Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

CIA: 70 Tahun Kejahatan Terorganisir                  

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 September 2017 08:11 8:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 September 2017 06:48
Bagikan
Kantor CIA.
Bagikan

PADA kesempatan peringatan ulang tahun ke-70 CIA tersebut, Lars Schall berbicara dengan peneliti Douglas Valentine dari AS tentang Central Intelligence Agency (CIA). Menurut Valentine, CIA adalah “cabang kejahatan terorganisir dari pemerintah AS”, melakukan bisnis kotor untuk orang kaya dan berkuasa.

Saat peringatan ulang tahun ke-70 Central Intelligence Agency (CIA) wartawan Lars Schall (LS) mewawacarai peneliti Douglas Valentine  (DV) dari AS, tentang sepak-terjang CIA, yang menurut Valentine, CIA adalah “cabang kejahatan terorganisir dari Pemerintah Amerika Serikat”, melakukan bisnis kotor untuk orang kaya dan kelompok yang berkuasa.

Seperti diketahhui, Douglas Valentine penulis buku sejarah non-fiktif “The Hotel Tacloban“, “The Phoenix Program“, “The Strength of the Wolf“, “The Strength of the Pack”, dan “The CIA as Organized Crime” (CIA sebagai Kejahatan Terorganisir).

Wawancara ini dimuat khusus di laman  larsschall.com dan  counterpunch.org, diterjemahkan oleh Nashirul Haq AR. Wawancana ini akan dipotong menjadi 4 seri, mengungkap kejahatan-kejahatan dan tangan kotor CIA di beberapa Negara, termasuk di negeri-negeri berpenduduk Muslim, melakukan pembunuhan, termasuk keterlibatannya dalam bisnis narkoba di Afghanistan.  Inilah petikannya.*

LS: 70 tahun yang lalu, tepatnya 18 September 1947, Dewan Keamanan Nasional (National Security Council /NSC) menciptakan Central Intelligence Agency (CIA)

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Douglas, Anda melihat CIA sebagai “cabang kejahatan terkoordinir pemerintah AS.” Mengapa begitu?

DV: Semua yang CIA lakukan merupakan ilegal, yang itulah mengapa pemerintah memberinya jubah rahasia yang tidak dapat ditembus. Sementara para penulis atau pengumpul mitos di industri informasi menggambarkan Amerika sebagai sebuah benteng perdamaian dan demokrasi, para agen CIA mengatur organisasi-organisasi kriminal di seluruh dunia.

Contohnya, CIA mempekerjakan salah satu penjual obat-obatan terlarang pada 1950 dan 1960an, Santo Trafficante, untuk membunuh Fidel Castro.

Sebagai balasannya, CIA memperbolehkan Trafficante mengimpor berton-ton narkotik ke dalam Amerika. CIA mendirikan perusahaan senjata, transportasi, dan perbankan untuk memfasilitasi organisasi-organisasi kriminal perdagangan narkoba untuk yang melakukan pekerjaan kotornya. Uang mafia bercampur aduk dengan uang CIA di bank-bank luar negeri, hingga keduanya tidak bisa dibedakan.

Perdagangan narkoba hanyalah salah satu contohnya.

LS: Apa yang paling penting diketahui tentang CIA?

DV: Sejarah organisasinya, yang, jika dipelajari cukup dekat, mengungkapkan bagaimana CIA dapat menjaga kerahasiaannya. Ini merupakan kontradiksi penting di jantung permasalahan Amerika: jika kita berdemokrasi dan jika kita benar-benar menikmati kebebasan berpendapat, kita dapat mempelajari dan berbicara tentang CIA.

Kita akan menghadapi rasisme dan sadisme institusional kita. Tetapi kita tidak bisa, dan sejarah kita tetaplah tidak diketahui, yang pada gilirannya berarti kita tidak mengetahui siapa kita, sebagai individu atau sebagai sebuah negara.

Kita membayangkan diri kita menjadi sesuatu yang bukan kita. Para pemimpin kita mengetahui banyak hal tentang kebenarannya, tetapi mereka berhenti menjadi pemimpin ketika mereka mulai berbicara tentang hal-hal keji yang sedang dilakukan CIA.

LS: Satu sebutan yang menarik terkait CIA ialah “penyangkalan yang masuk akal”. Tolong jelaskan?

DV: CIA akan melakukan apapun yang dapat disangkal. Tom Donohue, seorang pensiunan anggota senior CIA, mengatakan padaku.

