Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia Diminta Hukum Seberat-seberatnya Pelaku Kejahatan Seksual Anak

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 9 Januari 2018 11:34 11:34 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 9 Januari 2018 11:34
Bagikan
Fahira Idris pada aksi peduli Rohingya di arena CFD, Bundaran HI, Jakarta, Ahad (03/09/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, Indonesia harus mengirim peringatan keras kepada para pelaku kejahatan seksual anak. Baik pelaku paedofil di dalam negeri maupun di seluruh dunia, bahwa hukum Indonesia tidak main-main menghukum para penjahat ini.

“Kejahatan mereka setara kejamnya dengan pelaku terorisme dan pengedar narkoba. Indonesia tidak boleh lagi menjadi sasaran paedofil dunia,” tegas Fahira Idris di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (08/01/2018).

Hal itu ia sampaikan terkait terungkapnya kasus video porno yang melibatkan seorang anak laki-laki dan wanita dewasa di sekitar Bandung, Jawa Barat baru-baru ini.

Komite III DPD RI yang membidangi perlindungan anak mengapresiasi gerak cepat Kepolisian Daerah Jawa Barat yang berhasil meringkus enam orang pembuat konten video porno itu.

Dari informasi awal Kepolisian, video tersebut merupakan pesanan warga negara Kanada. Kata Fahira, kejadian ini menandakan Indonesia masih menjadi target industri pornografi anak dan jaringan paedofil dunia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Saya minta, untuk yang di Bandung ini, baik polisi, jaksa, maupun hakim tuntut dan vonis seberat-seberatnya para kriminal ini. Tidak boleh ada ruang bagi paedofil di negeri ini. Untuk kementerian terkait segera turunkan tim untuk merehabilitasi psikologis anak korban kekerasan seksual ini secara maksimal untuk memulihkan trauma, juga untuk mencegah agar mereka tidak menjadi pelaku di kemudian hari,” serunya.

Baca: Dalam Seminggu Ada Empat Video Porno Anak Terbit di Indonesia

Ia mengungkapkan, kejahatan yang menjadikan anak sebagai obyek seksual kemudian direkam dan diperjualbelikan terutama lewat internet sudah kesekian kali terjadi beberapa tahun belakangan ini.

Padahal, kejahatan seksual terhadap anak sudah dikategorikan kejahatan luar biasa. Selain dikenakan pasal berlapis (UU Perlindungan Anak, UU Pornografi, dan UU ITE), ancaman hukumannya tidak main-main minimal 10 tahun sampai seumur hidup. Bahkan jika jatuh korban jiwa bisa hukuman mati.

Namun lanjutnya, masih saja ada orang-orang dewasa yang berani melakukan kejahatan keji seperti ini demi keuntungan ekonomi.

Menurut Fahira, di balik berulangnya kasus video pornografi yang melibatkan anak di Indonesia, ada jaringan besar dari industri pornografi anak dan jaringan paedofil dunia dimana Indonesia masih mereka tempatkan menjadi salah satu sasaran.

Karena kejahatan ini sudah terorganisir dan termasuk kejahatan luar biasa, aparat penegak hukum terutama Kepolisian, lanjut Fahira, juga harus memperlakukan kasus-kasus seperti ini secara luar biasa dengan memformulasikan langkah-langkah sistematis. Agar, mampu membongkar jaringan ini tidak hanya terbatas kepada pelaku, tetapi sampai mereka yang menjual dan membeli konten pornografi anak, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di negara lain.

Baca: Orangtua Harus Bernyali Atasi Kejahatan Pornografi pada Anak

Fahira mencontohkan, keberhasilan Project Spade yang berhasil membongkar kejahatan pornografi anak terbesar di dunia pada 2013 berawal dari penyelidikan terhadap seorang pria di Taronto yang diduga menjalankan perusahaan sejak 2005 untuk mendistribusikan video-video yang berisi pornografi anak.

Polisi tuturnya kemudian melacak data pelanggan perusahaan itu di seluruh dunia dan berhasil membongkar industri pornografi anak dan pelaku paedofil hingga ke Amerika, Australia, Jerman, Rumania, Ukraina, hingga Georgia. Keberhasilan operasi ini telah menyelamatkan ratusan anak dari para predator.

“Saya berharap Kepolisian Indonesia bisa melakukan terobosan dan melakukan kerja sama dengan interpol agar untuk membongkar industri pornografi anak ini serta mampu menyasar para paedofil dunia yang menjadikan anak-anak Indoenesia sebagai sasarannya,” pungkas Senator Jakarta ini.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakanak terpapar pornografibandungdunia anakFahira Idrishukum di Indonesiaindonesiakejahatan seksual anakKetua Komite III DPD RIKomite III DPD RIKriminalitasmendidik anakorangtuapaedofilPedofilpelaku kejahatan seksual anakpornoaksiPornografipornografi anakvideo mesumvideo mesum di Bandungvideo porno
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelaku Mengaku Ingin Jadi Kaya dengan Membom Bus Borussia Dortmund
Tulisan selanjutnya Kecanduan Judi Online, Dua Orang Curi TV Bapak Kosnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?