Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Penduduk Suriah ‘Mempersiapkan Diri untuk Mati’ sementara Bom Rezim Bashar terus Menghujani Ghouta Timur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Februari 2018 08:18 8:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Februari 2018 08:18
Bagikan
Seorang pria menangis anaknya yang terbunuh dalam serangan udara Rezim Bashar di Ghouta Timur yang dikepung, 19 Februari 2018
Bagikan

Hidayatullah.com–Para penduduk Ghouta Timur menggambarkan sebuah “keadaan teror” di mana penduduk Suriah terus terbunuh di kantong wilayah kelompok pembebasan tersebut.

Jumlah korban tewas terbaru muncul di saat pemerintah Suriah meningkatkan operasi militernya untuk merebut kontrol wilayah yang terletak pinggiran Damaskus itu.

Sekitar 106 penduduk sipil, termasuk anak-anak, terbunuh oleh serangan udara dan mortar pemerintah Suriah pada Selasa, berdasarkan laporan badan pemantau Syrian Observatory for Human Rights (Observatorium Suriah untuk Kepala Hak Asasi Manusia /SOHR).

“Kami sedang menjadi target berbagai macam senjata. Tembakan meriam telah menarget penduduk sipil dan rumah sakit. Tidak ada tempat untuk bersembunyi,” Omran al-Doumani, seorang fotografer dari Ghouta Timur mengatakan pada Middle East Eye.

“Ghouta saat ini berada di dalam keadaan teror karena pemboman meriam yang mengerikan. Kami tidak mungkin tahu kapan ini akan berakhir.”

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Baca: Jumlah Korban Tewas Kekalapan Rezim Bashar di Ghouta Timur Capai 200 Orang

Para relawan medis dari Syrian Civil Defence Force (Pertahanan Sipil Suriah/SCD), juga dikenal sebagai White Helmets, mengatakan pada MEE bahwa pemerintah Suriah terus melancarkan serangan udara dan tembakan meriam pada wilayah kelompok pembebasan itu selama “30 jam tanpa henti.”

Para petugas darurat kewalahan karena bekerja tanpa henti, dan mengatakan bom-bom gentong terus berjatuhan, para penduduk mengatakan merupakan yang pertama kalinya mereka melihat senjata semacam itu digunakan di wilayah tersebut.

Penduduk Sipil menjadi target

Laporan-laporan sebelumnya oleh SCD mengindikasikan bahwa serangan udara pemerintah Suriah telah menarget wilayah pemukiman, seperti kota Arbin di Ghouta Timur.

Sirag Mahmoud, seorang awak media dari SCD di Ghouta Timur mengatakan pada Middle East Eye bahwa “tidak ada lagi tempat yang aman di Ghouta Timur.”

“Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 100 telah terbunuh dan ratusan lainnya luka-luka,” Mahmoud mengatakan pada MEE, sementara pemboman semakin intensif di wilayahnya. “Setiap dari orang-orang ini merupakan penduduk sipil. Orang yang tidak bersalah. Apa yang mereka lakukan sehingga pantas akan hal ini?”

Baca: Pasukan Rezim Assad Bunuh 400 Orang di Idlib dan Ghouta Timur 

Penduduk lain yang berbicara pada MEE mengatakan bahwa pemerintah Rezim Suriah memiliki berbagai macam persenjataan dalam mengebom wilayah tersebut.

“Kami berada di bawah berbagai macam serangan. Serangan udara. Mortar. Mereka bahkan telah mulai menggunakan Bom Gentong di Ghouta Timur,” kata Eyad Srewel.

“Kami mencoba bertahan hidup dengan bersembunyi di bawah tanah. Tetapi bom gentong membuat kami semua sangat khawatir.”

Bom Gentong  (barrel bomb), merupakan sebuah senjata mentah yang biasa terbuat dari tabung minyak, diisi dengan bahan bakar dan pencahan peluru dan dijatuhkan melalui helikopter, telah digunakan di sepanjang negara tersebut selama beberapa tahun, dan terkenal digunakan pada pertempuran Aleppo Timur pada akhir 2016.

Dia menambahkan: “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi padaku dalam beberapa menit, beberapa jam atau beberapa hari ke depan. Orang-orang telah menerima nasib mereka dan secara mental mempersiapkan diri untuk mati. Kami terperangkap.  Tidak ada lagi yang bisa dilakukan.”

Bom-bom menghujani wilayah pinggiran itu selama tiga hari berturut-turut dan sementara pemerintah Suriah terus melakukan pengepungan yang merampas makanan dan suplai medis para penduduk.

Laporan-laporan pada Minggu mengklaim bahwa pasukan Bashar al-Assad mengumpulkan para tentara di luar daerah kelompok pembebasan dalam upaya untuk mengambil alih daerah pinggiran Damaskus itu.

Baca: Pasukan Rezim Suriah Lancarkan Serangan Gas Klorin di Ghouta Timur

Korban sipil pada Selasa menyusul kematian lebih dari 100 penduduk sipil pada Senin, dengan ratusan lebih terluka, dalam satu hari yang menyaksikan empat rumah sakit darurat, termasuk sebuah klinik bersalin, menjadi target pasukan pemerintah, menurut laporan kelompok bantuan.

Sekitar 400.000 orang masih berada di bawah pengepungan di Ghouta Timur, termasuk ratusan orang yang sangat membutuhkan perawatan medis di luar wilayah itu.

PBB kehabisan kata-kata

Persatuan Bangsa-Bangsa telah meminta sebulan penuh genjatan senjata di seluruh Suriah agar dapat bisa menyalurkan bantuan dan evakuasi medis, tetapi tidak berhasil.

Badan pemberdayaan anak PBB, UNICEF, merilis sebuah “pernyataan” kosong pada Selasa untuk menyampaikan kemarahannya terkait korban massal dari anak-anak Suriah di Ghouta Timur dan wilayah-wilayah dekat Damaskus.

“Tidak ada kata yang pantas terkait anak-anak yang terbunuh, ibu-ibu mereka, ayah-ayah mereka dan orang yang mereka cintai,” pernyataan dari direktur regional UNICEF Geert Cappalaera memulai.

Diikuti dengan 10 garis kosong dengan tanda kutip menunjukkan kata-kata yang hilang, dan catatan penjelasan.

“UNICEF mengeluarkan pernyataan kosong ini. Kami tidak lagi mempunyai kata-kata untuk menjelaskan penderitaan anak-anak dan kemarahan kami,” katanya.

“Apakah orang-orang yang menimbulkan penderitaan ini masih memiliki kata-kata untuk membenarkan aksi barbar mereka?”*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadBom GentongdamaskusGhouta TimurHak Asasi ManusiaJabhah NusrahkalapObservatorium SuriahObservatorium Suriah untuk Kepala Hak Asasi Manusiaoposisipembebasanserangan udaraSOHRsuriahtewasWhite Helmets
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Novel Pulang ke Indonesia akan Tiba Kamis Siang ini
Tulisan selanjutnya Qatar dan Republik Chad Memulihkan Hubungan, Pertama Sejak Blokade Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?