Izinkan saya menceritakan sedikit tentang informan saya. Pada 1984, mantan Direktur CIA William Colby setuju untuk membantuku menulis buku, The Phoenix Program. Colby mengenalkanku pada Donohue pada 1985. Donohue telah mengelola “aksi rahasia” cabang CIA di Vietnam dari 1964-1966, dan banyak dari program-program yang dia kembangkan dibentuk menjadi badan resmi di Phoenix. Karena Cobly telah menjaminku, Donohue sangat terbuka dan menjelaskan banyak hal tentang bagaimana CIA bekerja.

Donohue merupakan seorang tipikal pejabat CIA generasi pertama. Dia mempelajari Perbandingan Agama di Columbia dan memahami tranformasi simbolis. Dia merupakan produk dan praktisi politik Cook County yang bergabung dengan CIA setelah Perang Dunia II ketika dia menganggap Perang Dingin sebagai “sebuah industri yang berkembang.”

Dia telah menjadi kepala stasiun CIA di Filipina pada akhir karirnya dan, ketika saya berbicara dengannya, dia sedang berbisnis dengan seorang mantan Menteri Pertahanan Filipina. Dia menggunakan kontaknya dengan baik. Begitulah bagaimana korupsi bekerja bagi birokrat senior.

Donohue mengatakan CIA tidak akan melakukan sesuatu kecuali hal itu memenuhi dua kriteria. Kriteria pertama ialah “potensi intelejen.” Program itu harus menguntungkan CIA; mungkin dengan memberi tahu mereka bagaimana menjatuhkan sebuah pemerintahan, atau bagaimana memeras seorang pejabat, atau di mana laporan itu tersembunyi, atau bagaimana cara agar seorang agen dapat melintasi perbatasan. Istilah “potensi intelejen” berarti hal tersebut berguna bagi CIA.

Kriteria kedua ialah bahwa hal tersebut dapat disangkal. Jika mereka tidak menemukan cara menyusun program atau operasi yang dapat mereka sangkal, mereka tidak akan melakukannya. Penyangkalan yang masuk dapat sesederhana seperti menyediakan petugas atau aset dengan cover militer. Kemudian CIA dapat mengatakan,”Tentara yang melakukannya.”

Penyangkalan masuk akal ialah tentang bahasa. Pada sidang dengar pendapat Senat ke dalam plot pembunuhan CIA terhadap Fidel Castro dan para pemimpin asing lainnya, mantan wakil direktur operasi Richard Bissell mendefinisikan, penyangkalan masuk akal “sebagai “penggunaan dari circumlucution (menggunakan kata-kata yang terlalu banyak dalam usaha mengelak) dan eufisme (pelembutan bahasa) dalam diskusi di mana definisi yang tepat akan membongkar tindakan-tindakan rahasia dan mengakhiri mereka.”

Semua yang CIA lakukan dapat disangkal. Itu merupakan bagian dari mandat Kongresional-nya. Kongres (DPR, red) tidak ingin dimintai pertanggungjawaban atas hal-hal kriminal yang CIA lakukan. Satu-satunya yang CIA lakukan diketahui publik ialah ketika Kongres atau Presiden menganggap hal itu dapat membantu perang psikologis dengan memberitahu rakyat Amerika bahwa CIA sedang melakukan hal itu.

Penyiksaan merupakan contohnya. Setelah 9/11, dan sampai dan melalui invasi Iraq, rakyat Amerika menginginkan pembalasan. Mereka menginginkan darah Muslim mengalir, jadi pemerintahan George W Bush membocorkan bahwa mereka sedang menyiksa para pelaku kejahatan. Mereka memainkannya dengan cerdik dan menyebutkan “interogasi yang disempurnakan,” tetapi semua orang secara simbolis mengerti. Circumlocution dan eufemisme. Penyangkalan masuk akal.*>> (bersambung) >>> ‘CIA dan Phoenix Program ’ |KEDUA | KETIGA | KEEMPAT |  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
1234Halaman selanjutnya
TAG:AfghanistanAgen CIAAmerika Serikatbisnis kotorCentral Intelligence AgencyCIADewan Keamanan NasionalDouglas ValentinenarkobaNational Security Councilnegara IslamNSCobat biusopiumpembunuhanpemerintah AmerikaPhoenix Program Kejahatan Terorganisir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 2 Penguasa yang Malakukan Rihlah Menyima’ Hadits
Tulisan selanjutnya 12 LSM-Ormas Indonesia di Saudi Tolak Wacana BNP2TKI Buka Kembali Pengiriman TKI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?