Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Menolak LGBT Dianggap ‘Intoleran’, Sama Halnya Menuduh Al-Qur’an ‘Intoleran’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 November 2017 06:13 6:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 November 2017 05:00
Bagikan
Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MA.
Bagikan

Hidayatullah.com– Direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Dr Hamid Fahmy Zarkaysi MA mengatakan, istilah ‘moderat, radikal, dan toleran saat ini dibajak oleh kelompok-kelompok yang punya kepentingan dengan Barat.

Ia mencermati, kriteria radikal, ekstremis, moderat, dan toleransi belakangan ini sangat sepihak.

“Istilah moderat ini sudah dibajak orang kemana-mana. Sebagian orang mendefinisikan dengan sesuka hatinya makna moderat itu. Dan sudah tentu ini hasil dari definisi moderat itu pasti akan memunculkan makna radikal,” ujarnya yang sedang di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, saat diwawancarai hidayatullah.com, Jumat malam (03/11/2017).

Direktur Center for Islamic and Occidental Studies (CIOS) yang telah mengkaji masalah ini sejak tahun tahun 2005 menilai, beberapa kelompok –khususnya yang selama ini sangat alergi terhadap Islam– telah ‘membajak’ makna beberapa istilah itu menurut kepentingan mereka.

Misalnya, jika orang tidak moderat, pasti menjadi radikal. Padahal, tidak selalu seperti itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca juga: Hamid Fahmi: “Penggunaan Istilah ‘Moderat, ‘Radikal’ dan ‘Toleran’ Sarat Kepentingan Barat”

“Di antara ciri dari orang moderat menurut orang-orang yang tidak suka dengan Islam itu, adalah, pertama orang yang apabila agamanya dihina, dia tidak boleh marah. Kedua, orang taat menjalankan syariat itu dianggap tidak moderat, karena syariat itu sendiri dianggap mengajarkan kekerasan.. Dan banyak lagi definisi itu,” ujarnya.

“Bahkan ada yang mengatakan bahwa orang yang menganggap orang lain kafir itu tidak moderat. Nah, ini gejala ini tentu harus kita respons dengan definisi juga. Jadi definisi yang selama dipakai LSM dan kelompok-kelompok HAM ini adalah definisi yang pertama, sangat tidak akademis dan tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Menurut putra (alm) KH Imam Zarkasy, pendiri PP Modern Darussalam Gontor, umat Islam tidak boleh bertoleransi terhadap perzinaan dan kemaksiatan. Dan ini juga harus dihormati, karena ini hak umat Islam. Anehnya, saat ini, umat Islam melaksanakan keyakinannya, dianggap melangar HAM.

“Haknya (umat Islam) adalah tidak setuju dengan perbuatan yang ada di dalam domain agamanya, karena perzinaan itu haram. Kalau saya mengharamkan perzinaan kemudian orang lain menghalalkan, dan saya dianggap radikal, dan salah menurut HAM,” ujarnya.

Baca juga: Gus Solah: Menolak Komunisme Masa Radikal

Al-Qur’an Intoleran?

Ia juga mencontohkan definisi intoleran dan radikal jika tidak setuju terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Menurutnya, ini definisi yang sangat kental pesan Barat.Kalau sudah seperti ini, menurutnya definisi harus disesuaikan dengan Pancasila.

“Pancasila ini asasnya adalah ketuhanan. Orang yang paling dekat pada Tuhan di Indonesia ini justru yang Pancasilais. Di sini kita sebenarnya tidak bisa mentolerir orang-orang yang jauh dari Tuhan,” lanjutnya.

Karena itu dia memastikan istilah-istilah yang disebutkan di atas (radikal, ekstremis, toleran, dan moderat, red) maknanya sama dengan apa yang diucapkan oleh orang-orang di Barat. Ia curiga, istilah-istilah ini diluncurkan karena ada agenda besar dari luar Indonesia.

“Saya curiga bahwa itu adalah sejalan dengan orang di luar Indonesia dan di luar Islam,” tambahnya.

Baca juga: MUI: Tidak Ada Kata Toleransi pada LGBT dan Aliran Sesat

Sama halnya dengan kasus LGBT. Islam dan al-Qur’an sangat melarang perbuatan ini. Karena itu, al-Qur’an ‘tidak toleran’ dalam urusan kebatilan seperti ini.

“Tidak ada dalam Islam yang namanya laki kawin sama lelaki, perempuan dengan perempuan. Dan dalam Islam itu dikutuk, dilaknat oleh Allah. Kita dilarang itu. Kita tidak toleran dengan itu, tapi ini dianggap radikal,” kata dia, mereka jelas memusuhi Islam.

Jadi jika orang Islam membenci LGBT bukan karena orang Islam intoleran, tapi al-Qur’an melarang itu. Karenanya, jelas Hamid, menganggap umat Islam yang menolak LGBT dengan penyebutan intoleran, secara tidak langsung mereka menuduh isi al-Qur’an tidak toleran. Jadi apakah dengan begitu, secara tidak langsung mereka menganggap isi al-Qur’an intoleran? “Ya Betul!”* SKR, CHA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokaksi 212Aksi 411aksi bela IslamAl Qur’ananti BhinnekaBasuki Tjahaja PurnamaCenter for Islamic and Occidental Studiesdefinisi moderatDirektur CIOSHAMHamid Fahmy ZarkasyiINSISTSintoleranislamic worldviewkasus Ahoklgbtliberalisasimakna radikalmoderatPancasilaispenistaan agamaradikalstigma anti Pancasilatoleranwesternisasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Luncurkan Perusahaan Patungan untuk Produksi Mobil Pribumi Pertama
Tulisan selanjutnya Felix Siauw Doakan Penolak Acaranya Dilapangkan Hatinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?