Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

3 Tahun Jokowi-JK Dinilai Masih Punya Banyak PR

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Oktober 2017 15:28 3:28 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Oktober 2017 15:25
Bagikan
Bagikan
Hidayatullah.com– Ketua Departemen Politik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pipin Sopian mengatakan, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) masih memiliki banyak evaluasi khususnya dalam bidang politik, hukum, dan keamanan.

Setidaknya, menurut Pipin, terdapat lima evaluasi besar yang dimiliki oleh pemerintahan Jokowi-JK dan tidak sejalan dengan semangat Nawacita.

Pertama, kata dia, menurunnya Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) dari tahun ke tahun. Ia menerangkan, pada tahun 2014 IDI Indonesia mencapai angka 73,04, kemudian ditahun 2015 mencapai 72,82, dan pada tahun 2016 memiliki penurunan yang signifikan yakni 70,09.

“Penurunan IDI ini disebabkan oleh berkurangnya kebebasan publik dan menurunnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan mengoreksi kinerja pemerintah. Hal ini secara kasat mata bisa tampak dari Aksi Bela Islam dan penangkapan beberapa aktivis mahasiswa yang melakukan evaluasi kinerja Jokowi-JK,” ujarnya pada diskusi publik di kantor pusat DPP PKS, Jakarta, Selasa (24/10/2017) sebagaimana dirilis.

Baca: 3 Tahun Jokowi-JK, Nasir Djamil: Ngeri-ngeri Sedap Era Sekarang

Pipin juga menilai, faktor ketiga yang mempengaruhi turunnya IDI adalah menguatkan intervensi negara kepada lembaga demokrasi. Sehingga, lembaga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Evaluasi selanjutnya, dikatakan Pipin, pemerintah terlalu mudah mengeluarkan Perppu yang terkesan tergesa-gesa dan tidak komprehensif. Hal ini bisa tampak dari Perppu Ormas yang katanya telah membatasi partisipasi publik dalam mengawasi pemerintah serta menghadirkan rasa tidak aman di kalangan masyarakat.

“Pemerintahan Jokowi-JK telah mengabaikan Nawacita yang pertama, yakni menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa,” terangnya.

Kemudian, lanjutnya, yang menjadi evaluasi atas pemerintahan Jokowi-JK adalah adanya pelemahan dalam agenda pemberantasan tidak pidana Korupsi, terang Pipin. Hal ini tampak dari adanya upaya pelemahan KPK melalui hak angket DPR oleh partai pendukung pemerintah.

Baca: Yusril: Pemerintahan Jokowi-JK Terjebak Pembangunan Proyek Ambisius Berlebihan

Selain itu, pembubaran paksa dan penangkapan beberapa aktivis mahasiswa yang sedang melakukan aksi evaluasi 3 tahun Jokowi-JK dan pembiaran masa demonstran pendukung (mantan) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga larut malam, menurut Pipin, semuanya telah menunjukan bahwa penegakan hukum pada pemerintahan Jokowi-JK ditegakkan secara tebang pilih.

“Pemerintah melakukan tindakan represif kepada para mahasiswa yang melakukan demonstrasi tidak dapat dibenarkan. Kepada pihak yang pro kepada pemerintah meskipun melakukan kesalahan akan dibiarkan, sedangkan kepada pihak yang bertentangan dengan pemerintah akan langsung ditangkap dan ditahan. Kami berharap, pemerintah Jokowi-JK dapat menghadirkan kesamaan di hadapan hukum itu berlaku untuk semua pihak,” jelasnya.

Evaluasi terakhir, sambung Pipin, soal polemik impor senjata. Proses impor senjata ini katanya tidak dilakukan sesuai dengan amanat UU No 16 Tahun 2012 pasal 21 tentang Industri Pertahanan.

Baca: PKS: Kita Doakan, Jokowi-Jk Dapat Keluarkan Kita dari Krisis

Dimana dalam amanat tersebut TNI, Polri, BIN, dan lembaga lainnya wajib menggunakan senjata produk dalam negeri. Jika terpaksa harus menggunakan produk luar harus melalui mekanisme Government to Government (G to G), tidak melalui broker.
Dari lima evaluasi besar itu, Pipin memberikan nilai 6 dari skala 10. Ia berharap, pemerintahan Jokowi-JK akan semakin memperbaiki kinerjanya dalam dua tahun mendatang.
“Kami berharap ke depan ada perbaikan dari pemerintahan Jokowi-JK. Sebagai partai opsisi, kami akan kritis terhadap program-program pemerintah. Jika program tersebut pro-rakyat pasti akan kami dukung, jika tidak akan kami kritisi,” pungkasnya.*
Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:3 Tahun Jokowi-JKahokaksi bela IslamhukumIDIIndeks Demokrasi IndonesiaJokowi-JKkeadilankebebasan berpendapatkritik pemerintahNawacitaNawacita Jokowi-JKPartai Keadilan SejahteraPartai Oposisipemerintahan Jokowi-JKpenangkapan aktivispenegakan hukumPerppu OrmasPipin SopianPKS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saksi Polisi Akui, Ceramah Alfian Tak Berdampak Keributan, Kerusuhan, dan Konflik
Tulisan selanjutnya MUI Minta Kepolisian Usut Tuntas ‘Pemalsuan Label Halal pada Miras’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?