Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kasus First Travel: Peringatan Keras bagi Jamaah, Biro dan Pemerintah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2017 15:39 3:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Agustus 2017 15:39
Bagikan
Bagikan

Oleh: Heppy Trenggono

 

INDONESIA dikejutkan oleh ditangkapnya bos First Travel yang dituduh melakukan penipuan terhadap jamaah, tidak kurang korban First Travel diperkirakan  mencapai 35.000 jamaah.

Bisnis umrah termasuk dalam kategori ‘high potential business’.  Bisnis yang menjanjikan keuntungan dan pertumbuhan jika dilakukan oleh mereka yang berkompeten.

Mudah menciptakan angka penjualan, keuntungannya jelas ada dimana, dengan pembayaran cash di depan.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Sayangnya, industri ini menuju kerusakan karena banyak avonturir yang nggak paham berbisnis, umrah dijual rugi untuk mengejar percepatan cash in.

Saya menangani puluhan kasus serupa, motif  terbesar awalnya sama, mereka jual rugi dengan syarat diberangkatkan tahun depan, modus ini dilakukan agar segera ada uang masuk karena mereka harus memberangkatkan jamaah yang sudah membayar tahun lalu, sementara uang tidak di tangan.

Ada beberapa pelaku yang berharap bisa meraup keuntungan dengan menginvestasikan uang jamaah ke sektor lain yang perhitungan keuntungannya fantastis.  Tapi semua itu ilusi belaka, bisnis dan investasi memiliki disiplin tersendiri, sedangkan jalan mereka adalah jalan sesat.

Baca: Banyak Jamaah Telantar, Ini Seharusnya Pilih Travel Umrah

Memang, banyak bisnis bagus, tapi hanya sedikit pebisnis yang bagus.

Meskipun mengejutkan masyarakat, kenyataannya First Travel bukanlah kasus tunggal, masih banyak pengusaha travel yang melakukan aksi kekonyolan serupa.

Salah satu pemain yang cukup besar melakukan aksi jual rugi dan menginvestasikan uangnya di sektor property.

Pemain seperti ini akan berakhir mengenaskan, dia  tidak akan mampu berhenti dari praktek ini, dia akan berhenti setelah semuanya habis, setelah semua skenarionya kandas.

Baca: Kemenag: Hindari Penipuan, Cek Dulu Perizinan Biro Perjalanan Haji

Kecuali mereka mampu menyadari kesalahan, berhenti, dan sanggup menghadapi kenyataan apapun resikonya.

Jika tidak, travel seperti ini akan menjadi cerita selanjutnya.

Dalam konteks First Travel, praktek seperti ini tidak akan bisa mengantarkan Pengusaha menjadi kaya. Mereka tidak akan mampu menyimpan uang. Maka tidak heran jika dari 8 rekeningnya cuma ada 1.3 juta. Kalaupun ada aset biasanya sudah tergadai semua.

Tidak peduli berapa ratus milyarpun uang yang telah mereka ambil dari jamaah, jika mereka bermain dengan cara ini maka kita bisa pastikan tidak akan ada uang yang bisa mereka simpan, tidak akan ada aset yang bisa diselamatkan.  Justru mengapa persoalan meletus?

Karena pada saat itu uang sudah kosong sampai ke kantong pribadi dan keluarganya, sedangkan aset telah habis tergadai.

Kasus ini harus menjadi peringatan bagi kita semua.

Bagi jamaah, melalui kasus ini hendaknya tidak lagi mudah tergiur dengan harga yang tidak wajar, semakin banyak bukti yang sudah berangkat, semakin besar kemungkinan anda tertipu.

Baca: Presiden IIBF Sayangkan Kasus Jamaah Gagal Umrah

Bagi pemerintah, kasus ini harus menjadi pintu masuk untuk segera bergerak melindungi masyarakat, masih banyak travel semacam First Travel ini. Maka segera lakukan operasi terhadap mereka yang beroperasi dengan cara menjual rugi.

Akhir cerita semua travel ini adalah menimpakan semua resiko kerugian dan gaya hidup mewah mereka kepada jamaah.

Bagi para pengusaha perjalanan umrah dan haji, sebuah pelajaran, bahwa utang dan kewajiban itu hidup. Dia akan mengejar hingga Anda tidak bisa lagi lari kemanapun.

Maka berbisnislah dengan iman dan ilmu.*

President Indonesian Islamic Business Forum (IIBF)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biro perjalanan umrahbisnis investasibisnis umrahFirst TravelHeppy TrenggonoIIBFIndonesian Islamic Business ForumInfo Haji & Umrahjamaah umrahkasus gagal umrahpenelantaran jamaah umrahPenipuanPresident IIBFPT First Anugerah Karya Wisatatravel hajiumrah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alfian Tanjung Mulai Disidang, Tim Advokasi Nilai PKI yang Diuntungkan
Tulisan selanjutnya 112 Pengacara Kawal Sidang Alfian Tanjung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?