Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Tangkapi Aktivis Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2003 10:34 10:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2003 10:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tak di Indonesia tak di Amerika Serikat. Nama dan aktivitas Islam, hari-hari ini nampaknya sasaran empuk fitnah para penguasa.

Kemarin, dokumen pengadilan mengungkapkan, tokoh muslim Amerika Serikat (AS), yang mengatur berbagai program keimaman Islam di Pentagon, ditahan hanya karena dianggap menerima uang secara ilegal dari Libya dan telah berkunjung ke negara itu.

Abdurahman Alamoudi tampil sekilas di Pengadilan Distrik Alexandria, Virginia, AS, Senin, sehari setelah dia ditangkap di Bandara Internasional Dulles setibanya dari perjalanannya ke luar negeri.

“Dia menerima, menransfer dan terlibat dalam, dana-dana dari perwakilan permanen Libya di PBB, yang bertindak atas nama pemerintah Libya,” kata Brett Gentrup, seorang agen khusus bagi dinas imigrasi AS, yang mengemukakan rangkuman tuduhan di depan hakim.

Karena Alamoubi merupakan seorang pemain yang tampak dalam kancah politik Washington, kasus tersebut tentu menjadi satu pukulan serius bagi masyarakat Muslim AS. Dia telah diterima di Gedung Putih lebih dari sekali dan secara serius memberikan kontribusi terhadap para politisi pada periode kampanye pemilihan umum tahun 2000.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Warga negara AS dilarang berhubungan secara finansial atau berpergian ke Libya melalui sanksi yang ditetapkan oleh mantan presiden Ronald Reagan tahun 1987, sebagai balasan terhadap aksi teror melalui pemboman di Roma dan Wina, di mana negara Afrika Utara itu dituduh berperan di dalamnya.

Awal bulan ini, PBB mencabut sanksi-sanksi yang dikenakan terhadap Libya atas pemboman tahun 1988 atas pesawat Pan Am di atas udara Lockerbie, Scotlandia. Tetapi pemerintah Presiden George W. Bush tetap meneruskan hukuman-hukuman tersebut.

Kasus itu terungkap setelah diserahkan kepada para pejabat penegak hukum AS oleh para intelijen Inggris, saat tersangka yang warga Eritrea berusia 51 tahun ditahan dan diusut ketika dia siap-siap berangkat ke Suriah dari Bandara Heathrow, London, 16 Agustus dan ditemukan di kopernya uang tunai sejumlah 340.000 dolar AS.

Menurut surat pernyataan yang disampaikan oleh para pengusut, Alamoudi menjelaskan kepada para pemeriksa dari Inggris bahwa dia telah menerima uang itu dari seseorang “yang berbicara dengan logat Libya” dan, dalam menghindari Bea Cukai AS, dia berencana mendeposito uang itu di bank-bank Saudi dan kemudian “memasukkan kembali uang itu” ke Amerika Serikat dalam jumlah-jumlah yang lebih kecil.

Dia juga mengingat satu percakapan tahun 1997 dengan seorang Dubes Libya untuk PBB, yang menyatakan kesiapan untuk membayar satu komisi kepada Alamoundi jika dia berhasil membebaskan beberapa dari harta Libya yang dibekukan terkait dengan pemboman Lockerbie.

Pengusutan itu telah mengungkapkan bahwa sebagai tambahan terhadap paspornya, Alamoudi, yang dinaturalisasi menjadi warga AS sejak tahun 1996, memiliki dokumen perjalanan Yaman, yang digunakan dalam penerbangan ke Tripoli.

“Stempelnya menunjukkan Alamoudi telah berpergian ke dan dari Libya secara reguler sejak Mei 2002 sampai Juli 2003 dengan lama tinggal rata-rata lima hari,” kata Gentrup.

Minggu lalu, seperti dikutip Associated Press(AP), AS juga menangkap Kapten Yousef Yee (34), seorang pembina rohani Islam yang bertugas di Pangkalan AL Teluk Guantanamo tanpa alasan dan tuduhan yang jelas.

Perwira yang pernah beragama Kristen ini bertugas di Kuba sejak bulan Nopember 2002. Tugasnya memberi bimbingan rohani untuk anggota militer beragama Islam dan untuk para tahanan yang kebanyakan berasal dari Afghanistan, atau yang dituduh berkait dengan jaringan Al-Qaidah.

Selasa kemarin, agen-agen Biro Penyelidik Federal (FBI) juga dikabarkan menangkap Ahmed Melhaba di Bandara Logan di Boston, Senin, ketika ia tiba dengan pesawat dari Mesir

Ahmed Melhaba, diduga terlibat kasus spionase di kalangan pekerja sipil dan militer yang ditempatkan di penjara Teluk Guantanamo, Kuba.

Meski belum jelas apa kesalahannya, belakangan, soal latarbelakang Islam nampaknya paling ampuh jadi sasaran tuduhan aparat. (ant/afp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Maulani: JI Hanya Agenda AS di Asia Tenggara
Tulisan selanjutnya Agen Mossad Keturunan Arab Tertangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?