Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Setuju Referendum Kemerdekaan Kaledonia Baru 2018

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 November 2017 10:41 10:41 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 November 2017 10:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Wilayah Prancis di Pasifik, Kaledonia Baru, akan menggelar referendum kemerdekaan tahun depan, berdasarkan kesepakatan yang dicapai dengan pemerintah Prancis.

Dilansir BBC, para pemimpin Kaledonia Baru menggelar pertemuan 9 jam dengan menteri-menteri Prancis di Paris pada hari Kamis (2/11/2017). Kesepakatan politik di antara mereka membuka jalan untuk kemerdekaan Kaledonia Baru.

November 2018 ditetapkan menjadi batas akhir waktu penyelenggaran referendum. Kaledonia Baru, yang terletak di sebelah timur Benua Australia, memiliki sekitar 275.000 penduduk.

Pada tahun 1980-an, terjadi bentrokan-bentrokan antara pasukan Prancis dengan orang pribumi dari suku Kanak. Puncak dari konflik itu adalah ketika separatis Kanak menyandera sekelompok anggota gendarmerie Prancis di dalam sebuah gua. Serangan yang dilancarkan pasukan Prancis merenggut nyawa 19 orang Kanak dan dua tentara Prancis.

Noumea Accord 1998 menyebutkan perihal dekolonisasi Pranics atas Kaledonia Baru, dengan referendum paling lambat digelar tahun 2018. Orang Kanak mencakup 45% dari populasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jika hasil referendum menunjukkan mayoritas penduduk ingin memisahkan diri dari Prancis, maka Kaledonia Baru menjadi teritori Prancis pertama yang melepaskan diri dari kolonisasi sejak Djibouti (1977) dan Vanuatu (1980) merdeka.

Ketika baru menjabat bulan Mei lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa dia berharap Kaledonia Baru tetap akan menjadi bagian dari teritori Prancis. Pasalnya, “kehadiran Prancis diperlukan untuk menjaga perdamaian dan pembangunan” di sana. Dia beralasan, Kaledonia Baru berjibaku dengan masalah pengangguran yang tinggi, pendidikan yang gagal, kecanduan minuman beralkohol, serta tindak kriminal pemuda.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadi Bapak 3 Anak, Pangeran William Bilang Jumlah Manusia Terlalu Banyak
Tulisan selanjutnya “Permisi, Ada Tempat Duduk untuk Ibu Hamil?”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?