Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Yusril Ajak Umat Islam Sadar dan Berperan Dalam Politik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 September 2017 08:19 8:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 September 2017 08:19
Bagikan
Prof.Dr Yusril Ihza Mahendra SH dalam dialog kebangsaan di Hotel Grand Asrilla Bandung, Kamis (21/9/2017), dihadiri lebih 100 tokoh Jabar
Bagikan

Hidayatullah.com–Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat menggelar kegiatan dialog kebangsaan di Hotel Grand Asrilla Kota  Bandung menghadirkan narasumber Pakar Hukum Tata Negara Prof.Dr Yusril Ihza Mahendra SH, Kamis (21/9/2017), dihadiri lebih 100 tokoh Jawa Barat.

Dalam acara yang bertepatan dengan 1 Muharram 1439 H ini, mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) tersebut menyampaikan bahwa umat Islam Indonesia harus membangun kekuatan politik untuk membela bangsa dan negara dari setiap upaya infiltrasi baik dari dalam maupun luar negeri yang bertujuan untuk melemahkan kekuatan bangsa.

Negara berdasarkan Pancasila, menurut Yusril adalah negara yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam sehingga umat Islam harus berada di barisan terdepan dalam membela dan membangun bangsa.

“Inilah salah satu hal akan pentingnya umat Islam mempunyai kekuasaan politik agar mampu mengarahkan perjalanan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik di masa depan. Jika umat Islam acuh tak acuh kepada politik Islam, bahkan mendukung kekuatan politik sekuler apalagi berhaluan kiri atau liberal, maka cita-cita para pendiri bangsa untuk membangun negara berdasarkan Pancasila akan makin jauh,”tegasnya.

Baca: Yusril Sebut Ajakan Jokowi Pisahkan Agama dan Politik Timbulkan Kesalahpahaman

Sekularisme, sambung Yusril, dapat menenggelamkan Pancasila. Sementara liberalisme dan kapitalisme akan menyebabkan tergadainya bangsa dan negara kepada kekuatan asing. Apalagi komunisme, imbuhnya, paham komunis akan membuat Pancasila dan umat Islam mengalami hancur lebur seperti yang terjadi dalam beberapa kali pemberontakan PKI.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Pancasila mengajarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan,  mengedepankan asas kerakyatan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap urusan, dan bercita-cita untuk menegakkan tatanan masyarakat yang berkeadilan social,”ujar Yusri yang juga Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) ini.

Ia menambahkan, jika umat Islam tidak memegang tampuk kekuasaan politik, maka Pancasila akan ditafsirkan sedemikian rupa untuk kemudian dibenturkan dengan ajaran-ajra Islam. Pengalaman sejarah tahun 1959-1965 menurutnya, membenarkan adanya pembenturan Islam dengan Pancasila itu.

Akibatnya pembenturan itu, maka yang menguat adalah Komunisme. Padahal sejatinya justru Komunislah yang bertentangan dengan Pancasila. Karena itu, Yusril mengingatkan generasi Islam agar kritis dalam memahami sejarah bangsa, khususnya terkait dengan ancaman kegiatan PKI dan Komunisme di masa yang lalu.

“Islam tidak mungkin dapat dikompromikan dengan komunisme karena Islam musuh komunisme,”tegasnya.

Sementara itu Ketua API Jabar Asep Syarifudin mengatakan urgensi digelarnya acara tersebut salah satunya adalah momentum tahun baru hijriyah untuk membangun ukhuwah dan silaturahmi antar tokoh dan elemen ormas serta gerakan dakwah di Jabar. Ia menambahkan umat Islam merasa prihatin dimana Indonesia yang sudah merdeka lebih dari 72 tahun dan telah dipimpin oleh 7 presiden namun semboyan adil,makmur dan sejahtera masih belum terwujud.

“Kondisi umat Islam yang mayoritas di negeri ini sejak kemerdekaan hingga saat ini makin terpuruk dan termarjinalkan. Padahal sebagai mayoritas harusnya mempunyai posisi dan peran serta mampu menentukan arah kebijakan nasional,”ujarnya.

Disisi lain,menurut Asep, Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia mempunyai potensi dan peran yang strategis. Demikian juga posisi geografisnya yang terhubung langsung dengan Ibu Kota Negara (DKI Jakarta) menjadi mitra terdepan pemerintah pusat dalam segala hal.

“Penduduk Jabar ini lebih dari 45 juta jiwa atau lebih dari 19 % dari total penduduk Indonesia. Tentunya tokoh-tokoh Jawa Barat ini juga ingin memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan bangsa ini. Tokoh Jabar ini bukan klaim sepihak dan juga bukan tokoh karbitan. Ini lebih dari 150 tokoh baik dari kalangan akademi,guru besar,pengasuh ponpes,pimpinan ormas,politisi,usahawan dan sebagainya. Tentunya mereka ini mempunyai potensi masing-masing yang luar biasa jika bersatu,”imbuhnya.

Baca: Pemikiran Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalis

Sementaranya diundangnya Prof Yusril sebagai narasumber dalam acara ini, menurut Asep, Prof Yusril mempunyai rekam jejak dan kontribusi yang besar serta nyata dalam membangun bangsa Indonesia. Kepedulian dan keberpihan Prof Yusril bagi bangsa dan Negara serta khususnya umat Islam tidak perlu diragukan lagi. Kehadiran mantan Kemenkumham dan Pakar Hukum Tata Negara ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan bekal para tokoh yang hadir untuk terus berjuang dan membangun masyarakat baik lokal Jabar maupun berkontribusi pada kebijakan nasional.

“Umat Islam saat ini tengah dimarjinalkan dengan berbagai persoalan seperti pembubaran ormas,kriminalisasi ulama,tudingan anti kebhinekaan,anti NKRI, masalah PKI dan sebagainya. Tentunya ini harus diselesaikan bukan oleh orang lain melainkan kita selaku umat Islam yang terus dipojokan ini,”tambahnya.

Asep sendiri berharap lewat pertemuan dan dialog sepertinya ini dapat disusun langkah strategis dalam menyelesaikan dan menghadapi persoalan kebangsaan maupun keumatan. Rencananya kegiatan serupa akan dilaksanakan secara rutin dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional yang mempunyai kepedulian, visi misi serta perjuangan yang jelas untuk kepentingan bangsa dan Negara.

“Insya Allah akan kita agendakan dan berkelanjutan, beberapa tokoh sudah kita hubungi dan Insya Allah siap hadirkan untuk berdialog dan memberikan wawasan serta pencerahan,”pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebu lebih dari 150 tokoh Jabar dari berbagai kalangan (Ulama,  Akademisi,  Pimpinan Ormas/ Pergerakan, Advokat, Politisi, Insan Media, Serikat Pekerja,  Pengusaha, dan sebagainya.*/Abu Lutfi Satrio (Bandung)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aliansi Pergerakan IslamapiIslam dan politikJawa Baratkomuniskomunismeliberalismepancasilasekulerismeyusril ihza mahendra
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Mursyid IM Mesir Mohammed Mahdi Akef Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Sikap Tegas Malaysia Larang Pesta Homo Terbesar se Asia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?