudutkan pihak manapun.

Menyikapi hal tersebut, DPP Partai NasDem menyatakan, pertama, telah terjadi kesalahpahaman terhadap pidato Viktor karena disebut ada pihak yang mengedit, menyambungkan, dan menyebarluaskan pidato tersebut.

“Kedua, DPP Partai NasDem mengajak semua pihak untuk tidak memberikan penilaian dan reaksi semata-mata berdasarkan pada suatu sumber yang telah dimanipulasi,” sebutnya.

Baca: Polisikan Kader NasDem, Gerindra: Pidato Provokatif Viktor Membahayakan Bangsa

Kemudian, Partai NasDem mengaku akan selalu menjadi garda terdepan dalam membela ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI serta mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kerukunan hidup berbangsa dan bernegara.

“Keempat, Partai NasDem mengajak semua pihak untuk tidak cepat terpancing, mudah diadu domba, serta terprovokasi yang mengganggu keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Partai NasDem pun mengaku siap menerima pandangan, saran, bahkan kritik untuk bersama-sama dengan komponen lainnya dalam proses pembangunan negara bangsa.

Berdasarkan pernyataan yang juga dilansir laman resmi Partai NasDem tersebut, DPP Partai NasDem tidak menyampaikan permintaan maafnya atas penggalan pidato Viktor yang menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk partai-partai yang dituding Viktor mendukung “negara khilafah” dan intoleran.

Baca: PAN Desak Viktor Kader NasDem Segera Minta Maaf Secara Terbuka

Dalam pidatonya di Kupang, sebagaimana penggalan video yang menyebar luas, Viktor menuduh 4 partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai pendukung berdirinya “negara khilafah” dan karena itu tidak boleh didukung. Bahkan pendukung khilafah disamakannya dengan PKI pada 1965 yang layak dibunuh.

Atas pidato provokatifnya itu, Viktor didesak oleh berbagai pihak untuk menyampaikan permintaan maafnya. Berdasarkan pengamatan hidayatullah.com, sejauh ini memang tidak atau belum ada pernyataan meminta maaf dari Viktor maupun pihak NasDem atas pidato yang dinilai menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) itu.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DPP NasDemHizbut Tahrir IndonesiaHTIJohny G PlateKetua DPP NasDemKetua Fraksi Partai NasDem DPR RIKhilafahkupangmedia sosialnegara khilafahNining Indra SalehNTTPANPartai DemokratPartai GerindraPartai NasDemPerppu Ormaspidato provokatif politikus NasDempidato provokatif VBLPKIPKSpolitikus NasDemSARASekjend Partai NasDemTaufik BasariVBLvideo viralViktor Bungtilu LaiskodatWakil Ketua Fraksi NasDemWasekjend Partai NasDemWilly AdityaZulfan Lindan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fatwa Mufti Mesir Picu Kehebohan Netizen
Tulisan selanjutnya Turki Gelar Pelatihan Militer Gabungan dengan Qatar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?