Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Peneliti INDEF Ungkap Mengapa Ekonomi Indonesia Tak Bisa Lari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Januari 2018 20:33 8:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Januari 2018 19:41
Bagikan
Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara.
Bagikan

Hidayatullah.com– Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, menanggapi keluh kesah Presiden Joko Widodo soal ekonomi Indonesia yang tidak mampu berlari kencang.

Jokowi merasa pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor tidak berdampak secara sistemik pada perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Sebenarnya, kata Bhima, semua prasyarat untuk menjadi raksasa ekonomi sudah terpenuhi. Ia mengungkapkan, daya saing global Indonesia dalam tiga tahun terakhir terus membaik. Bahkan lompat dari posisi 41 ke 36 di tahun 2017. Begitu juga dengan peringkat Kemudahan Berbisnis yang saat ini berada di angka 72.

“Dengan asupan gizi yang cukup banyak, kelihatannya problem dari ekonomi saat ini adalah kurang latihan olahraga atau terlalu lama bermalas-malasan,” ujarnya kepada hidayatullah.com Jakarta, Jumat (19/01/2018).

Salah satu latihan kebugaran yang luput dari pengamatan Pemerintah menurutnya adalah mendorong industrialisasi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Buktinya, kata dia, sektor industri manufaktur makin tertinggal dengan pertumbuhan di bawah pertumbuhan ekonomi. Sepanjang 2017 kemarin, sektor industri manufaktur sulit menyentuh angka 5%.

“Jelas kondisi ini gawat. 13% penyerapan tenaga kerja secara nasional ada di sektor industri manufaktur, belum lagi 31% penerimaan pajak juga disumbang oleh sektor industri. Jika industrinya kurang latihan dan loyo, maka perekonomian jelas tidak mampu berlari,” ungkapnya.

Investor, kata dia, lebih suka memasukkan uangnya di sektor keuangan dibandingkan berinvestasi ke sektor industri.

“Lihat misalnya IHSG menembus rekor baru 6.300 di akhir tahun. Surat utang yang dikuasai asing porsinya mencapai 40,9% juga merupakan rekor tertinggi sepanjang Republik berdiri. Uang deposito dan simpanan di perbankan kini terus naik, indikatornya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga perbankan diatas 11% per Oktober 2017. Bank pun pusing karena kebanjiran uang deposito, sementara kredit hanya tumbuh 8%,” bebernya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia ibarat tubuh manusia yang sehat. “Orang itu tidak ada kolesterol, jantungnya baik, livernya baik, ginjalnya baik, asam urat enggak ada. Ya dikit-dikit pernah masuk angin. Tapi kenapa kita tidak bisa lari cepat?” ujarnya di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/01/2018) kutip Tempo.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bhima Yudhistira Adhinegaraekonomi IndonesiaINDEFindustriInstitute for Development of Economics and FinanceISHGJokowiPembangunanPeneliti INDEFpertumbuhan ekonomiPresiden Joko Widodo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Emirates Selamatkan Masa Depan A380 Airbus
Tulisan selanjutnya Membunuh Setengah Juta Ekor Lebah Madu 2 Bocah Dikenai Tuduhan Berlapis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?