Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Jangan Melalaikan Amanah dan Silaturahim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Januari 2018 10:43 10:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Januari 2018 10:43
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

HANYA amanah dan silaturahim yang akan “berdiri” di atas kedua sisi shirath, bukan amalan-amalan lainnya. Hal ini disebabkan karena keagungan kedua amal tersebut di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hudzaifah r.a. meriwayatkan, Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

“Lalu, mereka mendatangi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, lantas ia pun berdiri. Maka diizinkanlah untuknya, dan diutuslah amanah serta silaturahim, lalu keduanya berdiri di kedua tepi shirath, kanan dan kiri. Maka yang pertama di antara kalian melewatinya seperti kilat.”

Dalam riwayat Al-Jubair bin Muth’im r.a. ditegaskan lagi. Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahim.”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Al-Mulla Ali Qari r.a. berkata, “At-Turabasyti r.a. berkata, “Yang beliau maksudkan kedua tepi sirath ialah kedua sisi shirath yang kanan dan kiri.”

Keagungan serta kemuliaan amanah dan silaturahim mengharuskan hamba-hamba-Nya memperhatikan hak amanah dan silaturahim itu. Di sana keduanya akan tampil di hadapan orang yang amanah dan orang yang khianat serta orang yang menyambung silaturahim dan orang yang memutuskannya.

Amanah dan silaturahim pun akan membela orang yang benar-benar telah menjaga keduanya. Selain itu, keduanya juga menjadi saksi atas orang yang meninggalkan dan menyia-nyiakan keduanya agar tampak perbedaan antara kedua golongan tersebut.

Ath-Thibi r.a. berkata, “Diutusnya amanah dan silaturahim disebabkan kemuliaan dan keagungan keduanya. Sehingga, amanah dan silaturahim itu menggambarkan dua sosok makhluk berdasarkan sifat yang dikehendaki Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Amanah dan silaturahim itu akan berdiri meminta hak dan pertanggungjawaban pada setiap orang yang akan melewati shirath. Siapa saja yang menunaikan hak amanah dan silaturahim, tentulah keduanya membantu orang itu untuk melewati shirath. Jika tidak, tentulah amanah dan silaturahim akan meninggalkannya.

Diriwayatkan secara mauquf (jalur yang periwayatnya hanya sampai sahabat) bahwa Ibnu Mas’ud r.a. berkata, “Berperang di jalan Allah dapat menghapus seluruh dosa, kecuali amanah.” Ia berkata lagi, “Didatangkanlah lagi seorang hamba pada hari kiamat, meskipun ia telah berperang di jalan Allah, lantas dikatakan (kepadanya), ‘Tunaikanlah amanahmu!’ Hamba itu berkata, ‘Ya Rabbku, bagaimana saya dapat menunaikannya, sementara dunia telah berlalu?’

Maka dikatakan, ‘Bawalah ia ke neraka Hawiyah.’ Lalu, hamba itu dibawa pergi ke neraka Hawiyah. Lantas amanah itu tampil di hadapannya sebagaimana bentuknya pada saat amanah itu diserahkan kepadanya. Kemudian hamba itu melihatnya dan mengenalinya, lalu ia mengejar dan mencari amanah itu hingga ia pun mendapatinya.

Kemudian ia memikul amanah itu di atas kedua pundaknya sampai ia yakin akan keluar (dari neraka), tetapi tergelincirlah amanah itu dari pundaknya sehingga ia terus mencari amanah itu selama-lamanya.”

Selanjutnya Ibnu Mas’ud r.a. berkata:

“Shalat adalah amanah, wudhu adalah amanah, timbangan adalah amanah, takaran adalah amanah, dan banyak lagi. Sedang amanah yang paling berat dari semua itu adalah barang-barang titipan.”

Zadzan berkata, “Lalu, aku mendatangi Barra’ bin Azib dan kukatakan, ‘Tidakkah engkau perhatikan apa yang dikatakan Ibnu Mas’ud? Apakah memang seperti itu?’ Barra’ berkata, ‘Ya benar. Tidakkah engkau mendengar Allah berfirman:

“Sesungguhnya, Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya, Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya, Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58 ).

Sungguh memprihatinkan, kaum musliin banyak melalaikan amanah dalam berbagaai urusan, terutama dalam hal ibadahnya serta dalam menjaga anak-anak dan keluarganya. Selain itu, dalam hal pekerjaan dan tugas-tugasnya, mereka meninggalkan kejujuran dan tidak menjaga komitmen terhadap tugas dan pekerjaan itu.

Mereka juga meninggalkan ketaatan terhadap para pimpinannya, padahal, semua itu termasuk amanah.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Di Atas Titian Jahannam, penulis: Dr. Muhammad An-Nuaim)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amanahshirathsilaturahim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Orang Tewas dalam Protes Anti-Rezim di Seluruh Iran
Tulisan selanjutnya Pengumpulan Zakat Tahun 2017 Naik 20 Persen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?